5 Kuda Hitam dalam F1 GP Meksiko

Persaingan Formula 1 akhir pekan ini di GP Meksiko, sangat ditentukan oleh daya tahan Power Unit, Turbocharger dan sistem pendingin.

5 Kuda Hitam dalam F1 GP Meksiko

Autodromos Hermanos Rodriguez yang terletak di ketinggian lebih dari 2.285 meter, memiliki udara tipis dan kadar oksigen yang lebih sedikit 25 persen. Karena faktor udara sangat penting untuk mobil F1, maka semua tim akan terdampak.

Sedikit udara membuat downforce berkurang hingga 25 persen dan daya cengkeram pun rendah. Mobil bergantung pada pembakaran internal, akan sangat menderita saat mengebut di ketinggian. Namun, berkat Turbocharger, pembalap bisa mengemudi pada trek tinggi sama nyamannya dengan sirkuit yang elevasinya rendah.

Hanya saja, akibat densitas udara rendah, Turbo harus bekerja keras memompa udara ke mesin. Dalam kondisi tersebut, sistem pendingin kurang efisien dalam menurunkan temperatur Power Unit dan pengereman. Udara yang mengalir ke radiator, saluran udara masuk serta duct sangat sedikit.

Namun, berbagai hambatan itu justru membuat mobil bisa melaju lebih kencang. Di trek lurus, mereka dapat meluncur hingga maksimal 360 km/jam.

Ferrari sudah mengantisipasi berbagai kendala yang berpotensi muncul. Mereka mengangkut perangkat aerodinamika radikal beserta pendingin. Para pembalap si Kuda Jingkrak mungkin saja jadi kuda hitam di tengah persaingan Mercedes dan Red Bull.

Baca Juga:

Berikut lima pembalap yang mungkin bersinar dalam F1 GP Meksiko.

1. Sergio Perez

Perez pulang ke kandang dan mendapat sambutan hangat dari para penggemarnya. Pembalap Meksiko tersebut tentu ingin mengembalikan dukungan dengan prestasi.

Sayangnya, ia belum berhasil naik podium di sana. Peringkat ketujuh adalah prestasi terbaiknya dengan Force India dan Racing Point. Namun, skenario bisa berubah karena ia kini mengemudi mobil terbaik di F1 2021.

Turbo mesin Honda dengan bilah besar bisa jadi senjata ampuh, diperkuat dengan modifikasi desain sayap belakang. Perez juga dua kali naik podium dari Turki (P3) ke Amerika Serikat (P3).

Walau ada kewajiban membantu Max Verstappen, Checo tak menutupi ingin menang di hadapan publiknya.

“Di sini, menyalip sangat sulit. Kami menuntut perbaikan rem, mesin, selalu jadi balapan rumit kalau Anda tidak di depan. Saya ingin tampil hebat pada kualifikasi,” ujarnya.

“Jika ada balapan di mana mereka ingin saya menang, maka ini saatnya. Saya yakin akan dapat dukungan penuh tim.”

Sergio Perez, Red Bull Racing

Sergio Perez, Red Bull Racing

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

2. Charles Leclerc

Sejak 2016, Meksiko merupakan salah satu tambang poin Ferrari. Tim Maranello selalu menempatkan para pembalapnya dalam tujuh besar.

Bahkan, pada 2019, Leclerc mengunci pole position, meski berkat Max Verstappen yang kena penalti grid. Ia harus puas dengan P4.

Leclerc sedang on fire ditopang peningkatan kualitas mesin Ferrari di GP Rusia. Setelah itu, ia mampu finis mendekati zona podium di Istanbul dan Austin. Pilot Monako mengincar prestasi lebih baik demi menyingkirkan McLaren.

“Di atas kertas, seharusnya itu trek yang lebih baik bagi kami dibanding Austin, tapi selalu ada kejutan. Itu seharusnya jadi balapan lebih bagus bagi kami kalau dibanding tim-tim papan tengah,” ia mengungkapkan.

