Formula 1
R
F1 GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
23 hari
MotoGP
04 Apr
Event selesai
12 Mei
Event berikutnya
30 hari
Formula E WRC
22 Feb
Event berikutnya
9 hari
WEC
R
Sebring
17 Mar
Dibatalkan
29 Apr
Event berikutnya
16 hari
Selengkapnya:

Kecelakaan mengerikan Floersch bukan salah trek Makau

Bos tim yang diperkuat Sophia Floersch, Frits van Amersfoort, menilai kecelakaan parah yang dialami pembalapnya tersebut bukan disebabkan oleh karakteristik sirkuit jalanan Guia, Makau.

Kecelakaan mengerikan Floersch bukan salah trek Makau

Pada balapan GP Makau hari Minggu (18/11), Floersch kehilangan kendali mobilnya dalam kecepatan tinggi. Ia kemudian melindas kerb di tikungan Lisboa yang membuat mobilnya terpental ke udara.

Baca Juga:

Setelah melayang menembus pagar pembatas, mobil Floersch menabrak keras bangunan temporer yang menjadi tempat untuk para fotografer.

Namun, van Amersfoort menilai kecelakaan parah yang dialami pembalap berumur 17 tahun itu bukan disebabkan oleh karakteristik sirkuit jalanan Guia, Makau.

"Saya pikir kecelakaan ini tidak berkaitan dengan [karakteristik trek] Makau," kata van Amersfoort kepada Motorsport.com.

"Jika kita kembali ke Makau tahun depan, ya saya akan sedikit takut, tapi kecelakaan ini bisa terjadi di mana saja.

"Kita juga balapan di Pau dan F1 juga menyambangi sirkuit-sirkuit jalanan. Makau adalah trek yang istimewa, semua orang tahu itu.

"Semua orang sadar dengan bahayanya, tapi pembalap-pembalap juga mengatakan bahwa Makau adalah trek terindah di dunia."

Van Amersfoort mengaku sempat khawatir kecelakaan Floersch disebabkan oleh masalah mekanis pada salah satu mobilnya.

"Ketika kami tahu nyawanya tidak terancam, kami kemudian menganalisis apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.

"Awalnya saya khawatir karena sempat ada rumor yang mengatakan rem tidak berfungsi. Tapi perlahan-lahan kami mulai tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Terkadang kita suka memandang rendah media sosial. Tapi sekarang kami sadar, tanpa kehadiran media sosial, akan ada banyak informasi yang tidak kita ketahui.

"FIA mengambil rekaman video dari kamera onboard milik Sophia dan pembalap-pembalap yang berada di sekitarnya. Jadi sepertinya kami tidak akan mendapat banyak bantuan dari mereka. Baru hari ini kami tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

"Kesimpulannya hanya satu: Puji Tuhan mereka semua dinaungi malaikat, karena ini bisa saja berakhir lebih buruk."

Mengalami cedera patah tulang belakang, Floersch sukses menjalani operasi pada hari Senin (19/11) dan kini masih dalam pemulihan di rumah sakit.

"Fungsi saraf vitalnya beraksi dengan baik, oleh karena itu ini menjadi awal positif dalam pemulihannya," tulis timnya dalam pernyataan resmi.

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
1/10

Foto oleh: Fabian Werner

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
2/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
3/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
4/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
5/10

Foto oleh: James Gasperotti / Motorsport Images

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
6/10

Foto oleh: Contributed

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
7/10

Foto oleh: Contributed

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing

Sophia Flörsch, Van Amersfoort Racing
8/10

Foto oleh: Contributed

Suasana trek usai kecelakaan

Suasana trek usai kecelakaan
9/10

Foto oleh: Jon Noble

Suasana trek usai kecelakaan

Suasana trek usai kecelakaan
10/10

Foto oleh: Jon Noble

dibagikan
komentar
Floersch sukses jalani operasi tujuh jam

Artikel sebelumnya

Floersch sukses jalani operasi tujuh jam

Artikel berikutnya

FIA luncurkan mobil baru F3

FIA luncurkan mobil baru F3
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan GP3
Event GP Makau
Pembalap Sophia Flörsch
Tim Van Amersfoort Racing
Penulis Pablo Elizalde