Segera Akhiri Petualangan F2, Guanyu Zhou Hanya Mau F1 2022

Pembalap Cina, Guanyu Zhou, ingin menyudahi kariernya di Formula 2 akhir musim nanti. Ke depannya, ia hanya mau melompat ke Formula 1, bukan kompetisi lain.

Segera Akhiri Petualangan F2, Guanyu Zhou Hanya Mau F1 2022

Zhou menilai sudah terlalu lama malang melintang di level rendah. Setelah tampil di berbagai kejuaraan go-kart, ia mencoba kompetisi single-seater Formula 4 Italia pada 2015 dengan Prema Powerteam.

Pada musim berikutnya, pembalap tersebut lebih sibuk menata karier. Motopark membawanya ke Formula 3 Eropa dan Macau Grand Prix, sedangkan dengan M2 Competition berlaga di Toyota Racing Series.

Ketika kembali ke Prema, Zhou kembali berkutat dengan F3 dan Macau Grand Prix 2017 dan 2018. Ia baru naik ke jenjang lebih tinggi musim 2019 ketika ditarik UNI-Virtuosi Racing. Selama tiga musim, pembalap itu mengasah performa dengan target utama sampai ke F1 sesuai kerangka waktu yang ditetapkan.

Tahun ini, ia sudah menginjak 22 tahun. Sulit menjadi debutan F1 kalau melebihi usia tersebut. Oleh karena itu, Zhou mati-matian berusaha merangkai kemenangan demi jadi juara musim ini supaya lebih mudah melangkah ke kelas premier.

“Sekarang, setiap orang bekerja keras mencarikan kursi bagi saya, Saya juga berusaha menguasai kejuaraan ini dan semoga itu bisa membuat semua lebih mudah,” ujarnya dilansir Formula Scout.

“Saya tidak memikirkan kejuaraan lain. Ini akan jadi musim terakhir saya di F2, karena menghabiskan tiga tahun di sini, sudah saatnya untuk naik ke kompetisi lain jika memungkinkan.

“Kami tidak mencari apa pun (di luar F1). Sejauh ini, saya tidak tertarik terhadap kejuaraan lain, apakah itu GT (Gran Turismo) atau lomba ketahanan. Itu tidak ada dalam rencana saya.”

Baca Juga:

Setelah meninggalkan Akademi Pembalap Ferrari, ia ditampung program pembalap muda Alpine. Seandainya promosi musim depan, Zhou tak mungkin memperkuat tim yang dulu bernama Renault. Pasalnya, mereka sudah punya dua andalan Fernando Alonso dan Esteban Ocon untuk musim depan.

Sementara, program yang bisa dimasuki di Alpine adalah kejuaraan ketahanan WEC dan Formula E. Di WEC, mereka menggandeng Signatech dan menggunakan sportscar LMP1. Dams juga bermitra dengan Alpine untuk FE.

Direktur Akademi Alpine, Mia Sharizman, dan stafnya berusaha mencarikan tempat untuk pemilik 15 podium F2 tersebut. Mereka membuka peluang menaruh pilot tersebut ke WEC atau European Le Mans Series.

Namun, ide itu ditepis jauh-jauh, apalagi setelah mencoba A521 milik Fernando Alonso dalam free practice 1 GP Austria. Sang pembalap veteran memuji kepribadian dan potensi Guanyu. Ia bahkan berharap bisa berada satu grid ke depannya.

Kabarnya, Zhou Guanyu dipertimbangkan Williams, selain Niko Hulkenberg dan Daniil Kvyat, untuk mengisi kursi yang mungkin ditinggalkan George Russell.

“Tahun ini sangat penting bagi saya untuk membuat langkah naik. Saya akan mencoba yang terbaik dan berharap apakah orang-orang (Cina) bangga atau tidak, tapi saya hanya melakukan apa yang saya sukai dan mencoba melakukan yang terbaik secara pribadi,” Zhou  mengungkapkan.

“Ada banyak pertanyaan, apakah Anda bisa mencapainya atau tidak. Saya mencoba mencapai itu. Saya kira, saya yang paling dekat mewujudkan impian itu tapi sangat sulit karena kursi F1 terbatas.”

Guanyu Zhou, Uni-Virtuosi Racing

Guanyu Zhou, Uni-Virtuosi Racing

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Hasil Kualifikasi F2 Inggris: Piastri Pole, Shwartzman Insiden

Artikel sebelumnya

Hasil Kualifikasi F2 Inggris: Piastri Pole, Shwartzman Insiden

Artikel berikutnya

Hasil Sprint Race 1 F2 Inggris: Awal Bagus Shwartzman Pekan Ini

Hasil Sprint Race 1 F2 Inggris: Awal Bagus Shwartzman Pekan Ini
Muat komentar