Alain Prost Nilai Laurent Rossi Ingin Jalankan Alpine Sendiri

Alain Prost masih terlihat kecewa harus meninggalkan Alpine F1. Ia pun melihat sang atasan cenderung tidak memiliki toleransi.

Alain Prost Nilai Laurent Rossi Ingin Jalankan Alpine Sendiri

Senin (17/1/2022) lalu, Alai Prost resmi meninggalkan posisinya sebagai konsultan khusus Tim Alpine F1. Kontrak juara dunia F1 empat kali (1985, 1986, 1989 1993) itu harus angkat kaki setelah kontraknya tidak diperpanjang.

Seperti dikutip media terkemuka negaranya, Prancis, L’Equipe, pria 66 tahun itu mengaku dirinya tidak masalah tak lagi di Alpine. Namun, proses dan cara dirinya pergi yang membuatnya sangat kecewa.

“Saya sangat kecewa dengan cara berita ini disebarkan. Sebelumnya sudah kami sepakati bila pengumuman ini bersama tim Alpine,” tutur pemenang 51 Grand Prix dalam 199 start antara 1980-1991, 1993 tersebut.

“Tidak ada rasa hormat, maaf! Saya menolak tawaran untuk musim 2022 saat digelarnya GP Abu Dhabi karena hubungan personal, dan saya ternyata benar. Untuk semua tim di Enstone (pabrik pembuat sasis di Inggris) dan Vyry-Chattilon (mesin, Prancis), saya akan merindukan kalian semua.”

Kepada L’Equipe, Prost mengungkapkan spesifik terhadap siapa dirinya memiliki masalah pribadi. Ya, siapa lagi jika bukan CEO Alpine F1 Laurent Rossi.

Laurent Rossi, CEO, Alpine F1, saat jumpa pers bersama seluruh prinspal tim menjelang F1 GP Prancis 2021.

Laurent Rossi, CEO, Alpine F1, saat jumpa pers bersama seluruh prinspal tim menjelang F1 GP Prancis 2021.

Foto oleh: FIA Pool

“Saya tidak dilibatkan dalam pembuatan keputusan-keputusan tim. Kadang saya tidak setuju dengan keputusan-keputusan tersebut. Tetapi, saya harus mewakili tim secara resmi untuk mengumumkannya di depan publik,” ucap Prost.

Prost memang sangat kecewa karena menurut pengakuannya, sebagai anggota dewan pengawas tim, dirinya hanya diberi tahu sejumlah keputusan tertentu, itu pun pada saat-saat terakhir.

“Jika mereka tidak mau mendengarkan saya, tidak masalah. Tetapi paling saya diinformasikan lebih cepat untuk memberi waktu berpikir. Ini masalah respek. Hubungan kami hari demi hari menjadi makin sulit,” tutur Prost.

“Laurent Rossi ingin mengendalikan sendiri Alpine, tidak dibatasi siapa pun. Di Qatar, ia bilang sendiri sudah tidak membutuhkan nasihat. Tetapi, ia masih menawari saya kontrak di Abu Dhabi, yang kemudian saya tolak.”

Alain Prost menekankan bila dirinya masih sangat percaya dengan proyek Alpine ini. Proyek ambisius ini menurutnya memotivasi seluruh staf dan kru di tim.

Baca Juga:

“Tetapi, saya melihat ada indikasi memarginalisasi peran beberapa orang. Laurent Rossi ingin hanya dirinyalah yang menjadi pusat perhatian,” kata Prost.

Lebij jauh Alain Prost juga mengungkapkan kekecewaan terkait cara Alpine melakukan perubahan. Tim ini, menurutnya, akan segera mendapatkan sejumlah kepala divisi baru.

“Jika Otmar Szafnauer (mantan Prinsipal Tim Aston Martin) datang, itu bagus. Saya sangat menghormatinya. Namun jangan pernah lupakan bila kerja keras yang sesungguhnya adalah para tenaga ahli di Viry dan Enstone yang tak kenal lelah bekerja untuk proyek ini,” ucap Prost.

“Saya tidak masalah dengan adanya perubahan. Tetapi, yang tidak saya suka adalah tidak adanya respek untuk orang di sini. Karena alasan kemanusiaanlah maka saya sangat mencintai sebuah tim balap.”

Kepergian Alain Prost dari Alpine memang mengejutkan.Pasalnya, sepekan lalu Direktur Eksekutif Alpine Marcin Budkowski juga memutuskan hengkang.

 

 

 

dibagikan
komentar

Mercedes Sudah Tetapkan Waktu Presentasi W13

Podcast: Prediksi dan Ekspektasi untuk Musim Balap 2022