Pembalap Cina Yifei Ye Diganjar Kontrak Porsche Asia

Bintang Le Mans 24 Hours LMP2, Yifei Ye, resmi diikat kontrak pabrikan oleh Porsche Asia, yang mana membuat sang pembalap berpeluang mengemudikan prototipe LMDh pada WEC 2023.

Pembalap Cina Yifei Ye Diganjar Kontrak Porsche Asia

Pemuda berusia 21 tahun itu dinobatkan sebagai pembalap terpilih Porsche Motorsport Asia Pasific setelah kesuksesannya dalam memenangi Asian dan European Le Mans Series musim 2021.

Kesepakatan dengan Porsche Asia juga berarti bahwa Ye akan menerima dana untuk program balap 2022, guna mempersiapkannya ke program LMDh di World Endurance Championship (WEC) dan IMSA WeatherTech SportsCar Championship di Amerika Utara.

“Ketika kami melihat potensi Yifei, target kami di Porsche Motorsport Asia Pasifik adalah membawanya ke LMDh pada 2023,” kata Managing Director Porsche Motorsport Asia Pasific, Alexandre Gibot, kepada Motorsport.com.

“Kami akan mengungkapkan apa program untuk Yifei di tahap selanjutnya. Yang pasti kami bekerja untuk memberinya lingkungan terbaik demi meyakinkan orang-orang di pabrik Porsche agar memilihnya di LMDh mulai 2023.

“Memiliki Yifei sebagai pembalap pilihan kami sangat menarik dari sudut pandang olahraga, juga dari sisi promosi. Kami punya kemungkinan untuk memanfaatkan merek di Cina, pasar terbesar Porsche sejak 2015, dengan talenta lokal yang luar biasa seperti dia.”

Yifei Ye, Porsche Asia

Yifei Ye, Porsche Asia

Photo by: Porsche

Alexandre Gibot mengatakan bahwa program balap Yifei Ye kemungkinan akan berlangsung di Eropa. Hal ini lantaran ketidakpastian pembatasan perjalanan internasional di Asia akibat pandemi Covid-19. Namun, belum diketahui kejuaraan atau kategori apa yang bakal diikuti sang pembalap.

Ye sukses memenangi European Le Mans Series musim ini, di mana dia berbagi mobil ORECA-Gibson 07 bersama Robert Kubica dan Louis Deletraz.

Trio driver itu sebenarnya berpeluang naik podium tertinggi di Le Mans 24 Hours lalu, andai masalah mesin tak melanda kendaraan mereka pada lap terakhir.

“Ini adalah tonggak besar dalam karier saya untuk bekerja sama dengan pabrikan dan merek mobil sport seperti Porsche,” ucap Ye.

“Motorsport ada dalam DNA Porsche dan sangat terkenal untuk pengembangan pembalap, yang saya rencanakan untuk menjadikan diri saya dalam kondisi terbaik.

“Saya memulai balap ketahanan tahun ini, dan setelah memenangi Asian dan European Le Mans Series, tujuan jelas saya adalah memasuki LMDh bersama Porsche pada 2023 dan menjadi pembalap hina pertama yang memenangi kejuaraan dunia FIA dan Le Mans.”

Baca Juga:

Pada 2020, sosok pembalap terpilih Porsche Motorsport Asia Pasific adalah  Alessio Picariello. Rencana awal adalah membawa pemuda Belgia itu ke GT World Challenge Asia, tetapi ajang balap tersebut dibatalkan.

Picariello kemudian ditempatkan dengan tim Dempsey-Proton di ELMS, memenangi gelar GTE bersama Christian Ried dan Michele Beretta.

Tahun ini, Picariello debut di Le Mans dan Nurburgring 24 Hours dengan Absolute Racing serta Falken Motorsport dari Cina. Dia juga telah mengikuti dua putaran WEC bersama Dempsey-Proton.

Gibot menjelaskan bahwa mengembangkan pembalap muda adalah prioritas dari Porsche Motorsport Asia Pasific.

“Kami ingin mengembangkan talenta muda dan lima tahun lalu membuat program Porsche Cina Junior dan kami sekarang memiliki kumpulan bakat Porsche Carrera Cup Asia. Jadi, langkah selanjutnya adalah mendukung pembalap secara internasional,” tuturnya.

Yifei Ye nantinya juga bakal menerima pelatihan dari pembalap lama pabrikan Porsche, Sascha Maassen, serta latihan kebugaran fisik dan media.

dibagikan
komentar
Pengetahuan Minim Tak Halangi Toyota Menangi Bahrain 6 Hours
Artikel sebelumnya

Pengetahuan Minim Tak Halangi Toyota Menangi Bahrain 6 Hours

Artikel berikutnya

Anthony Davidson Pensiun Selepas WEC 2021

Anthony Davidson Pensiun Selepas WEC 2021
Muat komentar