MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
67 hari
Selengkapnya:

Didukung Penuh Ducati, Bastianini Siap Berikan yang Terbaik

Enea Bastianini telah resmi menjadi pembalap MotoGP usai diperkenalkan Avintia Esponsorama Racing sebagai bagian dari skuad mereka untuk musim 2021.

Didukung Penuh Ducati, Bastianini Siap Berikan yang Terbaik

Datang ke MotoGP dengan status juara dunia Moto2 2020, Bastianini termotivasi memberikan  yang terbaik demi bisa meramaikan persaingan di barisan terdepan.

Bastianini sebenarnya hampir dipromosikan ke kelas premier tahun lalu. Tetapi, Ducati lebih memilih menempatkan Johann Zarco di Avintia Racing, bahkan mengikat kerja sama untuk menjadikan mereka tim satelit.

Kendati demikian, penantian Bastianini tak sia-sia. Kesuksesan merengkuh titel mengantarkannya menembus MotoGP tahun ini. 

Dan kini, usai resmi jadi pembalap MotoGP, pembalap muda Italia itu pun mengaku sangat gembira dan tak sabar untuk segera menjajal tunggangan barunya, Desmosedici GP19.

Bagaimana kesan pertama Anda ketika melihat motor ini? Seperti apa hubungan Anda dengan Luca (Marini, rekan setim)?

"Kesan pertama saya terhadap motor ini tak diragukan lagi sangat positif. Sebenarnya, motor tidak sepenuhnya sama seperti yang Anda lihat (perilisan menggunakan motor replika).

"Hubungan saya dengan Luca sangat baik. Kami bersaing sengit dalam memperebutkan gelar, tapi kami saling menghargai."

Apakah Anda sudah berbicara dengan kepala teknis Anda? Apa yang kalian bicarakan?

"Saya sudah mengenal kepala teknis tim, dan kami sudah bertemu tiga kali. Bahkan sebelum aturan pembatasan baru dilakukan kami sempat melakukan pertemuan dan menuliskan tentang program kami. Kesannya sungguh positif. Dia masih muda, tetapi Anda dapat melihat bahwa dia sudah memiliki banyak pengalaman dengan motor itu dan dapat mengajari saya banyak hal karena dia telah bekerja dengan pembalap yang menurut saya sangat bagus, terutama dalam hal setting motor. Saya yakin bisa belajar darinya."

Seperti apa ekspektasi Anda terhadap motor karena Anda belum pernah melakukan tes sebelumnya?

"Ekspektasinya tak terlalu tinggi. Ini motor baru bagi saya, dan saya akan berusaha memahami bagaimana cara kerjanya. Namun, di atas segalanya, beradaptasi dengan cara kerja baru sangat penting. Akan ada lebih banyak pekerjaan pada sistem elektronik dan banyak hal yang perlu diperbaiki, begitu juga memahami cara kerja ban.

"Saya pikir, akan membutuhkan sedikit untuk beradaptasi. Tapi saya sangat senang, tak sabar untuk segera memulainya. Sayangnya, kami belum bisa melakukan tes, namun kami akan melakukan segalanya untuk lebih siap menghadap tes Qatar."

Adakah yang berubah dalam persiapan kondisi fisik? Apakah Anda mengubah pola diet?

"Saya mencoba bekerja lebih keras dari sebelumnya. Saya tidak hanya berlatih di pusat kebugaran, tapi juga bersepeda. Saya juga latihan motocross di dirt track dua kali dalam sepekan selama dua tahun terakhir. Ada banyak hal yang perlu dipelajari karena disiplin yang berbeda. Tapi, saya sangat menyukainya.

"Untuk nutrisi, saya seorang pembalap bertubuh kecil, jadi saya akan berusaha menjaga massa otot karena harus terbiasa dengan bobot motor. Namun saya belum tahu apa yang harus dilakukan karena belum mencoba motor."

Selama 12 hari di Qatar, berada di trek yang sama untuk tes dan balapan, apakah itu akan memberi keuntungan bagi Anda untuk tampil kencang di atas motor baru?

"Mungkin itu akan memberi keuntungan, meski bukan hal yang bagus untuk selalu berada di trek yang sama. Saya lebih senang berada di trek berbeda. Sayangnya, kami tidak bisa melakukannya saat ini. Tapi, menurut saya, kami akan memiliki lebih banyak pengalaman di sana."

Juara dunia Moto2 2019, Alex Marquez, meraih dua podium dalam musim debutnya di MotoGP, apakah itu memberi tekanan kepada Anda?

"Tentu saja tidak, karena setiap pembalap punya keunikan tersendiri. Mungkin saya akan membutuhkan waktu lebih lama atau lebih cepat dalam beradaptasi. Jadi, itu tidak akan memberikan tekanan kepada saya.

"Saya hanya ingin berkendara, bersenang-senang dan kami berharap hasil baik akan datang kepada kami. Tapi jika itu tidak datang pada tahun pertama, saya akan berkonsentrasi untuk memahami apa yang bisa dilakukan dalam tahun kedua."

Seberapa emosional Anda menanggapi masa transisi ke MotoGP?

"Jelas, saya sangat emosional dengan perubahan ini dan semangat saya juga lebih besar. Di awal tahun ini juga tidak akan ada Marc Marquez dan kami akan melihat sejauh mana kekuatan kami. Tapi ada banyak pembalap yang terlibat persaingan ketat di masa lalu, seperti Joan Mir, Pecco, Jack Miller, dan Alex Marquez.

"Saya akan menghadapi mereka yang jauh lebih berpengalaman. Jadi, mereka akan berada di depan kami dan kami bisa belajar banyak dari mereka."

Apakah Anda merasa rivalitas di Moto2 bisa berlanjut di MotoGP?

"Pada akhirnya, jika muncul persaingan seperti di masa lalu, itu karena kami bisa membuat perbedaan. Tetapi belum tentu persaingan hebat selalu muncul. Dalam beberapa tahun terakhir semuanya telah disamaratakan, mulai dari motor hingga tim, terlepas dari pembalap. Jadi, saya berharap bisa menjadi protagonis juga di MotoGP. Namun, ada banyak pembalap kuat dan sekarang juga tergantung pada ban dan bagaimana pendekatan Anda terhadap tim."

Apakah Anda khawatir dengan kebiasaan Ducati yang kerap mengganti pembalap?

"Jujur saya tidak tahu. Saya pikir MotoGP adalah kategori yang paling sulit di kejuaraan, tapi saya tidak khawatir. Mungkin saya salah, tapi saya pikir Ducati telah melakukan beberapa perubahan untuk sebuah alasan dan fokus pada pembalap muda. Saya tidak merasa mereka ingin menjatuhkan kami.

"Namun, dalam kehidupan jangan pernah mengatakan tidak. Jika mereka fokus pada kami, itu berarti kami harus percaya diri dan saya berharap memiliki peluang untuk melakukan pekerjaan bagus."

dibagikan
komentar
Marini Ragu Bisa Kalahkan Rossi

Artikel sebelumnya

Marini Ragu Bisa Kalahkan Rossi

Artikel berikutnya

Mir Tetap Waspada meski Sudah Adaptasi dengan Pandemi

Mir Tetap Waspada meski Sudah Adaptasi dengan Pandemi
Muat komentar