Podcast: Dampak Rivalitas Hamilton-Verstappen untuk F1

Insiden antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton pada lomba GP Italia kian memanaskan persaingan perebutan gelar juara dunia Formula 1 2021.

Podcast: Dampak Rivalitas Hamilton-Verstappen untuk F1

Pada kecelakaan yang terjadi di chicane Sirkuit Monza, Minggu (12/9/2021) lalu tersebut, Max Verstappen (Red Bull Racing) dinyatakan bersalah oleh steward FIA. Akibat dinilai memicu kecelakaan, ia dipenalti tiga grid pada lomba berikutnya di Sochi, Rusia, dan dua penalti poin pada Super License.

Namun, kerugian terbesar dalam insiden tersebut tetap dialami Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1). Setelah gap dengan Verstappen melebar dari tiga menjadi lima usai pembalap 23 tahun itu finis kedua di Sprint Race, Hamilton tidak mampu mengurangi atau melewatinya karena insiden tersebut.

Kecelakaan di Monza menjadi yang kedua melibatkan Verstappen dan Hamilton dalam empat balapan (GP Belgia tidak dihitung karena hanya berlangsung satu lap).

Duel sengit ini akan menarik bagi penonton tetapi akan lebih bagus jika keduanya tetap di “racing line” masing-masing sehingga pada akhir musim nanti juara ditentukan berdasarkan poin, hasil lomba, bukan karena keputusan steward (penalti dan sebagainya).

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dan Lewis Hamilton, Mercedes W12, mengalami kecelakaan di lomba GP Italia, Minggu (12/9/2021) lalu.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dan Lewis Hamilton, Mercedes W12, mengalami kecelakaan di lomba GP Italia, Minggu (12/9/2021) lalu.

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Lalu, bagaimana kira-kira persaingan di delapan balapan tersisa musim ini? Dengan gap hanya lima poin, semua memang masih sangat mungkin terjadi.

Hamilton dan Mercedes mungkin sedikit lebih unggul dari sisi kematangan tim, mentalitas pembalap, strategi, hingga teknologi. Publik tentu tidak lupa bagaimana Mercedes selalu menguasai klasemen konstruktor dan pembalap sejak era mesin turbo hybrid dimulai pada 2014.

Namun, Verstappen dan Red Bull memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi penantang tim sekuat Mercedes. Selain motivasi tim yang sangat tinggi, Red Bull juga memiliki mentalitas juara. Mereka adalah penguasa F1 empat musim beruntun sebelum Mercedes.

Dari sisi pembalap, Verstappen juga memiliki gaya agresif juga menarik bagi para pencinta F1 berusia muda. Teknik dan skill balap Verstappen ini sekilas mirip Juan Pablo Montoya, mantan pembalap F1 (2001-2006) pemenang tujuh Grand Prix, 30 podium, dan 13 pole.

Baca Juga:

Rivalitas Verstappen dan Hamilton ini diyakini bisa membuat F1 lebih menarik bagi penggemar. Publik pasti menanti apa lagi yang akan terjadi di setiap balapan.

Persaingan kedua pembalap terbaik F1 saat ini tersebut juga memungkinkan munculnya kejutan seperti yang terjadi di Monza dengan kemenangan Daniel Ricciardo dan McLaren mampu finis 1-2 (Lando Norris finis P2).

Tetapi, sekali lagi tentu saja publik berharap persaingan Verstappen dan Hamilton bisa saling menghormati sehingga gelar benar-benar bisa ditentukan dari hasil lomba yang bersih.

Pembahasan lengkap mengenai dampak rivalitas Max Verstappen dan Lewis Hamilton di Formula 1 dapat didengar melalui player yang ada di bawah naskah ini. Selain itu, podcast 'Motorsport.com Indonesia' juga bisa diakses lewat Spotify dan Apple Podcast.

 

 

dibagikan
komentar
George Russell Ingin Robert Kubica Balap F1 Lagi

Artikel sebelumnya

George Russell Ingin Robert Kubica Balap F1 Lagi

Artikel berikutnya

Mercedes Bakal Unggul Jauh atas Red Bull di Sochi

Mercedes Bakal Unggul Jauh atas Red Bull di Sochi
Muat komentar