Red Bull heran dengan strategi yang dipilih oleh Ferrari

Usai balapan GP Jepang, Red Bull heran dengan strategi yang dipilih oleh Ferrari. Mereka menganggap, strategi yang digunakan oleh Ferrari justru membuyarkan peluang podium pabrikan Italia tersebut.

Pada fase awal balapan, Sebastian Vettel telah berhasil menempati posisi ketiga – di depan Lewis Hamilton. Namun Ferrari memilih strategi yang mengharuskan pembalap Jerman itu menjalani stint tengah yang panjang sebelum berganti ke kompon soft untuk stint terakhir.

Strategi tersebut membuka jalan bagi Hamilton yang berhasil melakukan undercut dan pada akhirnya dapat bersaing melawan Max Verstappen untuk memperebutkan posisi kedua. Sementara Vettel, hanya mampu finis di peringkat keempat.

Saat dimintai komentar terkait strategi yang digunakan oleh Ferrari, Horner berkata: “Kami sebenarnya sempat memikirkan strategi seperti itu. Namun kami berpikir, begitu kami terkena undercut, maka kami harus mencoba sesuatu yang berbeda. Jadi kami memilih untuk melakukan stint yang lebih lama. Tetapi ban kami cepat sekali ausnya, hingga kami berpikir kami tidak dapat menyelesaikan balapan dengan ban soft.

“Jadi kami mulai mempertimbangkan untuk menggunakan ban hard. Tetapi yang membuat saya terkejut, Sebastian justru menggunakan ban soft, saat ia sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyalip Max di sisa 19 putaran. Jadi, ya, [strategi Ferrari] itu cukup mengejutkan saya.”

Menurut Horner, dirinya terkejut dengan pilihan strategi Ferrari, mengingat mobil rival mereka tersebut tampil lebih kencang di sirkuit Suzuka.

“Dari segi laju, sebenarnya mereka [Ferrari] tampil cukup kuat minggu ini [minggu lalu], dan menurut saya pribadi, mereka sedikit lebih kuat dibandingkan kami,” ujarnya. “Sirkuit ini adalah sirkuit yang cukup bergantung pada kekuatan mesin.

“Jadi saya cukup senang kami dapat mengonversi posisi grid kami menjadi raihan poin yang positif. Secara strategi, kami juga tampil lebih kuat. Kami dapat memaksimalkan posisi yang ditempati oleh Max sepanjang balapan.”

“Ia membalap dengan matang, dan kami sebenarnya memperkirakan Ferrari sebagai mobil yang akan memberikan tekanan kepada Max di penguhujung balapan.

“Tetapi mereka memilih strategi yang lain, dan pada akhirnya, justru mobil Lewis yang memberikan kami tekanan, dan bukan Seb.”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Jepang
Trek Suzuka
Tim Ferrari , Red Bull Racing
Tipe artikel Breaking news