Toyota dan Sebastien Ogier Mendominasi WRC sejak 2017

Toyota kembali ke Kejuaraan Reli Dunia (WRC) pada 2017 setelah 18 tahun absen. Sejak saat itu, mereka mampu mendominasi WRC dengan sejumlah pereli berbeda.

Toyota dan Sebastien Ogier Mendominasi WRC sejak 2017

Akhir pekan lalu, Sebastien Ogier berhasil memastikan gelar juara dunia reli kedelapan (2013-2018, 2020, 2021) dalam sembilan tahun terakhir, seusai memenangi Reli Monza yang merupakan lomba penutup WRC 2021.

Menjelang selesainya era mobil spesifikasi reli dunia (World Rally Car/WRC) pada akhir WRC 2021 ini, menarik untuk melihat statistik beberapa tahun terakhir. Khususnya sejak 2017, saat Toyota kembali ke WRC sebagai pabrikan setelah 18 tahun vakum.

Seperti diketahui, mobil spesifikasi WRC kali pertama diberlakukan pada 1997. Dua dekade kemudian, 2017, FIA dan WRC Promoter GmbH selaku promotor kejuaraan, memberlakukan regulasi teknik baru.

Pada musim 2017 tersebut, sejumlah revisi pada regulasi teknis diberlakukan untuk meningkatkan performa mobil. Tim-tim pun lebih leluasa mengeksplorasi dari sisi teknis maupun desain.

Saat itulah Toyota memutuskan kembali ke WRC. Pada saat yang sama, Ogier dan navigator Julien Ingrassia baru saja merebut gelar WRC keempat bersama Volkswagen. Karena pabrikan Jerman itu mundur dari WRC, pada 2017 pun Ogier-Ingrassia pindah ke M-Sport Ford.

Baca Juga:

Pada 2017, empat pabrikan turun di WRC: Toyota, Hyundai, Ford, dan Citroen. Meskipun, nama terakhir tidak selalu turun satu musim penuh dan mundur selamanya dari WRC pada akhir musim 2019 setelah 21 tahun ikut bersaing.  

Pembaruan regulasi teknik pada WRC 2017 membuat tenaga mobil meningkat dari 300 bhp menjadi 380 bhp atau setara mobil spesifikasi TC1 di World Touring Car Championship (WTCC) yang memiliki torsi hingga 450 Nm.

Belum lagi restriktor turbo yang dibesarkan dari 33 mm pada 2016 menjadi 36 mm. Kendati, tekanan turbo masih di angka 2,5 bar. Pengurangan bobot mobil sebesar 25 kg dari monokok serta penggunaan peranti aerodinamika, membuat mobil WRC sudah seperti sasis F1 di medan gravel.

Selama lima musim terakhir WRC tercatat 59 reli dilombakan dengan mobil-mobil ini. Statistik mencatat, Toyota dan Ogier ternyata benar-benar mendominasi WRC sejak 2017 sampai berakhirnya era mobil spesifikasi ini pada 2021.

Mobil dengan Kemenangan Terbanyak: Toyota Yaris WRC

Sébastien Ogier, Julien Ingrassia, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota Yaris WRC, saat turun pada hari pertama Reli Monza 2021.

Sébastien Ogier, Julien Ingrassia, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota Yaris WRC, saat turun pada hari pertama Reli Monza 2021.

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

Saat kali pertama muncul di WRC, Toyota Yaris WRC terus melakukan pengembangan dan menjadi acuan para pesaingnya. Sementara, rival utamanya, Hyundai i20 Coupe WRC, justru kerap menemui kendala teknis.

Terbukti, Toyota Yaris WRC mampu memenangi hampir separuh reli pada periode 2017 sampai 2021. Pada WRC 2021, Yaris mampu memenangi sembilan dari 12 lomba.

Total, Toyota Yaris WRC memenangi 29 reli sementara Hyundai i20 Coupe WRC 17. Adapun Ford Fiesta RS WRC dan Citroen C3 WRC masing-masing menenangi sembilan dan enam lomba.

