MotoGP Doha Tanpa Penonton

Jika seminggu lalu tak kurang 1.500 penonton menyaksikan GP Qatar, maka akhir pekan ini Sirkuit Internasional Losail dipastikan tidak ada penonton saat GP Doha digelar.

MotoGP Doha Tanpa Penonton

Harapan bila pandemi Covid-19 takkan lagi memengaruhi seri Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 belum sampai separuh terwujud.

Para pembalap dan tim-tim sudah mampu menjalani lomba kedua, GP Doha, pada akhir pekan ini, Jumat-Minggu (2-4/4/2021), di Sirkuit Losail, Qatar. Bandingkan tahun lalu, saat MotoGP baru bisa dimulai pada 19 Juli 2020 di Jerez, Spanyol.

Losail akan menjadi tuan rumah dalam dia pekan beruntun setelah minggu lalu menggelar GP Qatar. Tetapi, ada yang berbeda dengan lomba GP Doha yang akan dilangsungkan Minggu (4/4/2021) besok.

Atas rekomendasi Menteri Kesehatan Dr. Hanan Mohamed Al Kuwar menyusul situasi Covid-19 di Qatar, pihaknya meminta agar GP Doha tidak membuat terkonsentrasinya banyak orang demi mencegah penularan.

Dari rekomendasi tersebut, Losail Circuit Sports Club (LCSC) selaku pengelola GP Qatar, Dorna Sports sebagai pemegang hak penyelenggaraan MotoGP, dan Asosiasi Olahraga Balap Qatar (QMMF), sepakat melarang penonton datang pada akhir pekan GP Doha.

Seminggu lalu, tidak kurang 1.500 tiket terjual sepanjang akhir pekan GP Qatar.lalu (foto utama). Kendati demikian, jumlah itu jauh di bawah gelaran GP Qatar sebelum-sebelumnya, saat belum ada pandemi Covid-19..

GP Doha sendiri tidak ada masalah akibat efek pandemi. Pertama, otoritas lokal telah memberikan vaksinasi untuk 1.300 orang anggota tim di Doha, paling tidak sekali. Vaksinasi kedua sendiri akan dilakukann pada Senin atau Selasa, setelah balapan GP Doha.

Kedua, tim-tim tinggal di area dengan istilah “bubble”. Artinya, mereka hanya bisa tinggal di satu hotel dan ke paddock Losail. Ke paddock sirkuit pun harus dengan mobil yang disediakan penyelenggara. Sistem “bubble” ini akan berakhir pada Senin pukul 00:01 waktu Doha, Qatar.

Seorang petigas memeriksa suhu tubuh staf MotoGP di sela-sela penyelenggaraan GP Rep. Ceko, tahun lalu. Covid-19 yang kian sulit ditekan kini masih menghantui otoritas MotoGP.

Seorang petigas memeriksa suhu tubuh staf MotoGP di sela-sela penyelenggaraan GP Rep. Ceko, tahun lalu. Covid-19 yang kian sulit ditekan kini masih menghantui otoritas MotoGP.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Kini, yang dikhawatirkan tim-tim adalah bagaimana mereka pulang dan kemudian menuju Portugal, balapan ketiga MotoGP 2021, pada 16-18 April. Karena Brexit, mereka yang tinggal di Inggris saat ini hanya bisa masuk sebagian besar negara-negara Uni Eropa (UE) dengan “alasan khusus”.

Warga Inggris yang terbang ke Portugal harus menjalani karantina di sana selama dua minggu meskipun tes PCR negatif jika mereka tidak meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam.

Kondisi ini juga harus dibuktikan dengan tiket penerbangan yang sah. Aturan yang sama saat ini berlaku untuk mereka yang berasal dari Prancis dan Italia.

Di Prancis, lockdown nasional ketiga dengan jam malam mulai pukul 19.00 malam sekarang dimulai. Itu karena dimulainya gelombang ketiga yang kian sulit dikendalikan dan varian Covid-19 yang berbeda dan lebih berbahaya.

Di Jerman, lockdown diperpanjang hingga 11 April. Di tiga negara bagian federal sebelah timur Austria, yakni Austria Bawah, Wina, dan Burgenland, lockdown baru dimulai pada Kamis Putih dan akan berlangsung setidaknya hingga 11 April.

Distrik Austria Hulu di Braunau, tempat pabrik KTM di Mattighofen dan KTM Factory Racing di Munderfing berada, memiliki kasus positif Covid-19 hingga 400. Anda hanya dapat meninggalkan distrik ini dengan hasil tes negatif.

Oleh karena itu, tim-tim balap (MotoGP, Moto2, dan Moto3) harus mencari solusi kreatif untuk meloloskan semua anggota skuad mereka dari Doha ke Portimao (Portugal) tanpa karantina atau hambatan lainnya.

Baca Juga:

Untuk mengatasi pandemi Covid-19, Italia juga memberlakukan persyaratan karantina bagi mereka yang masuk dari negara-negara UE lainnya.

Wisatawan dari negara-negara UE harus mengikuti tes sebelum memasuki Italia, tetap dikarantina selama lima hari setelah tiba dan kemudian mengikuti tes lain menjelang akhir perjalanan. Demikian instruksi Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza pada 30 Maret.

Awalnya tidak diumumkan kapan aturan ini harus mulai berlaku. Mereka sudah berlaku untuk pengunjung yang datang dari negara di luar UE. Begitu juga untuk semua orang yang ingin terbang ke Italia dari Doha.

Untuk membatasi perjalanan akibat hari raya Paskah, banyak pelancong dari negara-negara UE telah dikarantina di Italia.

“Tidak ada karantina hanya dalam beberapa kasus luar biasa,” kata Speranza. Misalnya untuk Provinsi Bolzano karena sejauh ini banyak orang Austria menikmati merayakan Paskah di Tyrol Selatan.

Seperti di Jerman, kemungkinan perjalanan ke luar negeri memicu diskusi di Italia tanpa karantina. Dengan peraturan yang kini telah diumumkan, Pemerintah Italia ingin mengekang gelombang perjalanan yang akan datang selama Paskah.

Italia dinyatakan sebagai zona merah dari 3 April hingga 6 April. Kondisi level yang mengkhawatirkan di Italia ini membuat pemerintah menetapkan pembatasan keluar yang ketat.

Sebelumnya juga telah diumumkan bahwa penonton tidak boleh menyaksikan langsung akhir pekan GP Portigal di Sirkuit Portimao, seperti pada 2020 lalu.

 

 

 

 

 

 

 

dibagikan
komentar
Quartararo Belum Nyaman di Atas M1

Artikel sebelumnya

Quartararo Belum Nyaman di Atas M1

Artikel berikutnya

Puig Peringatkan KTM untuk Tak Mengurusi Bradl

Puig Peringatkan KTM untuk Tak Mengurusi Bradl
Muat komentar