George Russell Bisa Tampil Lepas di Mercedes

Juara dunia Formula 1 2016 Nico Rosberg meyakini kedatangan George Russell akan membuat Lewis Hamilton tertekan.

George Russell Bisa Tampil Lepas di Mercedes

Selasa (7/9/2021) lalu, Mercedes-AMG Petronas F1 resmi menarik George Russell untuk menjadi pembalap mereka mulai musim 2022. Pembalap yang kini membela Williams Racing tersebut menggantikan posisi Valtteri Bottas.

Beberapa hari sebelum pengumuman Mercedes, Bottas justru resmi bergabung ke Alfa Romeo Racing ORLEN mulai musim depan. Pembalap Finlandia tersebut dikontrak lebih setahun oleh tim yang berbasis di Hinwil, Swiss, tersebut.

Russell menarik perhatian publik saat diminta Mercedes turun di GP Sakhir 2020 menggantikan Lewis Hamilton yang terpapar Covid-19. Start dari grid kedua, di belakang Bottas, Russell memang hanya finis P9. Tetapi itu akibat kesalahan saat kru saat pit stop.

Sejak turun di F1 pada 2019 bersama Williams, Russell tidak pernah kalah dari rekan setimnya. Ia unggul 18-3 di kualifikasi dan 17-3 finis lomba saat berduet dengan Robert Kubica pada 2019.

Melawan Nicholas Latifi dalam 35 balapan sejak F1 2020 sampai GP Belanda 2021 akhir pekan lalu, Russell unggul 21-2 di starting grid dan 18-10 dari hasil lomba.

George Russell, Mercedes F1 W11, Valtteri Bottas, Mercedes F1 W11, dan Carlos Sainz Jr., McLaren MCL35, saat turun di F1 GP Sakhir 2020.

George Russell, Mercedes F1 W11, Valtteri Bottas, Mercedes F1 W11, dan Carlos Sainz Jr., McLaren MCL35, saat turun di F1 GP Sakhir 2020.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Mengacu statistik di atas, utamanya saat sekali membela Mercedes, mantan rekan setim Hamilton, Nico Rosberg, yakin Russell bisa memberikan tekanan terhadap juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) tersebut.

Bila Hamilton mampu mengungguli Russell, publik akan melihat sebagai hal lumrah. Tetapi jika pembalap 23 tahun itu berhasil mengalahkan Hamilton, hal tersebut jelas menjadi aib bagi veteran 36 tahun itu.

“Kabar bagusnya, Russell tidak akan terbeban terkait apa pun hasilnya di Mercedes nanti karena ia akan melawan pembalap tersukses dalam sejarah Formula 1,” ucap Rosberg, juara dunia 2016, kepada Sky Sport F1.

Pria berkebangsaan Jerman, 36 tahun, tersebut meyakini saat ini tidak akan ada yang menjagokan Russell mampu mengalahkan Hamilton. Namun jika Russel mampu melakukannya, ia akan menjadi sorotan seluruh dunia.

“Inilah yang akan menyulitkan Hamilton karena memiliki rekan setim muda yang belum pernah memenangi apa pun. Jadi, sangat mungkin Hamilton kalah. Membayangkan pembalap semuda Russell mengalahkannya jelas membuat Hamilton takkan nyaman,” katanya.

Baca Juga:

Rosberg menjadi rekan setim Hamilton di Mercedes dalam 78 Grand Prix antara 2013 sampai 2016. Rosberg memang berhasil mencuri gelar dari Hamilton pada 2016. Tetapi setelah itu ia memutuskan pensiun dalam usia yang baru 31 tahun.

Cukup lama menjadi rekan setim Hamilton membuat Rosberg tahu benar karakter pemenang 99 Grand Prix, 175 podium, 101 pole position, dan 57 fastest lap dalam 279 balapan F1 tersebut.

Menurut Rosberg, tantangan bagi Russell di Mercedes nanti adalah saat duel wheel-to-wheel pertama melawan Hamilton. Ia harus memutuskan apakah menghindar ataukah menahannya.

“Itu pilihan sulit. Jika Russell berinisiatif melawannya dan terjadi kecelakaan, ia pasti disalahkan dan menjadi preseden buruk baginya di Mercedes. Namun bila Russell membalas dan terjadi insiden karena kesalahan Hamilton, itu akan bagus untuk kepercayaan dirinya,” ucap Rosberg.

Rosberg menambahkan, kasus di atas bisa menjadi pertimbangan bagus karena Russell bisa saja terlalu konservatif seperti yang dilakukan Bottas selama ini di Mercedes (sejak 2017). Atau terlalu agresif seperti yang pernah dilakukan Russell sebelumnya.

 

 

dibagikan
komentar
Daniel Ricciardo: Format Sprint Race F1 Bikin Tekanan Makin Besar

Artikel sebelumnya

Daniel Ricciardo: Format Sprint Race F1 Bikin Tekanan Makin Besar

Artikel berikutnya

George Russell Klaim Takkan Jadi Pembalap Nomor Dua di Mercedes

George Russell Klaim Takkan Jadi Pembalap Nomor Dua di Mercedes
Muat komentar