Banyak Masalah, Rea Pasrah dengan Hasil di WSBK Italia

Italia tidak lagi bersahabat dengan Jonathan Rea. Pembalap Kawasaki itu gagal menang dalam tiga lomba World Superbike (WSBK) di Misano. Dengan besar hati, ia mengakui kekalahannya.

Banyak Masalah, Rea Pasrah dengan Hasil di WSBK Italia

Untuk pertama kali musim ini, tak ada nama Rea di puncak podium sama sekali dalam satu putaran. Pria Irlandia Utara tersebut finis di urutan ketiga pada Race 1, Superpole dan Race 2, kalah dari Toprak Razgatlioglu dan Michael Ruben Rinaldi.

Pembalap yang akrab disapa Johnny itu mengalami masalah pada ZX-10RR dan ban. Jadi masuk tiga besar masih bisa dimaklumi.

“Saya harus menerima segala yang terjadi pada akhir pekan ini. Sesi pertama, saya tidak punya gri, kami menghindari kerusakan pada kejuaraan. Kami tidak membuang poin, saya selesai di tempat yang seharusnya, saya tampil sangat buruk,” ucapnya.

“Kemarin boleh dibilang masih beruntung, jadi perlu merasa gembira untuk ini. Saya memasang opsi lebih keras (di Race2), tapi pada titik tertentu, saya kehilangan stabilitas sedikit karena temperatur tinggi.

“Tapi saya di sana, berjuang keras. Toprak punya ritme hebat. Dalam satu fase, Rinaldi sangat dekat dengan saya, tapi dia melakukan beberapa kesalahan di tikungan akhir. Saya berpikir mungkin bisa melewati pada T1, tapi dia bisa memulihkan keadaan.”

Ketika Razgatlioglu dan Rinaldi terlibat persaingan sengit di Race 2, Rea menjadi penonton sembari mengamankan posisi. Juara WSBK enam musim beruntun sesekali mengintip peluang untuk menyerang.

Ia menemukan keyakinan terhadap ban belakang. Setelah unggul di tikungan 2 hingga 4, Rea keteteran pada belokan-belokan berikutnya. Pujian dilayangkan untuk Rinaldi.

“Saya mendapat beberapa peringatan tapi saya dapat mengontrolnya dan pada akhirnya menaklukkan podium. Saya gembira karena saya kira kami dapat mengeluarkan kemampuan motor. Untuk mendapat hasil bagus, Anda perlu harmonis dengan motor. Melihat cara Michael mengemudikan motor akhir pekan ini, sungguh impresif,” ia memuji.

Rivalitas Razgatlioglu dan Rinaldi menegaskan pentingnya perubahan generasi di Superbike. Rea menyambut perubahan tersebut.

Michael Ruben Rinaldi, Aruba.It Racing - Ducati, Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Michael Ruben Rinaldi, Aruba.It Racing - Ducati, Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Ada banyak pembalap tua di paddock yang sudah punya pengalaman. Ada beberapa pemuda tangguh dari kelas lebih rendah yang pantas dipromosikan. Manuel Gonzalez, contohnya, talenta hebat dan pantas berada di sini. Pada Superbike, ada Michael dan Toprak, bukan anak-anak, tapi mereka bagian dari generasi baru dan sangat bertalenta,” tuturnya.

Dalam dua pekan, Superbika akan digelar di Donington. Rea ingin mengukuhkan lagi hegemoni di sirkuit yang sudah dikenalnya.

“Saya senang tiba di putaran Inggris dengan tiga podium. Saya yakin hal penting yang kurang dari kami adalah fakta bahwa motor sangat berat ketika diubah arahnya. Jadi saya sangat lelah dari T1 sampai T5. Kalau saya agresif, motor akan banyak bergerak dan akselerasi merosot.

“Tapi Donington lebih mengalir, jadi pada dua sektor awal, kami bisa lebih kuat karena motor beradaptasi dengan baik. Sebaliknya, akhir pekan ini, dua pembalap di depan saya sangat kuat,” pungkas Rea.

Baca Juga:

dibagikan
komentar
Galang Hendra Kesulitan dengan Daya Cengkeram di Misano

Artikel sebelumnya

Galang Hendra Kesulitan dengan Daya Cengkeram di Misano

Artikel berikutnya

Tardozzi Jamin Rencana 8 Motor MotoGP Tak Ganggu Proyek WSBK

Tardozzi Jamin Rencana 8 Motor MotoGP Tak Ganggu Proyek WSBK
Muat komentar