5 Hal baru di Formula E 2018/2019

dibagikan
komentar
5 Hal baru di Formula E 2018/2019
Oleh:
11 Des 2018 05.23

Sebelum menyaksikan aksi mobil terbaru Formula E di E-Prix Ad Diriyah Sabtu (15/12), simak lima hal terbaru musim ini!

Formula E akan memasuki musim kelimanya akhir pekan ini, diawali dengan balapan di jalanan Kota Ad-Diriyah, Arab Saudi. Selama empat tahun penyelenggaraan kejuaraan single-seater elektrik, berbagai inovasi telah dilahirkan, baik dari teknologi maupun interaksi terhadap fans.

Seluruh tim wajib memakai sasis dan powertrain serupa pada 2014/2015. Satu tahun berselang, mereka bebas mengembangkan bagian dalam mobil seperti motor, pendingin, dan inverter.

Ada beberapa perubahan aerodinamika di dua musim terakhir dengan sasis buatan Dallara tersebut, yakni bentuk sayap depan ganda serta penutup velg (digunakan tim Audi). 

Apa saja lima hal baru di Formula E 2018/2019?

1. Mobil lebih kencang

Slider
List

1/5

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

Robin Frijns, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05 with the new hyper boost LED lights on the halo

Robin Frijns, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05 with the new hyper boost LED lights on the halo
2/5

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05
3/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05
4/5

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Engineer of Sam Bird, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05

Engineer of Sam Bird, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05
5/5

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

Setelah empat musim menggunakan sasis Spark Renault SRT_01E, kejuaraan single-seater elektrik FE bakal menggunakan mobil spek baru dengan kode sandi SRT05e, yang mana mampu menghasilkan tenaga lebih kencang serta mampu digeber satu balapan penuh.

Tenaga puncak Gen2 FE adalah 250 kW, diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal 280 kilometer per jam. Percepatan mobil 0-100 kpj hanya membutuhkan waktu 2,8 detik.

2. Penghapusan sistem lap

Slider
List

1/5

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Felipe Massa, Venturi Formula Eleads Pascal Wehrlein, Mahindra Racing, M5 Electro

Felipe Massa, Venturi Formula Eleads Pascal Wehrlein, Mahindra Racing, M5 Electro
2/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Pascal Wehrlein, Mahindra Racing, M5 Electro exits his car

Pascal Wehrlein, Mahindra Racing, M5 Electro exits his car
3/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05 exits his car

Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05 exits his car
4/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 and Nelson Piquet Jr., Panasonic Jaguar Racing, I-Type 3 leave the pit lane

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 and Nelson Piquet Jr., Panasonic Jaguar Racing, I-Type 3 leave the pit lane
5/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Tidak akan ada lagi jumlah lap untuk menentukan lamanya balapan. Sebagai gantinya, FE menetapkan durasi 45 menit ditambah satu lap bagi ke-22 pembalap untuk memperebutkan poin.

3. Tim dan pembalap baru

Slider
List

1/5

Foto oleh: BMW AG

Gary Paffett, HWA Racelab, VFE-05

Gary Paffett, HWA Racelab, VFE-05
2/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Gary Paffett, Mercedes-AMG Team HWA

Gary Paffett, Mercedes-AMG Team HWA
3/5

Foto oleh: Alexander Trienitz

Stoffel Vandoorne, HWA Racelab, VFE-05

Stoffel Vandoorne, HWA Racelab, VFE-05
4/5

Foto oleh: Malcolm Griffiths / LAT Images

Stoffel Vandoorne, HWA Racelab

Stoffel Vandoorne, HWA Racelab
5/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Terdapat satu slot tambahan yang diisi oleh HWA Racing, dengan pembalap Gary Paffett dan Stoffel Vandoorne. Menurut kabar, tim ini akan digantikan oleh Mercedes saat bergulirnya musim keenam nanti.

Andretti dan Techeetah menjelma menjadi tim pabrikan setelah masing-masing skuat bermitra dengan BMW dan DS Automobiles, sedangkan e.dams menggandeng Nissan setelah Renault memutuskan hengkang.

Sejumlah wajah baru menghiasi lini pembalap, seperti Alexander Sims (BMW i Andretti), Max Gunther (Geox Dragon), Oliver Rowland (Nissan e.dams), serta duo HWA.

4. Attack Mode

Slider
List

1/1

Untuk membuat jalannya balapan makin tak terprediksi, FE memperkenalkan fitur Attack Mode, di mana pembalap harus melewati jalur tertentu di luar racing line untuk bisa mengaktifkan tenaga tambahan 25 kW selama beberapa saat. Durasi serta jumlah Attack Mode akan ditentukan FIA sebelum balapan berlangsung.

5. Ekspansi venue

Slider
List

1/5

Foto oleh: General Sports Authority, Saudi Arabia

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation
2/5

Foto oleh: General Sports Authority, Saudi Arabia

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation
3/5

Foto oleh: General Sports Authority, Saudi Arabia

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation
4/5

Foto oleh: General Sports Authority, Saudi Arabia

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation

‘Saudia’ Ad Diriyah E-Prix track presentation
5/5

Foto oleh: General Sports Authority, Saudi Arabia

Sanya (Republik Rakyat Tiongkok) akan menjadi kota ketiga di Benua Asia yang menjadi venue FE setelah Ad-Diriyah dan Hong Kong. Monako kembali menggelar balapan setelah absen tahun lalu. Sempat berencana menggunakan layout serupa dengan Formula 1, FE memutuskan kembali memakai trek pendek seperti di musim ketiga.

VIDEO: 5 Hal baru di Formula E 2018/2019

 

Next article
Audi: BMW tim paling diunggulkan

Artikel sebelumnya

Audi: BMW tim paling diunggulkan

Next article

Debut Jaguar eTrophy dengan 11 mobil

Debut Jaguar eTrophy dengan 11 mobil
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Wisnu Setioko