Bos DTM Masih Mengharapkan Villeneuve

Gerhard Berger tahu hanya nama-nama besar yang bisa mengangkat pamor DTM. Setelah Jenson Button batal turun, bos DTM itu sangat mengharapkan Jacques Villeneuve.

Bos DTM Masih Mengharapkan Villeneuve

Gerhard Berger, selaku Direktur ITR, promotor Deutsche Tourenwagen Masters (DTM), paham benar bila status quo di ajang balap mobil turing Jerman tidak bisa dianggap remeh.

Wajah baru DTM tidak serta merta memberikan kesuksesan untuk masa depan yang bisa diikuti mobil-mobil balap baru dan tim-tim privat, alih-alih pabrikan besar.

Di tengah rencana perubahan tentang balap DTM yang mengusung tema berkelanjutan dengan elektrifikasi, ditambah pandemi Covid-19, DTM bisa dibilang masih dalam situasi terkontrol.

Kendati begitu, saat Berger bicara tentang kelas baru yang belum lama ini menjalani tes resmi, GT3-DTM, tiba-tiba bos DTM itu mulai khawatir dengan masa depan ajang balap bergengsi di Jerman ini.

Jamie Green, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM.

Jamie Green, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM.

Foto oleh: Alexander Trienitz

“Ada beberapa pihak yang tidak yakin dengan masa depan di DTM. Sesuatu yang membuat motivasi saya (untuk mengatasinya). Saya tahu hal tersebut dari pengalaman selama berkarier balap,” ujar Berger.

Seperti diketahui, saat ini 17 mobil dari 10 tim terdaftar untuk turun di GT3-DTM dengan empat merek yang berlaga yakni Audi, BMW, Mercedes, dan Ferrari. Ditambah McLaren yang akan turun dalam tiga balapan sebagai bintang tamu.

“Harapan saya, jumlah mobil dan tim yang lebih banyak lagi bisa turun di DTM,” ucap pria yang pernah turun di Formula 1 antara 1984 sampai 1997 itu.

“Kami belum selesai. Masih banyak yang harus dikerjakan dan proses ke arah itu sedang berlangsung. Namun, kami berpacu dengan waktu sebelum DTM 2021 digelar nanti,” ucap Berger mengacu lomba perdana yang akan dilaksanakan di Monza, Italia, 19-20 Juni nanti.

Saat ini, Berger masih berharap juara dunia Formula 1 1997, Jacques Villeneuve, mau berada di salah satu mobil GT3-DTM. Berger mengaku sudah melakukan negosiasi dengan pria asal Kanada itu beberapa bulan terakhir karena tahu DTM bisa dijual jika ada nama-nama besar.

Baca Juga:

“Ia mengaku sangat ingin turun di DTM. Saya juga menjelaskan kepadanya platform yang kini dipakai DTM. Sayangnya, kami belum menemukan tempat yang pas dan mampu memberikan nilai-nilai lebih untuknya,” ucap peringkat ketiga F1 1988 dan 1994 itu.

“Namun, saya belum menyerah. Saya akan membantu mencari solusi yang tepat agar Villeneuve bisa turun di DTM tahun ini.”

Sebelumnya, Berger menyayangkan batalnya Jenson Button mundur dari timnya. “Anggaran untuk membuatnya nyaman dan mampu kompetitif di DTM, tidak cukup,” kata pria asal Austria, 61 tahun, itu.

Sejatinya, sejumlah nama top akan tetap turun di GT3-DTM tahun ini. Ada Timo Glock (ROWE Racing-BMW), Alex Albon (AF Corse-Ferrari), dan juga Christian Klien (JP Motorsport-McLaren). Ketiganya pernah turun di Formula 1.

“Belum lagi nama-nama Gary Paffett (Mucke Motorsport-Mercedes), Marco Wittmann (Walkenhorst Motorsport-BMW), dan kampiun DTM 2013 Mike Rockenfeller (Abt Sportsline-Audi), serta runner-up musim lalu Nico Muller,” kata Berger.

“Jangan lupakan Sophia Florsch (Abt Sportsline-Audi), pembalap wanita yang siap mendobrak dominasi pria di DTM. Mereka semua akan turun di era baru DTM ini (GT3).”

 

dibagikan
komentar
Albon Bandingkan Peran Pembalap Cadangan di F1 dengan DTM

Artikel sebelumnya

Albon Bandingkan Peran Pembalap Cadangan di F1 dengan DTM

Artikel berikutnya

Auer Pikul Beban Berat pada DTM 2021

Auer Pikul Beban Berat pada DTM 2021
Muat komentar