Hulkenberg: Red Bull Tidak Sedominan Mercedes

Kendati tertinggal hingga 32 poin di klasemen pembalap dan 44 angka di konstruktor Kejuaraan Dunia Formula 1, Lewis Hamilton dan Mercedes tetap tak bisa diremehkan.

Hulkenberg: Red Bull Tidak Sedominan Mercedes

Hal tersebut diungkapkan Nico Hulkenberg mengacu dominasi Mercedes sejak era mesin turbo-hybrid diterapkan di Formula 1 mulai 2014. Pria asal Jerman yang musim ini menjadi pembalap cadangan Aston Martin Cognizant F1 itu yakin Mercedes masih memiliki sesuatu yang belum dimunculkan.

Red Bull Racing-Honda merajalela menjelang pertengahan musim ini dengan merebut enam kemenangan dari sembilan balapan yang sudah digelar. Lima terakhir bahkan dibuat beruntun masing-masing empat oleh Max Verstappen dan satu Sergio Perez.

Setelah mencetak hat-trick kemenangan di Prancis, Styria, dan Austria, Verstappen unggul hingga 32 poin atas Hamilton, juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020), di posisi kedua.

Di klasemen kostruktor, Red Bull memimpin hingga selisih 44 poin dari Mercedes, yang selalu menjuarai kategori ini sejak 2014.

Hulkenberg – yang pernah turun untuk Williams, Force India, Sauber, Renault, dan Racing Point antara 2010, 2012-2020 – tidak menampik bila Red Bull dalam bentuk terbaik setelah sembilan balapan.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, Lando Norris, McLaren MCL35M, dan pembalap lain sesaat setelah start F1 GP Austria.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, Lando Norris, McLaren MCL35M, dan pembalap lain sesaat setelah start F1 GP Austria.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Sederhana saja, Red Bull memiliki mobil yang lebih baik dan cepat,” ucap pembalap yang sudah turun 179 kali dengan satu pole position di F1 itu.

“Namun, Red Bull tidak sedominan Mercedes seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, paling tidak mereka berada di depan saat ini.”   

Sampai sembilan balapan musim ini, Red Bull Racing sudah mengoleksi enam kemenangan dengan total 10 finis podium. Verstappen dan Perez juga baru sekali naik podium bersama saat masing-masing finis P1 dan P3 di GP Prancis.

Sebagai perbandingan, sampai fase yang sama musim 2019, Mercedes sudah memenangi delapan dari sembilan balapan. Mereka juga mencatat enam finis 1-2 dengan Hamilton empat kali mengungguli Valtteri Bottas berbanding dua dari pembalap Finlandia itu.

Di klasemen konstruktor, sampai balapan kesembilan F1 2019, Mercedes mampu unggul hingga 135 poin atas Ferrari.

Baca Juga:

Lalu pada F1 2020 yang hanya berlangsung dalam 17 balapan. Sampai seri kesembilan di GP Tuscan di Italia, Hamilton (6) dan Bottas (1) sudah memberikan tujuh kemenangan. Mereka juga enam kali bersama finis podium di antaranya tiga kali finis 1-2.

Saat itu, Hamilton berada di puncak klasemen pembalap dengan unggul hingga 55 poin atas Bottas dan 80 poin atas Verstappen di P3. Di konstruktor, Mercedes memimpin hingga 152 poin atas Red Bull di P2.

Dalam beberapa pekan terakhir F1 musim ini, Red Bull Racing memang menjelma menjadi kekuatan menakutkan. Namun, Hulkenberg menyebut duel belum berakhir.

“Saya tidak pernah meremehkan Mercedes dan itu saya ketahui sejak lama. Mercedes pasti memiliki sesuatu di balik pabrik mereka. Mereka bakal melakukan pembaruan untuk meningkatkan performa mobil,” kata pembalap 33 tahun itu.

Nico Hulkenberg juga tidak percaya bila motivasi Mercedes sudah menurun setelah menguasai konstruktor tujuh tahun beruntun.

“Saya yakin mereka tidak akan begitu saja menerima kekalahan. Menurut saya, mereka justru termotivasi untuk membuktikan mampu menjadi juara dunia meskipun mengawali musim dengan cara tidak terlalu bagus,” kata Hulkenberg.

dibagikan
komentar
Bos Williams Sebut Russell Mirip Raikkonen

Artikel sebelumnya

Bos Williams Sebut Russell Mirip Raikkonen

Artikel berikutnya

Video: Trailer Resmi Game Anyar F1 2021

Video: Trailer Resmi Game Anyar F1 2021
Muat komentar