Konsistensi Faktor di Balik Kesuksesan Suzuki

Team Manager, Davide Brivio, mengungkapkan bahwa konsistensi merupakan faktor penentu dalam raihan sukses Suzuki pada MotoGP 2020.

Konsistensi Faktor di Balik Kesuksesan Suzuki

Hanya satu kemenangan, tetapi itu sudah cukup mengantarkan Joan Mir sebagai juara dunia musim ini, sekaligus mempersembahkan gelar kepada Suzuki yang terakhir kali merasakannya saat Kenny Roberts Jr berjaya 20 tahun silam.

Bicara soal koleksi podium tertinggi, Mir memang kalah, terutama jika dibandingkan duo Petronas Yamaha SRT: Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, yang sama-sama mengemas tiga kemenangan.

Namun, Mir rutin menyambangi podium sebanyak tujuh kali, diawali ketika finis kedua di Austria. Dari situlah, Suzuki boleh dibilang mulai memegang kendali, termasuk menjadi penantang kuat perebutan titel.

Setali tiga uang, performa rekan setim Alex Rins tak kalah apiknya. Empat podium berhasil direbutnya, termasuk satu kemenangan, yang kemudian membawanya sebagai peringkat keempat klasemen akhir.

“Faktor terbesar tahun ini? Konsistensi sangat penting,” ucap Brivio saat konferensi pers jelang seri pamungkas MotoGP Portugal akhir pekan lalu.

“Ada banyak pembalap berbeda yang memenangi balapan, dan Yamaha telah menang balapan lebih banyak dari siapa pun, tetapi kami mampu untuk konsisten, 11 podium, kedua pembalap.”

Baca Juga:

Brivio juga mengungkapkan, bagaimana awalnya Suzuki terseok pada awal musim, khususnya dua balapan di Jerez. “Kami mendapat nol poin di balapan pertama dengan kedua pembalap!,” tuturnya.

“Lalu, kami mulai pelan-pelan untuk turun. Titik baliknya adalah Austria, di mana Joan naik podium. Alex jatuh, tapi dia hampir memimpin. Dan kemudian kami membangun beberapa konsistensi, dan inilah kami.”

Perihal kejuaraan yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19, Brivio tak memungkiri, bahwa situasi yang dialami membuat musim 2020 berjalan aneh serta berbeda.

“Sering kali kami balapan tiga kali beruntun dan kami tidak terbiasa dengan itu. Namun, dari sudut pandang teknis, dua balapan di satu sirkuit sedikit mengubah permainan dibandingkan dengan yang biasa kami lakukan,” ujarnya.

“Saat pertama kali melaju, Anda harus cepat beradaptasi dengan motor. Semua pembalap semakin dekat di balapan kedua, sehingga persaingan semakin ketat. Itu membuat musim ini berbeda dari biasanya, tapi kami senang meraih gelar!”

Davide Brivio, Team Manager Suzuki MotoGP

Davide Brivio, Team Manager Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Lorenzo Daretti Kurang Puas dengan Pencapaiannya di MotoGP eSport 2020

Artikel sebelumnya

Lorenzo Daretti Kurang Puas dengan Pencapaiannya di MotoGP eSport 2020

Artikel berikutnya

Turunkan Target, Siasat Vinales Redam Kekecewaan

Turunkan Target, Siasat Vinales Redam Kekecewaan
Muat komentar