Siasati Perubahan Regulasi, Alpine F1 Pasang Airbox Jumbo

Alpine F1 menimbulkan kehebohan pada tes pramusim Formula 1, Jumat (12/3/2021), di Sirkuit Sakhir, Bahrain. A521 keluar dari paddock dengan airbox jumbo dan penutup mesin besar.

Siasati Perubahan Regulasi, Alpine F1 Pasang Airbox Jumbo

Tim yang dulu bernama Renault tersebut tampaknya ingin tampil beda. Di saat para pesaingnya berlomba merampingkan kemasan pembungkus komponen power unit, Alpine malah kembali ke era ’70-an.

Sebenarnya, struktur airbox dan roll over A521 tidak berubah dibandingkan RS19 atau RS20. Namun, konstruksi di belakang ukurannya membesar. Alasan mereka untuk mengantisipasi perubahan regulasi yang meminta agar lantai dipersempit dan saluran rem belakang serta bagian bawah diffuser strake dipotong.

Alpine A521 cover

Alpine A521 cover

Photo by: Alpine

Renault R.S.20

Renault R.S.20

Photo by: Renault

Tim-tim lain mendorong dan mengembangkan pengaturan sidepod gaya bilas bawah, yang mana menghasilkan aliran udara bergerak di atas sidepod dan bertemu dengan lantai secepat mungkin.

A521 memiliki pengaturan lebih mendekati era prahibrida. Mereka memotong bagian depan bawah dan sidepod waisted lebih tinggi. Ini menciptakan ruang lebih besar antara sidepod dan lantai agar tim dapat mengatasi problem yang timbul akibat regulasi baru.

Esteban Ocon, Alpine A521

Esteban Ocon, Alpine A521

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Bagaimanapun, untuk mencapai tujuan aerodinamika, tim harus memikirkan lagi arsitektur pendingin mobil. Akibatnya, radiator dan perangkat keras lain yang ada di dalam sidepod diposisikan ulang.

Selama beberapa tahun tersebut, Renault menempatkan perangkat keras yang dikemas di sekitar power unit karena susunan paket pendingin. Tapi dengan lebih banyak perangkat keras yang harus ditangani, area tersebut meningkat secara dramatis dalam hal ukuran.

Tim Renault F1 pemasangan power unit R.S.19

Tim Renault F1 pemasangan power unit R.S.19

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Pada dasarnya, modifikasi akibat perubahan aturan dan itu cara Alpine mengatasi masalah ini, sambil mencoba memulihkan performa sebanyak mungkin tanpa merusak kinerja secara keseluruhan.

Terlepas dari alasan teknik di balik perubahan, mudah membuat perbandingan dengan beragam perbedaan airbox dan solusi penutup mesin di F1 masa lalu.

Jacques Laffite, Ligier JS5 Matra

Jacques Laffite, Ligier JS5 Matra
1/5

Foto oleh: Sutton Images

When you think of jumbo airboxes in Formula One you can’t really think past the Ligier JS5 to be honest.

Jacques Laffite, Ligier JS5 Matra

Jacques Laffite, Ligier JS5 Matra
2/5

Foto oleh: Ercole Colombo

Here it is from the side...

Emerson Fittipaldi, McLaren M23

Emerson Fittipaldi, McLaren M23
3/5

Foto oleh: Ercole Colombo

McLaren’s M23 with a high airbox solution which was latterly banned.

Lotus 72D 1972 airbox detail

Lotus 72D 1972 airbox detail
4/5

Foto oleh: Giorgio Piola

The Lotus 72 with the bullet shaped airbox.

Mercedes W01 airbox comparison, full blade design used at this race, rather than compromises inset

Mercedes W01 airbox comparison, full blade design used at this race, rather than compromises inset
5/5

Foto oleh: Giorgio Piola

The other end of the spectrum - Mercedes used a blade roll over structure and very small inlets beside it on its W01.

Baca Juga:

dibagikan
komentar

Video terkait

Tsunoda Puas dengan Hasil Tes

Artikel sebelumnya

Tsunoda Puas dengan Hasil Tes

Artikel berikutnya

Leclerc Waspadai Kekuatan Sainz

Leclerc Waspadai Kekuatan Sainz
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Alpine
Tag f1 , formula 1 , alpine f1
Penulis Matt Somerfield