Performa Impresif, Pierre Gasly Bingung Red Bull Masih Cuek

Pierre Gasly berhasil merebut posisi grid start keempat untuk balapan Formula 1 Grand Prix Belanda pada Minggu (5/8/2021).

Performa Impresif, Pierre Gasly Bingung Red Bull Masih Cuek

Selain Antonio Giovinazzi (Alfa Romeo Racing), pembalap lain yang mampu mengejutkan di kualifikasi GP Belanda di Sirkuit Zandvoort, Sabtu (4/9/2021) siang waktu setempat, adaah Pierre Gasly (AlphaTauri).

Seperti Giovinazzi yang akan start di grid ketujuh pada GP Belanda, Gasly juga berhasil merebut hasil kualifikasi terbaik sepanjang kariernya di Formula 1 yang dimulainya pada GP Malaysia 2017.

Gasly mampu menunjukkan kecepatan impresif di atas AlphaTauri AT02 di Zandvoort dengan selalu masuk 10 besar di setiap sesi latihan bebas (total tiga) GP Belanda sebelum akhirnya merebut P4 pada akhir kualifikasi ketiga (Q3).

Gasly hanya tertinggal kurang dari 0,6 detik dari perebut pole position, Max Verstappen (Red Bull Racing), dan berada persis di depan andalan Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, yang memimpin Free Practice/FP 2 pada Jumat (3/9/2021).

Sepanjang 76 kali turun di F1, posisi start terbaik Gasly adalah keempat. Total, termasuk GP Belanda 2021, ia sudah melakukannya empat kali. Sebelum di Zandvoort, Gasly melakukannya di GP Jerman 2019, GP Emilia Romagna 2020, dan GP Azerbaijan 2021.  

Pierre Gasly, AlphaTauri AT02

Pierre Gasly, AlphaTauri AT02

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

“Jujur, ini sore yang benar-benar bagus buat kami. Kemarin (Jumat), kami sepertinya tidak terlalu bagus. Kondisi mobil pada Sabtu pagi juga tidak ideal,” kata Gasly yang musim ini sudah 11 kali lolos ke Q3.

“Namun, sebagus apapun mobil di kualifikasi, tanpa upaya ekstra, sulit mendapatkan hasil bagus. Di Q3, saya berusaha mencari timing yang tepat untuk membuat waktu lap bagus. Hasilnya luar biasa, saya mampu berada di depan kedua Ferrari.”

Torehan di GP Belanda membuat Gasly untuk kali kedua beruntun berhasil mengalahkan Sergio Perez, pembalap baru Red Bull Racing musim ini. Pembalap Meksiko itu langsung tersingkir di Q1 usai tidak sempat membuat flying lap hingga berakhir dengan start di P16.

Tetapi, karena Red Bull sudah mengonfimasi akan mempertahankan Perez untuk musimm 2022, sebelum GP Belgia lalu, kans pembalap Prancis untuk ke Red Bull sepertinya sudah habis.

Gasly debut bersama Scuderia Toro Rosso (kini AlphaTauri). Namun, performa apik pada 2018 membuatnya ditarik tim induk, Red Bull Racing, pada awal 2019. Setelah turun 12 balapan pada 2019 bersama Red Bull, Gasly “dipulangkan” ke Toro Rosso sampai sekarang.

Baca Juga:

“Saya masih heran mengapa. Namun, ya memang ada beberapa diskusi di antara kami. Saya kira (Red Bull) senang melihat performa saya. Tetapi, mereka sudah membuat keputusan,” kata Gasly.

Pemenang satu Grand Prix (Italia 2020) tersebut mengaku ada sedikit kekecewaan. Tidak heran karena setiap pembalap kini pasti ingin membela mobil terhebat di F1. Semua pun tahu bila saat ini hanya Red Bull yang mampu menandingi Mercedes.

“AlphaTauri juga memberi saya mobil yang benar-benar kuat. Semua memang tergantung keputusan (Red Bull) dan sayangnya itu bukan buat saya, tutur Pierre Gasly, 25 tahun.

“Memang, bukan mustahil kesempatan itu akan datang lagi di masa depan. Tetapi, yang pasti tahun depan saya tidak akan ke sana (Red Bull Racing).”

Sementara itu, jika Pierre Gasly mampu start dari grid keempat pada lomba Minggu malam WIB nanti, rekan setimnya Yuki Tsunoda harus bekerja lebih keras karena hanya akan start dari P15. Seperti Perez, rookie asal Jepang itu juga langsung tersingkir di Q1 GP Belanda.

dibagikan
komentar
Fernando Alonso: Alpine Harus Agresif di Awal Lomba

Artikel sebelumnya

Fernando Alonso: Alpine Harus Agresif di Awal Lomba

Artikel berikutnya

Carlos Sainz Jr Akui Kualifikasi F1 GP Belanda Terberat Secara Mental

Carlos Sainz Jr Akui Kualifikasi F1 GP Belanda Terberat Secara Mental
Muat komentar