Tsunoda Pelajari Lomba Makau untuk Hadapi F1 GP Monako

Yuki Tsunoda belum pernah turun dengan mobil Formula 1 di Monako. Tetapi, pembalap Tim AlphaTauri itu memiliki cara lain untuk mempelajarinya.

Tsunoda Pelajari Lomba Makau untuk Hadapi F1 GP Monako

Pembalap debutan (rookie) di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 tersebut menyatakan akan menggunakan pengalamannya turun di trek jalan raya lain, Makau, untuk persiapan menghadapi debut di GP Monako di atas sasis AlphaTauri AT02, akhir pekan ini.

Tsunoda pernah turun di Grand Prix Makau 2019 saat masih berlomba di Formula 3 (foto utama saat turun di FIA F3 2019 di Sochi, Rusia). Macau saat itu bukan termasuk balapan dalam seri FIA Formula 3. Namun, semua pembalap Formula 3 saat itu diizinkan turun.

GP Makau digelar di Sirkuit Guia yang tidak hanya sempit tetapi juga memiliki karakter cepat. Tsunoda yang kala itu berlomba dengan bendera Hitech Grand Prix mampu finis di P1 di trek dengan panjang 6,120 km tersebut.

Mengingat karakter trek di Makau memiliki beberapa kemiripan dengan sirkuit jalan raya Monte Carlo, Tsunoda berharap pengalamannya turun di Makau bisa membantunya di GP Monako nanti.

Kecelakaan terjadi saat lomba Formula 3 GP Makau 2016 di Sirkuit Guia yang merupakan trek jalan raya.

Kecelakaan terjadi saat lomba Formula 3 GP Makau 2016 di Sirkuit Guia yang merupakan trek jalan raya.

“Saya belum pernah turun di kategori apa pun di Monako. Tetapi saya pernah berlomba di Makau. Jadi, paling tidak saya memiliki pengalaman turun di sirkuit jalan raya,” ucap pembalap asal Jepang, 21 tahun, seperti dikuti laman resmi Formula1.com.

“Anda memang perlu pendekatan berbeda untuk lomba di sirkuit jalan raya seperti Monako. Apalagi saya belum pernah turun di sana. Perubahan trek menjadi faktor penting di sana. Awalnya, grip biasanya kecil. Lalu berubah seiring sesi-sesi berjalan.

“Saya harus memastikan tidak kehilangan fokus ataupun konsentrasi. Namun saya yakin mampu beradaptasi. Saya juga sudah banyak menghabiskan waktu di simulator.”

Tantangan lain yang bakal dihadapi Tsunoda di Monako adalah karakter AlphaTauri AT02 yang tidak selalu baik di tikungan lambat, yang justru akan banyak ditemui di Circuit de Monaco.

“Mobil memang mejadi faktor penting. Namun menurut saya faktor paling utama adalah seberapa bagus adaptasi yang Anda lakukan di trek ini,” ujar Tsunoda.

Peringkat ketiga FIA Formula 2 2020 lalu itu pun mengaku akan memberikan masukan data kepada para teknisi untuk membantu mereka dalam menentukan set-up mobil. Sementara, dirinya akan fokus ke teknik balap.

Baca Juga:

“Kualifikasi adalah soal kepercayaan diri di atas mobil, karena di Monako tidak seperti sirkuit jala raya lainnya. Kuncinya adalah tidak membuat kesalahan di latihan bebas pertama (FP1) maupun FP2, agar bisa memaksimalkan waktu mengenal trek,” katanya.

Tidak membuat kesalahan menjadi fokus utama Yuki Tsunoda, utamanya setelah akhir pekan GP Spanyol di Sirkuit Barcelona-Catalunya, 7-9 Mei lalu.

Setelah keselahan di kualifikasi pertama (Q1) yang membuatnya tidak lolos ke Q2, Yuki Tsunoda terpaksa harus start dri grid 16. Saat lomba, ia hanya mampu bertahan enam lap (total lomba, 66 lap) dan mundur karena masalah sistem elektronik pada mobilnya.

“Di Barcelona, saya tidak senang dengan gaya balap di kualifikasi hingga membuat kesalahan. Saya harus belajar menerima kenyataan itu dan mengubah kembali mindset karena baru empat kali berlomba di F1,” tutur Tsunoda.

“Saya akan fokus pada cara mengendalikan mobil serta beradaptasi dan mengetahui karakter mobil sedalam mungkin,” ucap Tsunoda yang merebut dua poin hasil finis P9 pada lomba F1 pertamanya, GP Bahrain, akhir Maret lalu.

dibagikan
komentar
Verstappen Berambisi Rebut Podium Perdana di Monako

Artikel sebelumnya

Verstappen Berambisi Rebut Podium Perdana di Monako

Artikel berikutnya

Ricciardo Yakin Mampu Pahami Mobil Mulai Tengah Musim

Ricciardo Yakin Mampu Pahami Mobil Mulai Tengah Musim
Muat komentar