“Paket downforce tinggi selalu bekerja sangat baik musim ini di Monako, Budapest. Mungkin berfungsi baik di sini. Kami seharusnya kompetitif di Meksiko.”

Charles Leclerc, Ferrari

Charles Leclerc, Ferrari

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

3. Carlos Sainz Jr.

Pada trek yang butuh downforce tinggi, seperti GP Monako dan Hungaria, Sainz mampu menjejak podium, yakni P2 dan P3. Pembalap Spanyol mungkin bisa tembus tiga besar kembali akhir pekan ini.

Hasil kualifikasi jadi kunci utama untuk trek yang sulit mendahului lawan. Kalau dia lebih agresif dan balapan cerdas di tikungan pertama, serta membuat keputusan tepat, maka bukan tak mungkin mengganggu dominasi Red Bull serta Mercedes.

Meski GP Meksiko tak pernah bersahabat dengannya, Sainz berusaha mengubah nasib buruk.

“Trek ini tidak pernah memberi hasil bagus kepada saya dan kami tahu bagaimana itu sangat memberatkan bagi mobil. Bagaimana pun, saya optimistis tim kompetitif dengan lawan terdekat. Duel dengan McLaren untuk posisi ketiga sangat penting, terutama secara simbolis,” ucapnya.

“Kami membuat kemajuan bagus, mengonfirmasi bahwa setiap update musim ini, berjalan seperti yang diharapkan.”

Carlos Sainz Jr., Ferrari

Carlos Sainz Jr., Ferrari

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

4. Pierre Gasly

Memanfaatkan mesin Honda, AlphaTauri bisa jadi kuda hitam. Meski sulit menantang duo Mercedes dan Red Bull, pembalap andalan tim tersebut kerap menyulitkan McLaren dan Ferrari.

Pembalap Prancis tersebut hadir dengan kekecewaan akibat gagal finis di Austin. Ia sudah mempelajari karater trek lewat simulator. Sekarang tinggal bagaimana tim mengoptimalkan performa mesin Honda.

“Terakhir kali, kami datang ke Meksiko pada 2019, saya finis kesembilan. Ini trek di mana harus punya performa puncak, terutama dengan ketinggian yang membuat rumit. Sekarang, kami tahu sangat baik bagaimana mengeluarkan yang terbaik dari paket,” ucapnya.

“Dari sisi aero, kami menjalankan downforce maksimum, tapi densitas udara artinya mobil terasa seperti Anda memiliki lebih sedikit sayap daripada Monza dan Anda banyak meluncur.”

Pierre Gasly, AlphaTauri

Pierre Gasly, AlphaTauri

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

5. Daniel Ricciardo

Pembalap Australia tersebut akan jadi motor utama McLaren karena Lando Norris bisa saja mengganti perangkat power unit dan start dari belakang.

Mesin Mercedes yang selama beberapa pekan bermasalah, diharapkan bisa menunjukkan kinerja lebih baik.

“Ferrari dapat beberapa poin lebih banyak dari Austin, tapi saya kira kami bisa bertarung dengan baik. Anda mungkin akan melihat itu lagi di sini,” ujarnya.

“Saya tidak tahu bagaimana trek akan cocok dengan kami. Ferrari punya paket bagus pada saat ini, kami akan harus bekerja. Sungguh menyenangkan menghadapi pertarungan ini.”

Daniel Ricciardo, McLaren

Daniel Ricciardo, McLaren

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Sebastian Vettel Sarankan Red Bull Tak Pakai Team Order
Artikel sebelumnya

Sebastian Vettel Sarankan Red Bull Tak Pakai Team Order

Artikel berikutnya

Michael Andretti Buka Suara soal Kegagalan Akuisisi Alfa Romeo

Michael Andretti Buka Suara soal Kegagalan Akuisisi Alfa Romeo
Muat komentar