Dibandingkan dengan Stoner dan Bayliss, Miller Tak Tertekan

Jack Miller menjadi pembalap Australia ketiga yang memperkuat Ducati, setelah Troy Bayliss dan Casey Stoner. Ia ditunggu pekerjaan berat merebut hati tifosi seperti dua legenda itu.

Dibandingkan dengan Stoner dan Bayliss, Miller Tak Tertekan

Jalan satu-satunya dengan mengukir rapor apik mulai musim 2021. Kalau bisa mengulang prestasi Stoner, satu-satunya pembalap yang mampu memberi titel juara dunia MotoGP kepada skuad yang bermarkas di Borgo Panigale.

Miller, yang direkrut untuk mengisi slot kosong peninggalan Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci, mengaku menjadikan kompatriotnya sebagai acuan. Berikut wawancara dengan pembalap 26 tahun tersebut.

Pada akhir musim lalu, Anda menunjukkan bahwa banyak orang salah telah menilai Anda dengan buruk. Apa promosi ke tim pabrikan adalah pembuktian lain? Apa Anda telah berkembang di dalam dan luar lintasan selama periode dengan Ducati?

Ya, saya yakin ini tentang menemukan motivasi, sesuatu yang memberi Anda dorongan. Ada beberapa orang yang ragu terhadap saya, tapi saya melakukan yang terbaik agar dapat terus berkembang. Saya kira Ducati memberi peralatan untuk berkembang. Tidak pernah mudah punya kontrak setahun, sama seperti yang saya miliki dalam tiga tahun terakhir. Tapi saya kira dengan menunjukkan nilai saya dan itu membantu saya agar tidak jadi anak-anak dan lanjut berkembang.

Ada permintaan khusus? Anda ingin mengubah aspek tertentu dari motor tahun ini?

Ada daftar panjang seputar apa yang mesti dikerjakan, tapi saya bukan tipe yang membuat daftar dan mengatakan apa yang perlu dilakukan. Saya percaya mereka tahu yang kami perlukan, saya telah bekerja dengan para engineer Ducati selama tiga tahun terakhir. Mereka tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang kami cari. Sejak tahun lalu, mereka mengetahui masalah yang kami miliki.

Christian Pupulin (kepala kru) datang bersama Anda, tapi Anda berada di tim berbeda. Apa yang akan berubah? Apa Anda berpikir metode kerja berbeda di tim pabrikan?

Ada banyak pekerjaan, tapi di paddock, saya yakin perbedaannya lebih banyak orang di sekitar saya. Saya yakin perubahan besar adalah pendekatan di akhir pekan pertandingan akan berbeda, tapi saya punya ahli telemetri yang ikut dengan saya. Kami beruntung membawa seseorang bersama kami.

Kami tidak berubah banyak, kami punya hubungan dekat antara Pramac dan Ducati. Kami bercanda dan dalam kondisi baik selama tiga tahun ini. Saya memutar music dan saya mengganggu mereka, tapi mereka sudah tahu bagaimana saya. Sungguh menyenangkan lanjut bekerja dengan orang-orang yang membangun hubungan dengan Anda, karena mereka mengenal Anda, dan tahu apa kemauan Anda. Saya yakin sistem Ducati sekarang di mana menjaga orang-orang agar bersama, sungguh bagus. Tim memotivasi pembalap dan sebaliknya. Keduanya bekerja untuk target yang sama.

Baca Juga:

Anda menjalani operasi kaki ketika kembali ke Australia. Bagaimana keadaannya sekarang?

Kaki dalam kondisi baik. Saya harus menjalani karantina ketika kembali ke Australia, saya mengalami infeksi pada kaki dan harus dioperasi. Lalu saya melanjutkan karantina 19 hari berikutnya, tapi setelah saya kembali ke Eropa, saya naik motocross, bersepeda, intinya kembali ke kehidupan normal.

Apa yang Anda pelajari dari musim lalu yang membuat Anda lebih kuat untuk musim 2021?

Saya melakukan latihan keras pada fisik dan mental. Musim lalu, kami berhasil memperbaiki tim, kami mendapat pace. Tahun-tahun sebelumnya mungkin konsistensi bukan kekuatan saya, tapi pada 2020, kami dapat melangkah maju dalam hal ini.

Kami punya beberapa masalah tahun lalu, terutama ban. Tapi cara saya melakukan pendekatan di akhir pekan, membantu mengatasinya.

Anda pembalap Ducati ketiga dari Australia setelah sekian lama. Fakta itu membuat Anda termotivasi atau malah terbeban? Anda yakin bisa jadi Stoner baru?

Itu hal aneh, karena tidak ada banyak pilot dari Australia. Tentu saja itu memotivasi saya, saya tumbuh dengan melihat Troy Bayliss dan Casey Stoner balapan. Boleh dibilang mereka adalah idola saya. Tekanan hanya sesuatu yang Anda letakkan pada diri sendiri, bukan mereka yang memberi tekanan kepada saya, melainkan saya sendiri. Saya ingin melakukan yang terbaik semampu saya dan mengeluarkan yang terbaik dari diri sendiri. Stoner baru? Dia idola, tapi saya di sini untuk menjalankan apa yang saya ketahui, lalu kita lihat saja.

Joan Mir seorang pembalap yang ingin dikalahkan atau ada rider  lain?

Mir nomor satu tahun 2020, tak ada yang mengira dia bakal menang, tapi dia melakukannya. Hanya saja, jika Anda melihat bagian akhir musim, saya yakin lawan paling berat adalah Franco Morbidelli, tapi dia akan mengemudikan motor tua. Tentu saja tidak bisa meremehkan pembalap seperti Fabio Quartararo dan Maverick Vinales, seluruh grid diisi para pembalap tangguh.

Dalam persiapan musim dingin Anda di Australia, kami lihat kalau Anda banyak berlatih dengan motocross. Sedangkan di Eropa, Anda berlatih dengan Ducati Panigale, apa itu membantu?

Tentu saja. Kami akan memutari Jerez selama dua haris dengan Panigale, kalau waktu memungkinkan. Latihan untuk MotoGP rumit karena tidak ada kendaraan di dunia seperti motor untuk MotoGP, yang paling mendekati adalah Panigale dan hanya dengan itu Anda bisa bekerja.

Di luar dari itu, tak ada yang bisa dipersiapkan untuk mengendarai motor untuk MotoGP. Anda hanya bisa melakukan semua persiapan dengan berbagai cara, tapi kemudian selalu jadi sebuah guncangan saat naik motor MotoGP setelah dua atau tiga bulan.

Cal Crutchlow tidak lagi di grid, apa yang Anda rindukan darinya?

Saya tak merindukan apa pun (tertawa). Dia dirindukan semuanya, tapi kami punya grup bagus, berisi dia, Alex dan Sam Lowes. Dia selalu memberi kabar terbaru apa yang dilakukannya.

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team
1/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team
2/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team
3/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team
4/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team
5/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team
6/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team
7/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team
8/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team
9/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team
10/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team
11/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team
12/13

Foto oleh: Ducati Corse

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team

Jack Miller, Francesco Bagnaia, Ducati Team
13/13

Foto oleh: Ducati Corse

dibagikan
komentar
Tatap Muka Perdana Marquez-Espargaro sebagai Pembalap Honda

Artikel sebelumnya

Tatap Muka Perdana Marquez-Espargaro sebagai Pembalap Honda

Artikel berikutnya

Sempat Memburuk, Kondisi Fausto Gresini Kembali Stabil

Sempat Memburuk, Kondisi Fausto Gresini Kembali Stabil
Muat komentar