Engineer F1: Aerodinamika Ducati menghasilkan downforce

dibagikan
komentar
Engineer F1: Aerodinamika Ducati menghasilkan downforce
Oleh:
19 Mar 2019 12.16

Perangkat aerodinamika di swing arm belakang Desmosedici GP19 menghasilkan downforce. Hal ini diungkapkan mantan engineer Ferrari, Toni Cuquerella.

Honda, Aprilia, Suzuki dan KTM memprotes serta mempertanyakan legalitas komponen baru Ducati usai gelaran MotoGP Qatar. Walau skuat Borgo Panigale menegaskan fungsi utamanya untuk mendinginkan ban belakang, tetapi rival tetap meyakini perangkat itu menghasilkan downforce tambahan.

Protes yang diajukan keempat pabrikan telah ditolak, dan kini semua pihak yang terlibat menunggu hasil keputusan Pengadilan Banding FIM – bakal diumumkan sebelum balapan di Termas de Rio Hondo akhir bulan ini.

Motorsport.com bertanya kepada Cuquerella, juga meminta untuk menganalisis perangkat aerodinamika Ducati. Ia meyakini, serta tidak diragukan lagi, komponen anyar menciptakan beban aerodinamika.

“Sudah jelas bahwa winglet Ducati menghasilkan downforce. Pertama-tama, karena bagian apa pun yang mengekspos cara seseorang menghasilkannya, itu bahkan dapat membantu mengurangi hambatan motor,” paparnya.

“Anda juga harus ingat, efek yang diciptakan memiliki dampak langsung pada bagian belakang. Karena itu melekat pada swing arm, aliran udara tidak boleh lewat melalui bagian lain dari motor.

“Masalahnya adalah cara aturan ditulis, Anda membuka kotak Pandora karena mungkin tidak ada cara spesifik untuk melarangnya.”

Baca Juga:

Cuquerella, kini menjabat Chief Engineer tim balap Formula E Mahindra Racing, menambahkan: “FIM sekarang harus mengklarifikasi situasi. Tampak jelas Ducati unggul dalam hal aerodinamika, dan bahwa mereka sangat pintar menafsirkan kekosongan dalam aturan.”

Pernyataan senada dilontarkan salah seorang anggota McLaren F1, yang enggan disebutkan namanya.

“Sudah jelas perangkat itu menghasilkan downforce. Mungkin kurang dari sayap di fairing, tapi tentu saja menghasilkan downforce,” ucap dia.

Fakta bahwa MotoGP Stewards Panel merujuk kasus aerodinamika Ducati ke Pengadilan Banding FIM merupakan pertanda atas kekacauan pada otoritas yang mengatur regulasi kejuaraan dunia Grand Prix.

“Di F1, aerodinamika telah memberikan dampak besar pada performa mobil selama 30 tahun terakhir. Di motor, dampaknya lebih kecil. Jadi wajar jika FIM tidak terbiasa berurusan dengan kecerobohan seperti ini,” tukas Cuquerella.

“Tetapi bahkan di F1 baru-baru ini ada kasus di mana celah dalam regulasi memungkinkan tim untuk menafsirkan aturan sedemikian rupa sehingga berhasil menggunakan sesuatu yang awalnya dilarang. Kita tidak bisa melupakan diffuser ganda Brawn GP dan Red Bull.”

Musim panas lalu, Komisi Grand Prix menyetujui aturan – ditentang oleh Ducati – yang bertujuan untuk menghentikan tim berinvestasi dalam pengembangan aerodinamika, serta memperlambat peningkatan biaya terkait hal tersebut.

Namun, perangkat aerodinamika yang melekat di swing arm Ducati dan dianggap tidak sesuai regulasi, membuka pintu bagi engineer pabrikan Italia untuk memperkenalkan komponen baru tanpa melanggar aturan.

“Ketika Ducati mengatakan kepada Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, bahwa fungsi utama perangkat bukan mengarahkan air keluar dari roda belakang, tetapi mendinginkan ban belakang, mereka berhasil membuatnya disetujui untuk balapan kering,” imbuh Cuquerella.

“FIM harus menulis ulang regulasi teknis, karena yang jelas tidak mungkin untuk mengambil komponen satu demi satu dari motor, dan menempatkannya di terowongan angin demi menghitung jumlah downforce yang dihasilkan dari setiap perangkat.

“Anda tidak dapat melarang komponen yang menghasilkan downforce jika Anda tidak dapat membuktikan itu menghasilkannya. Yang dapat Anda lakukan adalah menentukan beberapa dimensi dalam aturan.”

Baca Juga:

Ducati sendiri tetap yakin, perangkat aerodinamika di swing arm Desmosedici GP19 sesuai dengan regulasi, sembari mengatakan, pihaknya tidak akan memasangnya jika ada keraguan tentang legalitas.

“Kami tenang karena kami tahu telah mengikuti regulasi teknis,” tandas Direktur Olahraga, Paolo Ciabatti, kepada Motorsport.com di Qatar.

“Ada surat edaran yang didistribusikan kepada tim pada 2 Maret, yang dengan jelas menentukan bagaimana Anda bisa menggunakan deflektor jenis ini di bagian belakang motor.

“Jika kami menganggap elemen ini dapat menimbulkan risiko hukuman, kami tidak akan menjalankannya. Tapi tidak seperti itu.”

Slider
Daftar

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team

Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Ducati Team bike

Danilo Petrucci, Ducati Team bike
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Ducati Team

Danilo Petrucci, Ducati Team
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Ducati Team

Danilo Petrucci, Ducati Team
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jack Miller, Pramac Racing

Jack Miller, Pramac Racing
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jack Miller, Pramac Racing

Jack Miller, Pramac Racing
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati Team

Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati Team
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati Team

Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati Team
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati Team

Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati Team
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel berikutnya
Ducati angkat bicara lagi soal kasus aero

Artikel sebelumnya

Ducati angkat bicara lagi soal kasus aero

Artikel berikutnya

Honda tak terima kalah kencang dari Ducati

Honda tak terima kalah kencang dari Ducati
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Tim Ducati Team Belanja
Penulis Oriol Puigdemont
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru