Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Gabung Mantan Pembalap Top, Jorge Lorenzo Jadi Komentator DAZN

DAZN secara resmi mengumumkan Jorge Lorenzo akan menjadi salah satu komentaror mereka untuk Kejuaraan Dunia Balap Motor 2022.

World Champion Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo

Senin (28/2/2022) waktu setempat, media penyedia tanyangan streaming berbayar, DAZN, mengumumkan bergabungnya Jorge Lorenzo sebagai komentator untuk Kejuaraan Dunia Balap Motor 2022.

Sejak memutuskan pensiun dari balap motor dunia pada akhir MotoGP 2019, mantan pembalap asal Spanyol itu terlihat sangat menikmati hidupnya. Ia memang sempat menjadi pembalap penguji Yamaha pada 2020 namun hanya bertahan setahun.

Setelah itu, juara dunia lima kali – 250cc (kini Moto2) 2006, 2007 serta MotoGP 2010, 2012, 2015 – tersebut terlihat aktif di saluran YouTube berjudul “99 Seconds” yang mengupas isu-isu terkini di kejuaraan dunia, utamanya di kelas MotoGP.

Menjelang akhir tahun lalu, Lorenzo juga kerap mengunjungi paddock MotoGP. Terakhir, ia sempat menjadi narasumber Sky Sports pada sesi latihan bebas GP Aragon 2021.

Melihat pengalaman dan torehan impresifnya selama berkarier, memang bukan rahasia lagi jika sejumlah stasiun televisi ingin merekrut Lorenzo sebagai analis balap, begitu dirinya pensiun.

Namun begitu, baru sekarang pria asal Spanyol berusia 34 tahun itu menerima tawaran DAZN untuk menjadi komentator di kejuaraan dunia. Ia akan melengkapi tim yang sudah ada di DAZN yang terdiri dari dua mantan pembalap top, Alex Criville dan Carlos Checa.

Criville adalah juara dunia kelas premier pertama asal Spanyol. Ia melakukannya pada musim 1999, saat kelas utama masih 500cc.

Carlos Checa turun di MotoGP antara 1995-2007 dan 2010 dengan mengoleksi dua kemenangan dan 24 podium. Ia juga menjadi pembalap terakhir Ducati yang berhasil memenangi trofi Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) pada 2011.

Baca Juga:

“Saya sudah tak sabar untuk segera memberikan komentar. Saya tahu ini sesuatu yang baru buat saya. Karena itulah saya harus lebih banyak lagi belajar,” ujar pemenang 47 Grand Prix dan 114 podium dalam 203 start MotoGP antara 2008 sampai 2019 itu.

“Namun saya juga memiliki banyak pengalaman terkait apa yang akan menjadi topik pembicaraan nanti. Saya akan membagikan itu kepada seluruh audiens DAZN.

Khusus untuk aspek teknis, pengalaman Jorge Lorenzo juga tidak main-main. Ia memang merebut semua gelar MotoGP bersama Yamaha. Namun tiga tahun terakhirnya di MotoGP, Lorenzo memperkuat dua tim pabrikan besar lainnya, Ducati dan Honda.

“Dalam empat atau lima tahun terakhir, saya memperkuat tiga tim pabrikan elite di MotoGP. Jadi, saya mengenal betul seperti apa motor-motor mereka,” katanya.

Pengalaman Jorge Lorenzo tidak sampai di situ. Matang di kelas 125cc (kini Moto3), 250cc, dan MotoGP, membuatnya mengenal banyak sosok kunci di tim. Di antaranya kepala mekanik (crew chief) serta teknisi.

“Para teknisi dan insinyur itu akan sangat membantu saat pembahasan masalah teknis nanti,” tutur Jorge Lorenzo.

“Setelah 18 tahun menjadi pembalap profesional, memulai pada usia 15 tahun dan pensiun di usia 32, saya tahu benar pahit-manisnya turun di kejuaraan dunia. Saya pun masih ingat setiap momen penting dalam karier,” katanya.

“Dengan status juara MotoGP, saya yakin mampu memberikan perbedaan dibanding komentator-komentator DAZN sebelumnya.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Tech3 Percaya Paket dari KTM Alami Kemajuan Signifikan
Artikel berikutnya Carmelo Ezpeleta: MotoGP Pasti Sangat Merindukan Valentino Rossi

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia