Villeneuve: Tren debut pembalap remaja "beri kesan yang salah" di F1

dibagikan
komentar
Villeneuve: Tren debut pembalap remaja
Adam Cooper
Oleh: Adam Cooper
Diterjemahkan oleh: Aditya Gagat
14 Des 2016 02.46

Mantan juara dunia, Jacques Villeneuve, memperingatkan dampak negatif dari tren debut dini beberapa pembalap remaja di Formula 1

Jacques Villeneuve
Davide Valsecchi, Sky F1 Italia Presenter with Federica Masolin, Sky F1 Italia Presenter and Jacques
Lance Stroll, Williams F1 Team
Lance Stroll, Williams
Max Verstappen, Red Bull Racing RB12

Max Verstappen melakukan debutnya di F1 saat ia berusia 17 tahun pada musim lalu, sementara pembalap Kanada, Lance Stroll, akan melakukan balapan perdananya bersama Williams di musim 2017 saat ia berusia 18 tahun.

Kedua pembalap tersebut langsung masuk ke Formula 1 setelah menjalani karier junior di ajang Formula 3.

Villeneuve khawatir dengan tren yang diciptakan oleh kedua pembalap muda tersebut yang menurutnya dapat memberikan kesan bahwa Formula 1 adalah olahraga yang terlalu mudah.

"Intinya, 'koper' mereka masih belum penuh terisi. Biasanya, jika kita ingin masuk ke F1, 'koper' kita setidaknya sudah setengah penuh, dan kita hanya mengisi setengahnya lagi," ujar Villeneuve kepada Motorsport.com.

"Sekarang mereka datang dengan 'koper' yang baru saja dibeli dari toko, dan bahkan belum pernah dibuka! Itu salah. Tidak peduli seberapa berbakat Anda, ini adalah F1, ini adalah puncak tertinggi.

"Jadi ada sesuatu yang hilang. Anda bisa memiliki bakat, tampil kencang, tapi juga bisa memberikan kesan yang salah. Untuk dapat masuk ke tingkatan ini seharusnya sulit dicapai, tetapi mereka membuatnya menjadi terlalu mudah."

Mantan juara dunia F1 dari Kanada itu kemudian juga berkomentar terkait peluang kompatriot mudanya itu di F1 2017. Villeneuve memperkirakan musim yang sulit bagi Stroll, tapi ia mengaku yakin dengan kemampuan pembalap yang akan melakukan debut di Williams, 21 tahun setelah Villeneuve melakukan hal yang sama.

"Ia bisa tampil sangat kencang, tapi kita masih belum tahu seberapa kuat mental dan psikologi dia, karena F1 adalah sesuatu tantangan yang benar-benar berbeda.

"Ia mendapat pendidikan yang bagus, ia juga cakap berbicara, jadi ia punya potensi untuk menjadi pembalap yang hebat - atau ia justru bisa kolaps. Kita tidak tahu."

 

Artikel Formula 1 berikutnya
FIA umumkan daftar pembalap F1 2017

Artikel sebelumnya

FIA umumkan daftar pembalap F1 2017

Next article

Symonds tidak ingin Williams lepas Bottas ke Mercedes

Symonds tidak ingin Williams lepas Bottas ke Mercedes
Muat komentar