Fabio Quartararo Bawa Momentum ke Assen

Juara dunia bertahan MotoGP, Fabio Quartararo, berpeluang besar mengulangi pencapaian di Sachsenring saat melawat ke TT Circuit Assen akhir pekan ini.

Fabio Quartararo Bawa Momentum ke Assen

Usai terseok pada seri pembuka Qatar, El Diablo berhasil memperlihatkan tren positif ketika rangkaian balap Grand Prix memasuki Benua Eropa. Sejauh ini, tiga kemenangan sudah dikantongi oleh sang andalan pabrikan Yamaha.

Assen yang berkarakter fast and flowing bakal menguntungkan kekuatan corner speed YZR-M1. Ditambah, trek berjuluk The Cathedral itu merupakan sirkuit favorit Quartararo. Peluang menang #20 pun jelas terbuka begitu lebar.

Sejak melakoni debut kelas MotoGP, Quartararo tak pernah finis di luar empat besar. Musim 2019, dia berhasil finis ketiga. Sedangkan tahun lalu, pemuda asal Prancis itu sukses mencatatkan kemenangan perdananya di Assen.

Menengok jejak rekamnya semasa berkompetisi dalam kategori Moto3 serta Moto2, Quartararo hanya sekali mengalami kegagalan finis, yakni pada 2016. Sisanya, selalu amankan dua besar, walau pengecualian P9 tahun 2017.

“Saya sangat gembira dengan kemenangan di Sachsenring. Saya membalap dengan baik di Barcelona, ​​tetapi di satu sisi Sachsenring bahkan lebih baik karena saya melakukannya saat merasa tidak enak badan,” ucapnya mengutip laman Yamaha.

“Saya menikmati beberapa hari istirahat dan sekarang saya merasa lebih baik lagi, jadi saya siap untuk balapan di Assen.

“Kami punya kenangan indah dari tahun lalu di sana bersama tim. Ini adalah salah satu sirkuit favorit saya, jadi saya pikir kami bisa tampil bagus lagi.”

Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, berselebrasi setelah memenangi MotoGP Jeman di Sachsenring pada 19 Juni 2022

Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, berselebrasi setelah memenangi MotoGP Jeman di Sachsenring pada 19 Juni 2022

Foto oleh: Dorna

Team Director Yamaha, Massimo Meregalli, mengatakan bahwa skuadnya siap menyambut MotoGP Belanda dengan semangat tinggi. Di atas kertas, pabrikan garpu tala seharusnya tak memiliki masalah ketika balapan di Assen.

“Kami memulai putaran Assen dengan optimisme. Kami tidak bisa mengharapkan kemenangan di Sachsenring, karena di atas kertas itu bukan sirkuit terkuat kami. Tapi performa Fabio, bahkan saat merasa sakit, ada di level lain,” tutur pria yang akrab disapa Maio itu.

“Secara teori, trek berikutnya seharusnya lebih cocok untuk kami. Assen adalah sirkuit yang sangat disukai oleh kedua pebalap kami. Ini bagus karena kami ingin memberikan satu dorongan terakhir sebelum libur musim panas, guna mengakhiri paruh pertama musim dengan cara terbaik.”

Baca Juga:

Sementara itu, Franco Morbidelli bertekad perbaiki kinerja setelah akhir pekan yang tidak menggembirakan di Sachsenring. Untuk kali kedua secara beruntun, Franky hanya menduduki posisi ke-13, mengulangi hasil seperti seri Catalunya.

Morbidelli mengungkapkan, sebenarnya kecepatan yang dimilikinya cukup baik. Hanya saja, dia punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan kinerja saat menggunakan kompon ban soft.

“Ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan, karena alokasi ban soft yang terbatas, tetapi kami akan mencoba membuat langkah lain,” ucapnya.

“Kami jelas memiliki banyak pekerjaan di depan kami untuk mengejar, terutama karena saya belum pernah berkendara di trek Assen dalam dua tahun terakhir. Tahun 2020 absen karena pandemi, dan pada 2021 karena saya cedera lutut saya.

“Jadi, kami harus bekerja keras. Kami berharap akan punya waktu lintasan yang kering sehingga kami dapat membuat kemajuan.”

dibagikan
komentar
MotoGP Jerman Serasa Mimpi Buruk bagi Johann Zarco
Artikel sebelumnya

MotoGP Jerman Serasa Mimpi Buruk bagi Johann Zarco

Artikel berikutnya

Alex Rins Berharap Tidak Lagi Merasa Sakit di Assen

Alex Rins Berharap Tidak Lagi Merasa Sakit di Assen