Duel Bakal Ketat di Double-Header F2 GP Bahrain

Kejuaraan Formula 2 2020 menuju Bahrain, akhir pekan ini (27-29/11/2020). Persaingan perebutan gelar juara dunia pembalap kian ketat menjelang dua balapan terakhir beruntun di sirkuit yang sama (double-header), Bahrain International Circuit.

Duel Bakal Ketat di Double-Header F2 GP Bahrain

Setelah 10 putaran (20 race), Formula 2 2020, publik akan kembali disuguhkan persaingan ketat di ajang balap mobil kursi tunggal (single seater) yang hanya satu tingkat di bawah Formula 1 itu.

Menjelang dua lomba terakhir, Sakhir I dan Sakhir II, di Sirkuit Internasional Bahrain, akhir pekan ini dan awal Desember nanti, Mick Schumacher masih memimpin klasemen dengan 191 poin.

Pembalap Tim Prema Racing itu melakukannya setelah memenangi feature race di Sochi, Rusia. Itu menjadi kemenangan kedua feature race yang direbut putra juara dunia F1 tujuh kali, Michael Schumacher, tersebut di F2 musim ini setelah Monza, Italia.

Di klasemen pembalap, Mick Schumacher unggul 22 poin atas Callum Ilott (UNI-Virtuosi) di posisi kedua dan 44 poin atas Yuki Tsunoda (Carlin) di peringkat ketiga. Di posisi keempat, Christian Lundgaard (ART Grand Prix) hanya terpaut 46 poin dari Mick.

Sementara, Robert Shwartzman (Prema Racing) ada di posisi kelima kendati poinnya sama banyak dengan peringkat keenam, Nikita Mazepin (Hitech Grand Prix), 140.

Di klasemen tim, Prema Racing masih teratas (331 poin) dan unggul 42,5 poin dari UNI-Virtuosi (288,5) di posisi kedua Hitech Grand Prix (244) di posisi ketiga di depan ART Grand Prix (183) dan Carlin (183) di dua balapan tersisa.

Lomba F2 sangat sulit ditebak. Lihat saja yang terjdi pada seri sebelumnya di Sochi, akhir September lalu. Luca Ghiotto (Hitech Grand Prix) tercepat di sesi latihan bebas (Free Practice/FP).

Baca Juga:

Duet Tim Carlin, Tsunoda dan Jehan Daruvala di belakang Ghiotto hanya terpaut 0,1 detik. Namun, Tsunoda dan Daruvala mampu melesat di kualifikasi untuk memastikan grid terdepan diisi pembalap Carlin. Tsunoda saat itu hanya unggul 0,006 detik atas rekan setimnya.

Tsunoda start bagus di feature race tetapi tidak mampu menahan kecepatan Mick dan harus puas finis di posisi ketiga. Pada lomba sprint race, Guanyu Zhou (UNI-Virtuosi) di luar dugaan mampu menjadi yang tercepat di sprint race, sehari kemudian.

“Saya belum pernah mengendarai mobil F2 lagi setelah lomba di Rusia. Namun saya sempat beberapa kali menguji mobil F1. Saya akan menggunakan hasil tes itu agar mampu lebih cepat pada lomba F2 nanti,” tutur Tsunoda.

Pembalap Tim Carlin, Yuki Tsunoda, sudah memiliki modal untuk turun di lomba F2 di Bahrain.

Pembalap Tim Carlin, Yuki Tsunoda, sudah memiliki modal untuk turun di lomba F2 di Bahrain.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Sirkuit Bahrain, menurut Tsunoda, agak berpasir sehingga menurunkan daya cengkeram ban (grip). Tapi secara keseluruhan sirkuit ini bagus.

“Teknik pengereman berperan vital di sirkuit ini. Bagusnya, itu salah satu kekuatan saya. Saya tidak sabar untuk segera turun di Bahrain,” kata Tsunoda, pembalap asal Jepang, 20 tahun, yang masuk Honda Formula Dream Project dan Red Bull Junior Team.

Bahrain dikenal sebagai salah satu sirkuit sulit yang butuh kemampuan bagus dari pembalap untuk mengatur level keausan ban (tyre management). Di Bahrain, ban belakang lebih mudah selip karena kecilnya traksi.

“Silverstone (Inggris) tidak ramah untuk bagian depan mobil hingga mudah understeer. Bahrain sebaliknya. Bagian belakang sangat gampang kehilangan grip. Jadi, butuh gaya dan teknik balap berbeda untuk turun di Bahrain,” kata Tsunoda.  

dibagikan
komentar
F2 GP Sakhir I: Sean Gelael Tak Mau Sekadar Turun

Artikel sebelumnya

F2 GP Sakhir I: Sean Gelael Tak Mau Sekadar Turun

Artikel berikutnya

Mick Schumacher Bisa Pastikan Gelar F2 di Sakhir I

Mick Schumacher Bisa Pastikan Gelar F2 di Sakhir I
Muat komentar