Tantangan Baru Jadi Alasan Francesco Guidotti Gabung KTM

Francesco Guidotti bertekad membawa KTM mencapai kesuksesan seperti yang dilakukannya untuk Pramac Racing.

Tantangan Baru Jadi Alasan Francesco Guidotti Gabung KTM

Selama bertahun-tahun menjadi sosok kunci di Pramac Racing, Guidotti memutuskan untuk meninggalkan tim satelit Ducati tersebut untuk bergabung dengan KTM.

Banyak yang mengatakan bahwa keputusan Guidotti menerima pinangan pabrikan Austria itu karena ingin mencoba seperti Davide Brivio, di mana berhasil membawa timnya juara dunia ketika menjadi manajer tim.

Seperti diketahui, Brivio pernah bekerja di Yamaha dan berhasil membantu pabrikan berlogo garpu tala itu meraih gelar juara dunia. Bahkan, ia menjadi sosok penting dalam pembajakan Valentino Rossi dari Honda.

Ketika memimpin proyek Suzuki yang kembali hadir di MotoGP pada 2015 lalu, Brivio perlahan meningkatkan performa tim dan akhirnya meraih gelar MotoGP musim 2020.

Namun, Francesco Guidotti mengaku tak peduli dengan tanggapan banyak orang dan hanya fokus membantu KTM mencapai tujuan mereka di kelas premier.

“Memenangi gelar seperti yang dilakukan Davide adalah sesuatu yang istimewa. Di Pramac kami memiliki sesuatu yang berbeda,” kata Guidotti seperti dilansir Speedweek.com.

“Keberhasilan Suzuki dan Brivio sangat layak. Kami memenangi gelar tim independen dengan sumber daya kami yang terbatas, Johann (Zarco) adalah pembalap independen terbaik dan rookie terbaik tahun ini adalah Jorge Martin.

“Kami telah melakukan banyak hal untuk memenangi gelar konstruktor untuk Ducati. Mungkin ini bukan waktu terbaik untuk meninggalkan tim karena tahun depan bisa lebih baik lagi.”

Baca Juga:

Francesco Guidotti mengatakan bakal tetap memantau Pramac Racing, meski akan fokus bekerja untuk KTM.

Bagaimanapun, perpindahan ini merupakan langkah besar baginya, mengingat perannya saat ini akan lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya.

“Dari sudut pandang saya itu adalah langkah maju, karena perspektif untuk beberapa tahun ke depan adalah tantangan yang berbeda,” ujarnya.

“Bagi saya hanya ada dua pilihan, bertahan atau pergi, dan saya memiliki pilihan yang lebih luas. Saya ingin memiliki masalah seperti ini setiap tahun.

“Sepuluh tahun terakhir telah menjadi sesuatu yang istimewa. Setiap tahun kami mengalami peningkatan, meski kami pikir tidak mungkin untuk menjadi lebih baik.

“Kami selalu menjaga level, kami lebih dekat dan semakin dekat dengan tim pabrikan, dan proyek ini benar-benar sukses. Sekarang saatnya saya menulis buku baru.”

Dani Pedrosa, Red Bull KTM Factory Racing

Dani Pedrosa, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Maverick Vinales Berambisi Juara Dunia bersama Aprilia
Artikel sebelumnya

Maverick Vinales Berambisi Juara Dunia bersama Aprilia

Artikel berikutnya

Jorge Lorenzo Nilai Joan Mir Lebih Pas ke Ducati

Jorge Lorenzo Nilai Joan Mir Lebih Pas ke Ducati
Muat komentar