Pelajari Trek Jeddah Lewat Video, Kevin Magnussen Merasa Tertekan

Pengetahuan pembalap Haas F1, Kevin Magnussen, seputar Jeddah Corniche Circuit yang jadi tuan rumah Grand Prix Arab Saudi, masih minim. Ia pun merasakan tekanan besar menghadapi akhir pekan ini.

Kevin Magnussen, Haas F1 Team, Guenther Steiner, Team Principal, Haas F1, talks to the press

Pembalap Denmark tersebut ditunjuk menggantikan Nikita Mazepin secara mendadak. Jadi ia tak punya persiapan khusus mengenai musim ini.

Magnussen bahkan tak berpartisipasi dalam tes pramusim. GP Arab Saudi bisa jadi batu sandungan karena ia hanya mengetahui sedikit medan.

Jeddah baru masuk kalender F1 musim lalu ketika ia sudah keluar. Sementara, Magnussen tak punya waktu mempelajari seluk-beluknya dengan simulator.

“Perbedaan utamanya, saya tidak tahu trek ini. Cara saya mempersiapkan balapan di Bahrain lebih langsung karena kami pernah melakoni tes di sini sebelumnya. Semua sudah dikenali,” ia mengungkapkan.

“Anda bisa tahu degradasi ban dengan sangat baik karena tes. Sementara di sini, jauh tidak ketahui sehingga ada tekanan lebih besar untuk tidak mengacaukan balapan.

“Kalau saya mengacaukan dengan satu set ban yang perlu dipelajari untuk balapan, maka itu akan memakan banyak biaya. Ada lebih banyak tekanan kali ini. Tapi, tak masalah. Kami akan mengurusnya.”

Baca Juga:

Saat ditanya Motorsport.com, tentang potensi meningkatnya kepercayaan diri seandainya dapat rapor lebih baik dari pekan lalu, P5 GP Bahrain, Magnussen membenarkan.

“Saya pasti lebih percaya diri karena saya tidak tahu trek ini. Sepertinya, itu bukan lintasan mudah di mana Anda ingin melintasi lap sebanyak mungkin,” ucapnya.

“Semoga, saya dapat mengejar ketertinggalan dalam kualifikasi dan kemudian, dalam balapan, benar-benar melaju kencang. Saya menantikan untuk mencoba itu.

“Apakah mobil di sini akan sama bagusnya dengan Bahrain? Biar waktu yang berbicara.”

Kevin Magnussen, Haas F1 Team wawancara

Kevin Magnussen, Haas F1 Team wawancara

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Tanpa simulator bukan berarti pria 29 tahun tersebut tak berusaha mencari informasi soal sirkuit jalan raya itu. Ia belajar dari video onboard Haas yang direkam pada GP Arab Saudi 2021.

“Bukan hanya trek supergila, tapi juga balapannya gila, dengan dua bendera merah dan banyak hal terjadi. Setidaknya, saya bersiap untuk balapan gila lagi. Saya kira setiap orang mencoba mengantisipasi,” tuturnya.

“Kami pernah mengalaminya di Baku, di mana melihat balapan supergila dan berikutnya sangat membosankan, karena setiap orang berhati-hati dan mengantisipasi masalah. Itu tentu saja trek sangat unik. Kecepatan tinggi, untuk sirkuit jalan raya.”

dibagikan
komentar

Nico Hulkenberg Gantikan Sebastian Vettel Lagi

Dua Wanita Pertama Kemudikan Mobil F1 di Arab Saudi