Luca Marini: Valentino Rossi Percaya Saya Kompetitif pada 2022

Luca Marini mungkin tak terlalu senang finis P9 dalam race Grand Prix Emilia Romagna setelah mencapai front row lewat perjuangan luar biasa saat kualifikasi. Namun secara umum ia puas dengan progresnya.

Luca Marini: Valentino Rossi Percaya Saya Kompetitif pada 2022

Akhir pekan rider Sky VR46 Avintia Racing Luca Marini tidak begitu impresif jika merujuk hasil akhir pada time sheet. Grand Prix (GP) Emilia Romagna tak berujung podium bagi sang rookie, yang start di grid P3, namun hanya finis kesembilan.

Raihan tersebut tentu bukan yang diharapkan Marini. Ia menjalani balapan kandang, dengan posisi start bagus, tetapi akhirnya kalah dari rekan setim, Enea Bastianini, yang mampu mengklaim podium ketiga.

Finis kesembilan memang tak membuat Luca Marini sepenuhnya puas, namun rider Italia itu menjadikan akhir pekan di Sirkuit Misano sebagai pengalaman baru yang telah membantunya untuk belajar.

"Dalam balapan saya belajar sesuatu yang menarik, terutama soal start dan tikungan pertama. Saya juga menyadari bahwa semua pembalap, bahkan yang terkuat, memiliki pendekatan yang kurang lebih sama untuk balapan,” kata Marini.

“Setiap orang memulai dengan agresif dan setelah sekitar 10 lap ada fase di mana setiap orang masuk ke manajemen ban. Tentu  jika melihat hasilnya, saya tidak bisa terlalu senang, tetapi secara keseluruhan itu balapan yang positif.

Baca Juga:

“Tujuannya adalah mencapai 10 besar. Saya harus mengatakan bahwa akhir pekan ini berjalan baik, saya mampu tampil kuat hampir setiap hari (selama GP Emilia Romagna),” tutur pembalap 24 tahun tersebut menambahkan.

Sesi balapan menjadi satu-satunya momen di mana para rider turun ke trek yang kering total. Bahkan, hingga pemanasan sirkuit masih lembab, situasi yang menguntungkan Marini, sebab ia mampu tampil luar biasa dalam kondisi berbahaya.

Akan tetapi, kondisi trek kering terbukti tidak bersahabat bagi adik dari peraih tujuh gelar MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009), Valentino Rossi, yang berakhir di posisi kesembilan. Itu juga membawanya pada perbandingan dengan rekan setimnya yang lebih berhasil.

Enea Bastianini terbukti mampu bangkit di Misano, memulai dari posisi 16 dan sukses naik podium ketiga, situasi yang berbanding terbalik dengan Marini. Komparasi tak terhindarkan dan Marini mengungkapkan bagaimana rekannya mengontrol jalannya balapan.

“Saya sudah mengira Enea bisa lebih cepat, dia telah meraih podium di sini dengan kecepatan balapan yang fantastis. Saya melewatkan beberapa hal dibandingkan dengan dia, tentu saja bukan hanya satu. Jika itu masalahnya,maka akan terlalu mudah,” ujar Marini.

Enea Bastianini, Esponsorama Racing

Enea Bastianini, Esponsorama Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Ada beberapa situasi yang bisa dia tangani dengan sangat baik. Saya pikir dia sudah memiliki sesuatu yang lebih dari balapan terakhir di Misano (GP San Marino), kemudian dengan beberapa kecelakaan kami semua menemukan diri kami lebih jauh di depan.”

Marini kemudian menyebutkan bahwa dirinya perlu meningkatkan aspek yang penting untuk menatap putaran ke-18 MotoGP di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal, November mendatang.

“Saya tahu aspek mana yang perlu saya tingkatkan. Dalam dua minggu ini menjelang balapan di Portimao, saya harus mengambil langkah maju, bahkan jika waktunya tak cukup untuk meningkatkan 100 persen. Kami tidak pernah tes di kondisi kering akhir pekan ini dan set-up motor kurang lebih sama seperti terakhir kali.

“Selama race saya coba menekan, tetapi saya tidak bisa secepat dia (Bastianini). Saya terus mengalami masalah dengan front wheel dalam kondisi kering, sebagian besar dalam suhu tinggi. Dalam balapan itu cukup dingin tetapi melihat ke belakang pengendara lain saya menemukan masalah yang sama.

“Sulit untuk mengelola situasi ini. Hari ini saya mencoba memasang ban medium di depan tetapi saya tidak menyukainya, terlalu dingin untuk mengendarai yang kompon hard,” tutur Marini melanjutkan.

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT, Luca Marini, Esponsorama Racing

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT, Luca Marini, Esponsorama Racing

Foto oleh: MotoGP

Balapan kedua di Misano berlangsung emosional dari banyak sudut pandang dan salah satunya adalah perpisahan Valentino Rossi kepada fans di Misano. Kakak Marini dan ikon MotoGP itu telah membuat prediksi soal siapa yang bisa bersaing kompetitif di posisi teratas tahun depan, nama sang adik masuk daftarnya.

Musim depan juga akan mewakili perubahan dalam Ducati, dengan kedatangan motor baru untuk Marini, sementara Bastianini mendapat Desmosedici spek tahun ini. Bagaimanapun, ia merefleksikan hipotesis bahwa Valentino dapat mengikutinya selangkah demi selangkah mulai musim depan.

“Pertanyaan tentang Vale adalah untuknya, akan menyenangkan jika dia ada di dalam tim tahun depan. Untuk grid dia optimistis, dia melupakan Suzuki dan Ducati lainnya, yang tahun ini menakutkan,” Marini menuturkan.

“Menurut pendapat saya, daftar mereka yang mampu bersaing di podium lebih banyak dari yang dia katakan dan saya tidak berpikir saya bisa sejauh seperti yang dia katakan. Tentu saja, soal kecepatan, saya ingin jadi bagian dari daftar itu.

Dengan finis P9 MotoGP Emilia Romagna, Marini mendapatkan tambahan tujuh poin. Kini ia total telah mengumpulkan 37 angka, dan bertengger di posisi ke-20 klasemen. Sementara Enea Bastianini menduduki peringkat ke-13 dengan koleksi 87 poin.

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

dibagikan
komentar
Podium Marc Marquez-Pol Espargaro Melebihi Ekspektasi Repsol Honda
Artikel sebelumnya

Podium Marc Marquez-Pol Espargaro Melebihi Ekspektasi Repsol Honda

Artikel berikutnya

Pol Espargaro Lega Bisa Raih Podium Perdana di Honda

Pol Espargaro Lega Bisa Raih Podium Perdana di Honda
Muat komentar