Pol Espargaro: Banyak Pembalap dalam Kondisi Top, tapi Honda Tidak

Pol Espargaro mengklaim Marc Marquez masih paling hebat di grid MotoGP. Jagoan Repsol Honda itu mampu mencapai hasil bagus meski keadaan tak selalu sejalan.

Pol Espargaro: Banyak Pembalap dalam Kondisi Top, tapi Honda Tidak

Musim ini, tim tersebut mengalami kemajuan yang sangat berarti dibanding tahun lalu. Mereka mendapat tiga kemengan dan satu runner-up dari Marquez, serta satu peringat kedua persembahan Espargaro.

Meski begitu, pembalap Spanyol tersebut sangat tidak puas. Performa terbaik baru muncul di bagian akhir musim.

“Ketika Anda memulai musim, terjadi perubahan dan Anda harus mulai beradaptasi dengan keadaan di sirkuit berbeda-beda. Tapi, Anda tidak bisa memulai dalam sebuah tim seperti ini tanpa tujuan seperti itu,” katanya dikutip dari Marca.

“Itu harus jadi tujuan pembalap Honda Racing, memenangi gelar juara. Kemudian, ada banyak yang terjadi, seperti cedera, jatuh, sial atau hal-hal lain yang tidak bekerja untuk Anda. Seperti ini musim lalu, Anda beradaptasi atau bertahan, tapi target tetap sama.”

Namun, tidak seharusnya adik Aleix Espargaro itu mengkritik dirinya berlebihan. Ia harus bangga karena musim debut bersama Honda, lebih baik ketimbang tahun perdana Jorge Lorenzo dan musim penutup Dani Pedrosa dalam skuad tersebut.

Kedua rider yang sudah pensiun dari MotoGP tersebut tidak naik podium dalam periode itu. Lorenzo finis di posisi ke-19 dan Pedrosa lebih baik ke-11. Sedangkan, Espargaro P12.

Baca Juga:

“Ya, dengan segala hormat, Jorge adalah pembalap hebat, sama seperti Dani. Saya respek kepada mereka, juga terhadap Alex Marquez, yang masuk ke sini dan mengalami tahun sulit. Motor jelas tidak mudah,” ia melanjutkan.

“Dalam hal itu, ada sesuatu yang lebih besar, yakni ambisi. Saya punya ambisi lebih besar, yakni mencapai prestasi berbeda dengan motor selain KTM. Itu terjadi di sebelah pembalap terhebat, Marc.

“Ini bukan opsi paling mudah atau nyaman. Akan lebih nyaman kalau bertahan di KTM, jika ada kesempatan itu dan Anda akan pensiun tanpa sadar apa yang teradi, saya tidak akan mampu mendapatkannya.

“Masa depan saya di Honda. Dengan segala hormat terhadap seluruh pembalap yang pernah berada di sini dan tidak menuntaskan musim dengan baik dengan HRC, saya mampu melakukan lebih baik. Akhir musim bagus, tanpa jadi musim yang saya inginkan.”

Kekaguman Espargaro terhadap Marquez makin besar setelah mereka berbagi paddock MotoGP. Ia bahkan tak menganggap Joan Mir dan Fabio Quartararo, juara dunia dua musim terakhir, sehebat koleganya.

Rupanya pria 30 tahun tersebut punya alasan kenapa mengagung-agungkan The Baby Alien.

“Saya punya kesempatan berbagi box dengannya dan saya lihat apa yang dilakukannya. Saya kira tak banyak yang mampu melakukan seperti apa yang dilakukannya. Terlepas dari balapan di mana dia tampil, seberapa kencang dia pada akhir pekan rumit.

“Faktanya, motor tidak pada level seharusnya dan bisa bertarung pada akhir pekan di mana saya sangat menderita. Bagi saya, itu yang terpenting. Selain itu, yang memberi nilai lebih adalah ketika motor bekerja dengan baik.

“Anda lihat beberapa pembalap bertarung untuk menang. Dalam kasus Alex Rins dan Joan Mir, punya kekurangan, tapi mereka sangat kencang. Para pembalap Ducati, bisa dilihat kalau mereka semua kencang, baik tim satelit maupun pabrikan. Selalu ada banyak pembalap dalam kondisi terbaik, tapi pada kasus Honda, tidak.”

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Andrea Dovizioso Bicara tentang Sukses Ducati di MotoGP 2021
Artikel sebelumnya

Andrea Dovizioso Bicara tentang Sukses Ducati di MotoGP 2021

Artikel berikutnya

Fabio Quartararo Populer di MotoGP karena Tak Butuh Musuh  

Fabio Quartararo Populer di MotoGP karena Tak Butuh Musuh  
Muat komentar