Menjajal rig simulator plastik HM Engineering

dibagikan
komentar
Menjajal rig simulator plastik HM Engineering
Oleh: Wisnu Setioko
11 Nov 2018 10.53

Rig simulator balap berbahan besi atau alumunium sudah banyak beredar di pasaran. Bagaimana kalau terbuat dari plastik?

Bagi pecinta balap simulasi, memiliki wadah khusus, biasa disebut rig, untuk menempatkan setir dan pedal menjadi impian tersendiri selain kursi dan meja komputer. Kita bisa mengatur posisi duduk semirip mungkin dengan pembalap sungguhan.

Namun, bila ingin menikmati rig buatan luar negeri, selain harganya mahal, di Indonesia sendiri cukup susah untuk membelinya langsung dari toko gim, layaknya membeli aksesoris lainnya seperti gamepad. Berawal dari hal tersebut, beberapa pihak berinisiatif menghadirkan solusi rig buatan dalam negeri, termasuk Harris Muhammad.

Sebelum wawancara, saya sempat menjajal salah satu karyanya, GT-ONE. Melalui gim Assetto Corsa dengan VR, saya menggeber mobil Ferrari di Sirkuit Sentul. Sempat muncul rasa was-was, mengingat bahannya terbuat dari plastik. Setelah melahap empat lap, kekhawatiran saya hilang, bahkan setelah nekat menggoyang-goyang bagian jok. Karena antrian makin memanjang, saya pun menyudahi permainan.

Slider
List

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering
1/5

Foto oleh: Wisnu Setioko

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering
2/5

Foto oleh: Wisnu Setioko

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering
3/5

Foto oleh: Wisnu Setioko

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering

Rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering
4/5

Foto oleh: Wisnu Setioko

Speaker, rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering

Speaker, rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering
5/5

Foto oleh: Wisnu Setioko

Berawal dari kayu lapis

Ditemui dalam acara Indo Defence 2018 Expo & Forum, Sabtu (10/10), CEO HM Engineering tersebut mengungkapkan ide pembuatan rig telah dimulai sejak tiga tahun lalu. Harris ingin menciptakan wadah untuk menyalurkan hobinya bermain simulator balap.

Melalui media sosial, ia memamerkan karyanya. Setelah mendapat respon positif, Harris memberanikan diri untuk menjual cetak biru seharga US$30.

“Kalau untuk komersil, itu mulai tiga tahun yang lalu,” ungkap Harris. “Awalnya, saya buat untuk diri sendiri, lalu disebar di media sosial. Bahannya sendiri dari satu lembar plywood (kayu lapis) seharga Rp250 ribu.

“Saya juga sebar ke sebuah grup internasional [pecinta balap simulator]. Karena ada beberapa permintaan, saya jual US$30 untuk cetak biru, supaya mereka bisa berkreasi sendiri.”

Berawal dari rig simulator kayu, Harris membuat dua model purwarupa baru, GT-ONE dan F1. Sesuai dengan namanya, GT-ONE mengambil rangka mirip mobil balap GT, sedangkan F1 terinspirasi dari kokpit Formula 1. Menariknya, seluruh bagian rig ini terbuat dari bahan plastik.

“Sekarang ada dua model, F1 dan GT-ONE. Untuk kerangkanya, 100 persen terbuat dari bahan plastik, dicetak lewat mesin CNC (Computer Numerical Control, mesin potong yang dioperasikan melalui perintah pemrograman).

Harris mengakui tiap rig buatannya memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti bahan kayu yang sangat murah namun rawan dilalap rayap, serta plastik, ringan dan lentur dari segi fisik namun lebih mahal.

“Bahan plywood, kelebihannya sangat murah, bisa dipotong pakai gergaji, lalu disambung dengan mur. Untuk plastik, seluruh rangka bisa disambung tanpa perlu bantuan komponen besi. Bahannya lentur, sehingga tak mudah patah.

“Kekurangannya, kayu tidak tahan rayap, lebih berat, serta rentan terhadap suhu lembap, Kalau plastik, bahan lebih sulit didapat.”

Untuk saat ini, produk purwarupanya hanya akan dikerjakan bila ada pesanan. Setelahnya, mereka akan memikirkan untuk menyetok GT-ONE dan F1.

Slider
List

Harris Muhammad, CEO HM Engineering

Harris Muhammad, CEO HM Engineering
1/3

Foto oleh: Wisnu Setioko

Shifter, rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering

Shifter, rig simulator balap GT-ONE, HM Engineering
2/3

Foto oleh: Wisnu Setioko

Harris Muhammad, CEO HM Engineering, Wisnu Setioko, Motorsport.com Indonesia

Harris Muhammad, CEO HM Engineering, Wisnu Setioko, Motorsport.com Indonesia
3/3

Foto oleh: Wisnu Setioko

Mengedepankan estetika

HM Engineering mengutamakan keunikan dari rig simulator buatannya, mengingat telah banyak beredar wadah balap sim berbahan metal. Selain itu, ia bisa bebas berkreasi dari segi desain.

“Kami mengedepankan keunikan,” tuturnya. Kami ingin merancang sesuatu lain dari yang lain, karena di pasaran sudah terlalu banyak [produk] serupa, berbahan besi atau alumunium. Nilai tambah produk kami adalah desain yang tidak monoton, serta bernilai estetika sedikit lebih tinggi,” pungkasnya.

Next article
Update GT Sport: Super GT klasik dan Catalunya

Artikel sebelumnya

Update GT Sport: Super GT klasik dan Catalunya

Next article

NASCAR, Race Team Alliance, 704Games luncurkan kompetisi eSport

NASCAR, Race Team Alliance, 704Games luncurkan kompetisi eSport
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan eSports
Event Indo Defence 2018 Expo & Forum
Sub-event Pameran
Penulis Wisnu Setioko