MotoGP 2018

Xavier Simeon: Sosok yang luput dari perhatian

Sebagai satu dari lima rookie MotoGP 2018, nama Xavier Simeon nyaris tak masuk dalam pembicaraan. Padahal ia telah memiliki banyak pengalaman setelah delapan musim membalap Moto2.

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa dibandingkan Franco Morbidelli, Takaaki Nakagami atau Hafizh Syahrin sekalipun, Simeon kalah tenar dari trio rivalnya sesama rookie tersebut. Belum lagi adanya anggapan ia kurang skill, karena menembus kelas premier berkat dukungan dana besar.

Kendati demikian, bukan berarti Simeon tidak pantas diperhitungkan. Demi menghadapi persaingan ketat MotoGP, ia secara pribadi menunjuk mantan pembalap Ruben Xaus sebagai pelatih pribadinya, yang mana bakal memberikan nasihat, baik secara teknis dan psikologi.

Serta untuk debutnya di kelas premier musim ini, Simeon terpaksa memakai nomor motor 10, mengingat 19 telah digunakan Alvaro Bautista. Pilihannya itupun membangunkan kenangan akan sosok Jules Tacheny.

Bagaimana kiat dan cara Simeon pada tantangan musim baru yang ada di depan, serta soal Avintia Racing, tak ketinggalan rekan setim Tito Rabat? Dalam wawancara kepada Bwin News, ia membeberkannya...

Anda bilang ini mimpi yang menjadi kenyataan untuk balapan di kelas premier dan Anda sekarang bersama Avintia Racing. Apa perbedaan antara MotoGP dan Moto?

“Ya, ini mimpi yang menjadi kenyataan! Sejak saya masih muda, saya balapan di semua kejuaraan terbaik di Italia dan Spanyol, serta meraih kemenangan. Saya bermimpi suatu hari nanti datang ke MotoGP. Beberapa momen tidak mudah, tapi kami berhasil mencapai target ini.”

Apa yang Anda cari pada debut sebagai rookie di MotoGP?

“Saya ingin menikmati kesempatan ini sepenuhnya dengan meningkatkan diri setiap kali mengendarai motor. Saya ingin terus meningkat dan mencapai tingkat persaingan yang sangat baik sesegera mungkin.”

Apakah Anda fokus pada balapan atau sirkuit tertentu?

“Sangat sulit untuk dikatakan. Saya suka banyak trek dalam kalender MotoGP, saya tidak memikirkan apakah harus lebih kompetitif di satu trek dibanding yang lain. Setiap kali saya menapaki lintasan, saya memberikan semuanya tanpa peduli di mana saya berpacu.”

Bagaimana rasanya masuk sebagai pembalap Belgia pada kompetisi di mana tidak ada orang Belgia hadir dalam waktu lama?

“Ini kehormatan besar bagi saya. Saya sangat bangga mewakili warna dan negara saya di tingkat tertinggi dalam (balap) sepeda motor.”

Sangat disayangkan tidak ada lagi balapan di Belgia. Apakah Anda ingin melihat kompetisi lain di Sirkuit Spa-Francorchamps?

“Tentu saja, saya ingin memiliki kesempatan untuk bersaing di negara saya sendiri, terutama di salah satu trek paling indah di dunia. Sangat memalukan bahwa ini tidak terjadi untuk waktu yang lama dan saya berharap ini akan berubah di masa depan.”

Apakah Anda berpikir dapat membuat motorsport populer lagi di Belgia?

“Saya sangat berharap demikian!”

Bagaimana kolaborasi dengan seluruh tim? Apakah kolaborasi ini berbeda dengan di Moto2?

“Pekerjaan ini berbeda dari Moto2, karena di MotoGP, motor disediakan langsung oleh Ducati. Jadi, Anda tidak dapat mengembangkan apapun dibandingkan dengan Moto2. Kemudian di MotoGP, Anda memiliki elektronik yang tidak Anda miliki di Moto2, sehingga butuh lebih banyak waktu untuk menemukan kompromi yang baik. Dengan tim, hubungannya sangat bagus. Ini tim privat, jadi suasananya sangat baik.”

Anda berduet dengan Tito Rabat. Seberapa senang Anda bekerja dengan Tito? Apakah menurut Anda dapat saling melengkapi dan apa yang dapat Anda pelajari darinya?

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tito. Dia berada di tahun ketiga MotoGP dan berjuang keras selama dua tahun pertama. Sekarang dia menunjukkan bahwa dia kompetitif. Bagi saya, itu motivasi yang baik karena saya juga mencoba untuk belajar banyak darinya.”

Siapa yang Anda anggap sebagai rival terdekat”

“Sangat sulit untuk dikatakan. Setiap pembalap sangat cepat dan saya ingin mencapai level yang sangat bagus untuk bersaing sedekat mungkin dengan pembalap terdepan.”

Siapa idola Anda di dunia balap motor? Siapa yang Anda kagumi?

“Valentino (Rossi) adalah contoh bagi setiap pembalap, dengan pendekatannya dan performanya selama bertahun-tahun. Sungguh luar biasa bagaimana dia menemukan motivasi itu dan mencapai level itu dari tahun ke tahun.Adalah hak istimewa untuk bersaing dengannya.”

Apakah langkah ke MotoGP memiliki dampak besar pada kehidupan pribadi dan gaya hidup Anda?

“Ya tentu saja! Hidup saya tidak benar-benar berubah, tetapi untuk memastikan orang-orang melihat Anda secara berbeda dan itu membuka lebih banyak pintu sehingga ada dampak positif.”

Apa yang akan Anda lakukan ketika memenangi Grand Prix pertama Anda?

“Sulit untuk mengatakannya. Tapi saya pasti akan menjadi gila dan agak tidak terkendali!”

Apakah Anda memiliki rutinitas atau kebiasaan ketat sebelum setiap balapan?

“Ya, saya selalu suka memakai sepatu balap yang benar terlebih dahulu dan menaiki motor sepeda dari sisi kiri.”

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
1/10

Foto oleh: Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
2/10

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
3/10

Foto oleh: Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
4/10

Foto oleh: Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
5/10

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
6/10

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
7/10

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
8/10

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
9/10

Xavier Simeon, Avintia Racing

Xavier Simeon, Avintia Racing
10/10

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Xavier Simeon
Tim Avintia Racing
Tipe artikel Interview
Topik MotoGP 2018