Ferrari Usung Nuansa Baru di SF21

Ada perbedaan yang bisa disaksikan secara kasat mata pada Ferrari SF21, penantang Formula 1 2021. Livery mobil tim memiliki dua tingkatan warna merah dan dihiasi corak hijau yang melambangkan sponsor Mission Winnow.

Ferrari Usung Nuansa Baru di SF21

Berbeda dari tim-tim lain, skuad Kuda Jingkrak melakukan peluncuran mobil yang terpisah dengan line-up pembalap.

Akhir Februari lalu, Charles Leclerc dan Carlos Sainz sudah diperkenalkan kepada publik. Rabu (10/3/2021), giliran mobil baru yang diungkap lewat video. Mereka merupakan tim terakhir yang membuka selubung tunggangan untuk F1 2021.

Perubahan nuansa livery diharapkan berpengaruh kepada prestasi mereka, setelah menuai hasil terburuk dalam 40 tahun terakhir, musim lalu.

SF1 masih mempertahankan warna tradisional, hanya saja dikombinasikan dengan burgundy di bagian belakang. Warna istimewa itu dipakai dalam perayaan balapan ke-1000 di Mugello. Desain nomor juga sama seperti yang dipakai pada agenda tersebut.

Terlihat hijau terang di penutup mesin yang meunjukkan komitmen sponsorship dengan Mission Winnow.

Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr. bakal merasakan sensasi mengemudi SF21 pertama kali saat syuting di Sirkuit Sakhir, Kamis ini. Keesokan harinya, mereka akan menguji mobil di tempat yang sama.

Pembalap Spanyol banyak bekerja dengan tim selama musim dingin karena ingin beradaptasi serta meningkatkan kecepatan. Pilot baru tersebut sudah mencicipi mobil yang dipakai dalam F1 2018 dan 2019.

Baca Juga:

 

 

Kinerja SF1000 yang dipakai tahun lalu sangat mengecewakan. Bahkan juara dunia F1 empat kali, Sebastian Vettel, menyerah lantaran kesulitan memacu mobilnya. Ia bertengger di peringkat ke-13, di mana satu-satunya kenangan manis podium ketiga di GP Turki.

Mobil lamban dan kerap kehilangan kecepatan saat jalur lurus sebagai dampak dari sanksi yang diberikan FIA akibat kecurangan pada power unit 2019.

Tim telah mendesain mesin baru untuk musim 2021 dan mengembangkan elemen yang tak tersentuh  regulasi teknis.

“Saya kira masalah tahun lalu adalah kecepatan di trek lurus, tak hanya kekuatan tapi dua-duanya, power dan drag,” kata Prinsipal Ferrari, Mattia Binotto, Februari silam.

“Berdasarkan simulasi kami, menurut apa yang bisa kami lihat dalam rangka, output tenaga dari dinamometer, dan drag mobil di terowongan angina, saya pikir kami berhasil memulihkan kecepatan lebih banyak di jalur lurus.

“Jadi saya mengharapkan kecepatan tak jadi masalah. Kami harap lebih kompetitif, tapi kami akan tahu di Bahrain, karena itu selalu relatif terhadap apa yang dilakukan tim lain. Kami yakin, mobil ini lebih efisien dibandingkan edisi lalu. Ketika saya bilang efisien, itu dari sisi aerodinamika dan power unit.

dibagikan
komentar

Video terkait

Sirkuit di Indonesia Tak Bisa Sekadar Bangun Lalu Selesai

Artikel sebelumnya

Sirkuit di Indonesia Tak Bisa Sekadar Bangun Lalu Selesai

Artikel berikutnya

Ferrari Jelaskan Perubahan Radikal Bagian Belakang SF21

Ferrari Jelaskan Perubahan Radikal Bagian Belakang SF21
Muat komentar