Dominasi Toyota di WRC selama lima musim terakhir terlihat dari jumlah gelar mereka. Toyota memenangi dua gelar konstruktor (2018, 2021) dan tiga pereli (2019, 2020, 2021).

Pereli dengan Kemenangan Terbanyak sejak 2017: Sebastien Ogier

Sébastien Ogier, Toyota Gazoo Racing WRT

Sébastien Ogier, Toyota Gazoo Racing WRT

Foto oleh: Toyota Racing

Lima musim terakhir, Ogier berhasil mengoleksi 16 kemenangan reli. Hebatnya, pereli Prancis itu melakukannya dengan tiga mobil berbeda: Ford Fiesta WRC (6), Citroen C3 WRC (3), dan Toyota Yaris WRC (7).

Ott Tanak berada di P2 dengan 14 kemenangan antara 2017-2021. Dari jumlah itu, 10 di antaranya dibuat di atas Toyota Yaris WRC, termasuk enam saat merebut gelar juara dunia pada 2019.

Pemenang reli terbanyak ketiga periode 2017-2021 ditempati Thierry Neuville dengan 13 kemenangan yang semua dibuat di atas Hyundai i20 WRC. Elfyn Evans mengoleksi lima kemenangan.

Sementara, dua kemenangan masing-masing dibuat Kris Meeke, Jari-Matti Latvala, Dani Sordo, dan Kalle Rovanpera. Adapun Esapekka Lappi dan juara dunia sembilan kali (2004-2012) Sebastien Loeb masing-masing satu kali menang.

Mobil Tercepat: Toyota Yaris WRC

Elfyn Evans, Scott Martin, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota Yaris WRC, saat turun di Reli Monza 2021.

Elfyn Evans, Scott Martin, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota Yaris WRC, saat turun di Reli Monza 2021.

Foto oleh: Toyota Racing

Toyota Yaris WRC tidak hanya mengoleksi kemenangan terbanyak tetapi juga paling sering menjadi mobil tercepat di special stage. Toyota Yaris WRC mampu 428 kali mencatat waktu tercepat SS.

Hyundai i20 Coupe WRC menguntit di P2 dengan 409 kali. Ford Fiesta RS WRC tercatat 155 kali tercepat SS sedangkan Citroen C3 WRC 88 kali.

Kecepatan Yaris WRC pada awalnya banyak dibuat oleh Tanak selama dua musim (2018, 2019) dengan total kemenangan SS mencapai 143. Berikutnya, bersama duo Ogier dan Evans, Toyota Yaris kian menggila.

Pereli Tercepat: Ott Tanak

Ott Tanak, Hyundai i20 Rally1

Ott Tanak, Hyundai i20 Rally1

Foto oleh: Hyundai

Untuk pemenang SS terbanyak alias pereli tercepat di WRC dalam lima musim terakhir, Ott Tanak menjadi rajanya dengan 234, dengan rincian 30 bersama M-Sport Ford, 143 di Toyota, dan 61 bersama tim pabrikan Hyundai.

Rekan setim pereli Estonia tersebut, Thierry Neuville, berada di posisi kedua dengan 211 kemenangan SS. Sebastien Ogier di peringkat ketiga dengan 153 kemenangan.

Berikutnya ada Elfyn Evans (97), Jari-Matti Latvala (70), Dani Sordo (60), Kris Meeke (45), Esapekka Lappi (43), Andreas Mikkelsen (41), dan Kalle Rovanpera (29).

dibagikan
komentar
Update Terbaru WRC 10 Hadirkan Reli Akropolis Yunani
Artikel sebelumnya

Update Terbaru WRC 10 Hadirkan Reli Akropolis Yunani

Artikel berikutnya

Jari-Matti Latvala Tak Pernah Mengira Sukses pada Tahun Pertama

Jari-Matti Latvala Tak Pernah Mengira Sukses pada Tahun Pertama
Muat komentar