Rabat Nilai Motor Superbike Sangat Mirip MotoGP

Tito Rabat akan melakukan debut di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) pada 2021 setelah musim lalu turun di MotoGP. Karena itu, ia masih ingat benar seperti apa motor MotoGP.

dibagikan
komentar
Rabat Nilai Motor Superbike Sangat Mirip MotoGP

Beberapa bulan lalu, Tito Rabat masih mengendarai Ducati Desmosedici GP19 di MotoGP bersama Tim Esponsorama Racing. Kini, juara dunia Moto2 2014 tersebut akan turun dengan Ducati Panigale V4 R milik Tim Barni Racing.

Barni Racing merupakan salah satu tim privat kompetitif di WSBK dalam beberapa tahun terakhir. Seperti di MotoGP, Ducati memang tidak segan berbagi teknologi dengan tim-tim pemakai motor mereka (customer team).

Kebijakan Ducati tersebut kini dirasakan Rabat. Bahkan pembalap asal Catalunya, Spanyol, tersebut karakter dan performa Panigale V4 R mirip dengan Desmosedici GP yang merupakan motor prototipe khusus balap yang tidak dierjualbelikan secara massal.    

Rabat sudah beberapa kali berlatih dengan Ducati Panigale V4 R. Pembalap 31 tahun itu tercatat baru sekali menguji motor barunya untuk WSBK 2021, Ducati Panigale V4 R, di Sirkuit Misano, San Marino, pada 4 Februari lalu.

Baca Juga:

“Ducati motor hebat. Saya senang bisa menikmatinya,” ucap Rabat yang lima musim turun di MotoGP (2016-2020) dengan hasil klasemen akhir terbaik di P19 (2017, 2018).

“Benar, motor tidak banyak berbeda dengan MotoGP. Motor MotoGP memang dibuat dan dikembangkan dengan teknologi tertinggi. Namun motor Superbike tidak banyak berbeda dengan mereka.”

Tito Rabat memiliki latar belakang keluarga kaya raya. Membalap bukanlah menjadi pekerjaan utama Rabat. Ia melakukan balapan hanya untuk menyalurkan hobi dan kesenangan.

“Saya tidak peduli jika kontrak (dengan Barni Racing) tidak menghasilkan uang besar. Saya membalap untuk kesenangan dan tidak perlu membayar apa pun untuk itu,” kata Tito Rabat.

“Saya percaya jika hidup ini ditentukan oleh kerja keras. Saya meyakini itu meskipun untuk mewujudkannya sangat tidak mudah.” 

Tito Rabat mengaku tidak lagi memikirkan masa lalu. Menurutnya itu tidak membantu. Di usia 31 tahun ini ia merasa seperti anak-anak lagi.

“Saya masih seperti anak kecil. Sangat senang berlatih, melakukan hal-hal baru. Berlatih di gym dan mengejar semua keinginan dengan motivasi tinggi,” katanya.

 

Faktor Ini Bikin Rea Kecanduan Juara

Artikel sebelumnya

Faktor Ini Bikin Rea Kecanduan Juara

Artikel berikutnya

Razgatlioglu Baru Puas Juara WSBK jika Kalahkan Rea

Razgatlioglu Baru Puas Juara WSBK jika Kalahkan Rea
Muat komentar