Sesuai Regulasi, Pole GP Turki Bukan Milik Lewis Hamilton

Seusai mencetak waktu lap tercepat di kualifikasi F1 GP Turki, Lewis Hamilton mengira status pole position tetap menjadi miliknya kendati ia dipenalti.

Sesuai Regulasi, Pole GP Turki Bukan Milik Lewis Hamilton

Kendati menguasai ketiga sesi kualifikasi yang digelar di Istanbul Park, Sabtu (9/10/2021), juara dunia dari Tim Mercedes-AMG Petronas F1 itu harus rela start dari grid ke-11 pada lomba GP Turki, Minggu (10/10/2021).

Adalah penalti 10 grid akibat memakai Internal Combustion Engine (ICE) keempat dari batas maksimal tiga yang dilakukan Mercedes untuk power unit (PU) Hamilton yang dilakukan Jumat (8/10/2021) lalu.

Hamilton memang kecewa dengan penalti tersebut. Tetapi, ia beranggapan paling tidak hasil kualifikasi membuat koleksi pole position-nya bertambah menjadi 102. Namun begitu, regulasi berkata lain.

Sesuai aturan Formula 1 yang dibuat FIA, status peraih pole position diberikan kepada pembalap yang akan menempati posisi start terbaik saat lomba Minggu. Dan pembalap yang akan start di grid terdepan tak lain rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas.

“Apa? Saya tidak berhak atas pole position (GP Turki)? Sial!” ujar Hamilton setelah menjalani kualifikasi.

Terlepas dari status Hamilton dan posisi start terdepan yang “diwariskan” kepada Bottas, hasil kualifikasi menjadi pole position pertama bagi Mercedes di GP Turki, yang tahun ini menjadi penyelenggaraan kesembilan.

Valtteri Bottas, Mercedes, diinterview wartawan seusai kualifikasi F1 GP Turki di Istanbul Park, Sabtu (9/10/2021).

Valtteri Bottas, Mercedes, diinterview wartawan seusai kualifikasi F1 GP Turki di Istanbul Park, Sabtu (9/10/2021).

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Bagi Bottas, GP Turki menjadi pole ke-18 sepanjang kariernya di F1, yang semua dibuat selama membela Mercedes sejak 2017. Dari jumlah itu, Bottas paling banyak mencetak pole di GP Austria, tiga.

Kasus seperti yang dialami Hamilton ini sebetulnya sudah terjadi dua kali musim ini. Bedanya, untuk kasus di GP Inggris dan GP Italia juga dipengaruhi adanya Sprint Race.

Di Silverstone, Inggris, Hamilton menjadi pembalap tercepat di kualifikasi. Tetapi, karena aturan menyebut pemenang Sprint Race akan berhak atas pole position.

Karena Hamilton hanya finis P2 di Sprint Race harus rela posisi start terdepan lomba utama GP Inggris direbut Max Verstappen (Red Bull Racing) yang memenangi balapan sejauh 100 km tersebut.

Kasus paling mirip dengan Hamilton di GP Turki adalah yang dialami Bottas di GP Italia, 16-18 Juli lalu. Saat itu, Bottas tidak hanya tercepat di kualifikasi tetapi juga mampu memenangi Sprint Race.

Namun demikian, status peraih pole GP Italia akhirnya disematkan kepada Verstappen yang finis P2 di Sprint Race. Bottas harus rela start dari grid pada balapan utama GP Italia karena mengganti beberapa komponen pada PU dan melebihi kuota.

Baca Juga:

Meskipun kecewa tidak bisa start dari posisi terdepan, Hamilton menyebut semua program dan rencana yang dilakukan Mercedes untuk GP Turki sejauh ini berjalan lancar.

“Sejauh akhir pekan ini berjalan, tim kami melakukan pekerjaan kelas satu. Kualifikasi juga berjalan sesuai rencana. Timing yang kami lakukan tepat, kecepatan mobil juga sudah bagus,” tutur Hamilton setelah menyelesaikan kualifikasi.

“Mobil terasa sangat nyaman sejak sesi latihan bebas pertama. Kami juga mampu memperbaiki set-up sedikit demi sedikit.

“Tentu saja saya tahu tidak bisa menghindari hukuman. Karena itulah saya berusaha keras mencetak waktu tercepat (di kualifikasi) untuk mengurangi kerugian yang akan saya alami. Tidak mudah start dari grid ke-11 pada lomba Minggu nanti. Tetapi, di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan.”

Lewis Hamilton datang ke GP Turki dengan keunggulan hanya dua poin atas rival terberatnya, Max Verstappen, yang akan start dari grid kedua dan masih baris terdepan di samping Valtteri Bottas.

dibagikan
komentar
Fernando Alonso Diinvestigasi soal Dugaan Pelanggaran Yellow Flag

Artikel sebelumnya

Fernando Alonso Diinvestigasi soal Dugaan Pelanggaran Yellow Flag

Artikel berikutnya

Toto Wolff Pusing Pikirkan Strategi untuk Lewis Hamilton

Toto Wolff Pusing Pikirkan Strategi untuk Lewis Hamilton
Muat komentar