John Watson: Sulit bagi Michael Masi Mempertahankan Posisi

Hilangnya nama Michael Masi dalam struktur organisasai Federasi Otomotif Internasional (FIA) jadi topik yang hangat diperbincangkan belakangan ini. Eks pilot F1, John Watson, yakin sudah tak ada tempat untuk direktur balap Formula 1 itu.

John Watson: Sulit bagi Michael Masi Mempertahankan Posisi

Masi seolah menjadi tokoh antagonis dalam balap jet darat musim ini. Keputusan para Steward yang menimbulkan pro-kontra menyeret namanya.

Ditutupnya kans Lewis Hamilton meraih titel F1 kedelapan oleh Max Verstappen saat Grand Prix Abu Dhabi menimbulkan kontroversi. Mercedes tentu saja sangat marah dengan keputusan Masi meneruskan lomba pada lap terakhir.

Padahal berdasarkan peraturan, ketika mobil yang kekurangan lap diizinkan mengatur posisinya kembali, maka balapan baru bisa dimulai pada lap berikutnya. Ini artinya lomba berlangsung di belakang safety car dan otomatis Hamilton keluar sebagai pemenang sekaligus juara dunia F1 2021.

Namun, Masi malah langsung menarik safety car dan melanjutkan balapan. Sisa satu lap dimanfaatkan Verstappen untuk langsung menyerang pembalap Inggris tersebut dan menahbiskan dirinya jadi kampiun baru.

Hamilton sangat terpukul dan memilih menarik diri dari pandangan publik. Ia pun rela dihukum karena absen dalam pemberian penghargaan FIA.

Sementara itu, organisasi tersebut sedang melakukan investigasi yang akan diumumkan awal Februari. Menurut Watson, apa pun hasil temuan FIA, sepertinya Masi tak mungkin dipertahankan sebagai direktur balap.

“Menurut saya, sulit bagi Masi menjaga posisinya. Masi tidak memihak siapa pun di sana. Dia tidak memilih seorang pembalap atau sebuah tim. Tapi, aksinya dan saya kira itu keinginannya melihat balapan berakhir dengan bendera hijau, punya konsekuensi,” katanya.

Baca Juga:

“Saya tahu akan sulit untuk kejuaraan jika safety car ditarik. Tapi, dibandingkan dengan jalan yang dipilihnya, sebenarnya ada opsi potensial lain.

“Salah satu dari mereka, saya mengerti, akan mengibarkan bendera merah segera. Kemudian, semua orang bisa masuk pit, ganti ban baru dan balapan dapat dimulai lagi. Setidaknya, itu akan jadi situasi setara untuk semua.

“Hanya saja, pertarungan bersama dengan cara berkembang telah membawanya ke titik di mana tidak sama untuk Lewis dan lebih baik untuk Red Bull.”

Pembalap F1 Inggris era ’70-an hingga ’80-an tersebut memandang bahwa Masi tak punya banyak pendukung sekarang.

“Saya kira ada beberapa masalah sepanjang musim. Beberapa bahkan diperburuk dengan komunikasi mulus antara pit wall dan direktur balap. Saya penasaran dengan dukungan seperti apa yang diberikan tim terhadapnya pada musim baru. Apakah mereka masih percaya pada keputusannya?” Watson melanjutkan.

“Apakah itu sempurna? Atau apakah itu patut dipertanyakan? Setiap kali dia membuat keputusan, langsung diucapkan di radio, ‘Apakah dia membuat keputusan tepat?’ Atau apa itu akan dipertanyakan seperti, ‘Inikah alasan untuk keputusan yang salah’? Itu cara yang salah.

“Ini seperti bermain sepak bola, di mana pelatih kedua tim terus berdialog dengan wasit sepanjang pertandingan. Ini tidak masuk akal. Itu mengolok-olok otoritas orang yang dipilih menjalankan pertandingan sepak bola selama 90 menit atau balapan selama 90 menit.”

Niki Lauda, McLaren, John Barnard, John Watson, McLaren

Niki Lauda, McLaren, John Barnard, John Watson, McLaren

Foto oleh: Motorsport Images

dibagikan
komentar
Bila Hamilton Pergi, Mercedes Bisa Pertimbangkan Vettel
Artikel sebelumnya

Bila Hamilton Pergi, Mercedes Bisa Pertimbangkan Vettel

Artikel berikutnya

Red Bull Pilih Nama RB18 untuk Mobil F1 2022

Red Bull Pilih Nama RB18 untuk Mobil F1 2022
Muat komentar