Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
66 hari
MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
73 hari
Formula E WRC
R
Rally Sweden
11 Feb
Dibatalkan
WEC
R
Sebring
17 Mar
Dibatalkan
R
Spa-Francorchamps
29 Apr
Event berikutnya
59 hari
Selengkapnya:

Ini Alasan Jack Doohan Idolakan Schumacher

Alih-alih mengidolakan Mick Doohan, pembalap Formula 3, Jack Doohan mengaku jadi penggemar berat Michael Schumacher. Preferensi timbul karena satu kebaikan yang dilakukan legenda Formula 1 terhadapnya.

dibagikan
komentar
Ini Alasan Jack Doohan Idolakan Schumacher

Mick Doohan menjadi tokoh terkemuka ajang MotoGP karena mampu merebut lima titel juara dunia kelas 500cc dan 54 kemenangan di grand prix. Talenta balap diturunkan pria Australia itu kepada putranya.

Meski diarahkan untuk menggeluti balap motor, Jack kecil cenderung tertarik pada mobil dan mendapatkan go-kart pertama di usia tiga tahun. Itu adalah kado dari Schumacher, yang berteman baik dengan ayahnya.

Sejak saat itu, ia menjadikan pembalap Jerman tersebut sebagai idola, selain karena prestasi mentereng Schumi bersama Ferrari.

“Pahlawan saya adalah Michael Schumacher. Saya sangat beruntung ayah dan Michael berteman. Sesekali Michael mengunjungi rumah kami di Australia dan dia akan menginap. Ketika mereka berdua tinggal di Monte Karlo, mereka adalah tetangga,” ujar Doohan dikutip Speedweek.

“Saat saya berusia tiga tahun, Michael memberi saya dan kakak perempuan saya, go-kart pertama kami. Sungguh luar biasa apa yang sudah dicapai Michael dalam kariernya, keseluruhan mentalitasnya impresif, itu kenapa saya memandangnya seperti itu (sebagai idola).

“Michael dan ayah saya sangat mirip dalam hal ini. Ayah juga membangun karier dari nol, mereka sukses sejauh ini karena dedikasi dan etos kerja. Menurut saya, itu mengagumkan.”

Baca Juga:

Walau tak mengidolakan ayahnya, Doohan sangat menghormatinya karena dibebaskan memilih apa yang dia suka. Termasuk, tidak memaksa untuk terjun ke balap motor.

Mick bahkan mendukung putranya kala berlomba di go-kart meski lokasi balapan sangat jauh dari rumahnya.

“Saya tumbuh dengan motor karena ayah tentu saja. Hidup saya berputar antara motor dan motocross. Ayah adalah juara dunia lima kali, tapi tak pernah ada paksaaan darinya,” remaja 18 tahun itu mengisahkan.

“Saya balapan dengan go-kart saat usia saya tujuh tahun. Saya tinggal di Queensland, tapi balapan diselenggarakan di New South Wales, di sisi lain perbatasan Australia. Saya dipangku. Tapi bukan berarti saya putus asa, pekan setelah itu, saya menang untuk pertama kalinya.”

Usai menguasai ajang balapan domestik, pada 2018, ia mengejar karier ke Eropa. Berkat program pembalap muda Red Bull Junior, Doohan ikut serta dalam Formula 4 Inggris, Italia dan Jerman. Tahun berikutnya, ia jadi runner-up Formula 3 Asia dan dipertahankan pada 2020.

Setelah itu, ia mencicipi Formula 3 dengan HWA Racelab. Sayang, debutnya berakhir mengecewakan karena selalu pulang dengan tangan hampa.

Terlepas dari rapor mengecewakan, Doohan masih diberi kesempatan oleh Trident untuk kembali berlaga di level itu musim 2021.

“Saya paling nyaman ketika membalap di tikungan kecepatan tinggi. Bagaimanapun mereka tampak cocok dengan saya. Ketika saya melihat kembali musim pertama di Formula 3, saya harus menyalahkan diri sendiri,” ia mengungkapkan.

“Tapi saya suka tanjakan cepat karena saya punya gaya balap yang lembut. Trek lambat, seperti sektor 3 di Barcelona, bukan kekuatan saya. Saya harus bekerja keras untuk itu.”

Putra Mick Doohan Direkrut Trident untuk Tampil di F3 2021

Artikel sebelumnya

Putra Mick Doohan Direkrut Trident untuk Tampil di F3 2021

Artikel berikutnya

Kisah Desain Helm David Schumacher

Kisah Desain Helm David Schumacher
Muat komentar