Sainz Ungkap Alasan Kurang Yakin di Hungaria

Musim ini, para pembalap Tim Scuderia Ferrari cukup bagus di trek-trek lambat. Tetapi, Carlos Sainz masih kurang percaya diri di Grand Prix Hungaria nanti.

Sainz Ungkap Alasan Kurang Yakin di Hungaria

Musim ini, Charles Leclerc mampu merebut pole position di Sirkuit Monaco yang berkarakter sangat lambat. Kendati tidak bisa start karena problem teknis, rekan setimnya, Carlos Sainz berhasil finis kedua di GP Monaco, 23 Mei lalu.

Hal yang sama terjadi pada lomba berikutnya, seri keenam Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, GP Azerbaijan. Leclerc kembali merebut pole kendati hanya mampu finis di P5 setelah lomba restart pada lap 50 (dari 51). Sainz sendiri finis kedelapan.

Dari dua lomba di atas terbukti Ferrari SF21 mampu cepat di trek lambat seperti Monaco. Race pace mereka di sektor lambat Baku Street Circuit semakin menegaskan bila Ferrari SF21 pantas disebut spesialis sirkuit lambat.

Kendati demikian, Sainz memiliki analisis tersendiri mengapa dirinya belum begitu yakin dengan performa Ferrari SF21 di Sirkuit Hungaroring, salah satu trek berkarakter lambat di F1, yang akan menggelar GP Hungaria pada akhir pekan ini (30/7 – 1/8/2021).

Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21

Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

“Dengan mobil (aturan teknis) saat ini, banyak tikungan di Hungaroring berubah menjadi medium ke cepat,” tutur Sainz tentang 14 tikungan di trek sepanjang 4,381 km tersebut.

“Di Monaco atau Baku, tikungan-tikungannya bisa Anda libas pada gigi dua atau tiga. Di Budapest, di sektor tengah (kedua) saat ini Anda bisa melibasnya pada posisi gear empat atau lima karena jumlah downforce mobil saat ini (dikurangi sekira 10%).”

Dengan aturan teknis saat ini, menurut Carlos Sainz, sebenarnya tidak ada lagi istilah sirkuit lambat maupun cepat di Formula 1. Ferrari, menurutnya, tidak akan diuntungkan di Hungaria nanti karena selama inidikenal sebagai trek lambat.

“Saya tak yakin trek ini bagus buat kami. Namun, saya percaya kami memiliki peluang yang lebih besar untuk mendekati Mercedes dan Red Bull,” ucap pembalap asal Spanyol tersebut.

“Tetapi, analisis data downforce masih akan sangat menentukan di Hungaria. Yang pasti, Mercedes dan Red Bull jelas masih akan di depan kami.”

Baca Juga:

Dalam 35 kali GP Hungaria digelar sejak 1986, Ferrari berhasil memenangi tujuh kali, sama dengan Williams, dan hanya kalah dari McLaren (11). Kemenangan terakhir Ferrari di Hungaroring terjadi pada 2017 lewat Sebastian Vettel.

Dari enam kali turun di Hungaroring, hasil terbaik Carlos Sainz adalah finis P5 pada 2019 (bersama McLaren). Ia hanya sekali tidak mampu merebut poin karena retired. Tahun lalu, saat masih membela McLaren, Sainz finis di P9.

Adapun Charles Leclerc baru tiga kali turun di GP Hungaria. Hasil terbaiknya adalah finis P4 pada 2019. Sedangkan pada dua lainnya ia tidak mampu merebut poin setelah retired pada 2018 dan finis P11 tahun lalu.

Menjelang GP Hungaria, Carlos Sainz berada di peringkat ketujuh klasemen dengan 68 poin dan tertinggal 12 angka dari Charles Leclerc yang tepat berada di atasnya.

 

 

dibagikan
komentar
Brown Yakin Sponsor Senang Mesin Mobil F1 Lebih Berisik

Artikel sebelumnya

Brown Yakin Sponsor Senang Mesin Mobil F1 Lebih Berisik

Artikel berikutnya

Mercedes Disinyalir Belum Tentukan Rekan Hamilton untuk 2022

Mercedes Disinyalir Belum Tentukan Rekan Hamilton untuk 2022
Muat komentar