McLaren dan Honda sepakat bercerai

Motorsport.com mendapat informasi bahwa McLaren telah sepakat untuk mengakhiri kemitraan dengan Honda dan beralih ke Renault untuk Formula 1 2018.

Kembalinya Honda ke F1 bersama McLaren sejak 2015 tidak memberikan hasil yang diinginkan oleh kedua belah pihak, di mana masalah performa dan daya tahan terus menghantui di setiap Grand Prix.

Padahal, kemitraan McLaren-Honda dulunya sempat menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah F1 - Ayrton Senna dan Alain Prost berbagi 15 kemenangan dari 16 balapan pada 1988.

Sumber Motorsport.com baru saja mengonfirmasi bahwa McLaren telah menyepakati kontrak tiga tahun dengan Renault hingga 2020 - akhir dari era power unit yang pertama kali diwajibkan sejak musim 2014.

Pergerakan ini semakin membantu McLaren untuk mempertahankan Fernando Alonso yang memiliki kontrak 2015-2017 bersama tim yang berbasis di Woking tersebut.

McLaren akan mendapatkan spek power unit yang sama dengan tim pabrikan Renault dan kastemer mereka, Red Bull. Sementara kontrak mesin Toro Rosso yang berpindah dari Renault ke Honda juga telah ditandatangani.

Motorsport.com sebelumnya mengabarkan bahwa Renault telah setuju untuk mengambil Carlos Sainz dari Toro Rosso sebagai bagian dari kesepakatan karena mengakhiri kontrak dengan manufaktur Perancis tersebut lebih awal. Meski demikian, belum diketahui kapan pembalap Spanyol tersebut mulai berganti tim.

GP Malaysia sebelum akhir musim ini bisa menjadi balapan pertama Sainz di tim Renault tapi Toro Rosso membutuhkan dirinya dalam mengumpulkan poin di klasemen konstruktor.

Jika manuver itu terjadi di Sepang, maka kemungkinan Jolyon Palmer akan dikeluarkan dari Renault sedangkan Pierre Gasly dipanggil Toro Rosso.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren
Tipe artikel Breaking news