Red Bull Racing Raja Pit Stop

Red Bull Racing membuat sembilan dari 10 pit stop tercepat yang dicatat DHL sepanjang 17 balapan dalam Kejuaraan Dunia Formula 1 2020.

Red Bull Racing Raja Pit Stop

Sejak 2015, DHL selaku rekanan resmi penyelenggara Kejuaraan Dunia Formula 1 untuk distribusi tim dan peralatan, memberikan penghargaan kepada tim yang mampu melakukan pit stop tercepat dalam satu musim.

Tujuan pemberian DHL Fastest Pit Stops ini sederhana, memberikan apresiasi atas kerja dan performa kru sebuah tim yang sangat berjasa dan memberikan kontribusi sangat penting atas sukses pembalap di lintasan F1.

Musim ini, kru Tim Red Bull Racing-Honda kembali menunjukkan kelasnya. Dari 10 besar pit stop tercepat yang dicatat DHL di F1 2020, posisi pertama hingga kesembilan ditempati Red Bull. Williams Racing menggenapi posisi 10 besar.

Posisi pertama dan kedua ditempati Max Verstappen dan Alex Albon dengan waktu yang sama. Kru pit Verstappen mencatat 1,86 detik saat melakukan pit stop di GP Rusia, lomba ke-10. Namun, kru pit Albon membalasnya di GP Portugal juga dengan 1,86 detik.

Di Rusia, Albon hanya butuh waktu 1,89 detik untuk menempati peringkat ketiga. Di GP Spanyol, Verstappen mencatat 1,90 detik dan berada di posisi keempat.

Peringkat kelima hingga kesembilan berturut-turut ditempati Albon (Sakhir: 1,90 detik), Verstappen (Jerman: 1,92 detik), Albon (Emilia Romagna: 1,93 detik), dan Verstappen lagi dua kali (Styria: 1,95 detik dan Portugal: 1,96 detik).

Posisi ke-10 ditempati Williams Racing-Mercedes yang hanya butuh 2,00 detik saat melakukan pit stop untuk George Russell di GP Rusia.

Alex Albon, Red Bull Racing RB16, hanya butuh 1,90 detik saat melakukan pit stop di GP Sakhir 2020, 6 Desember lalu.

Alex Albon, Red Bull Racing RB16, hanya butuh 1,90 detik saat melakukan pit stop di GP Sakhir 2020, 6 Desember lalu.

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Untuk menentukan siapa penerima DHL Fastest Pit Stops, poin diambil dari setiap lomba dengan sistem poin seperti yang diterapkan FIA untuk pembalap (1= 25 poin; 2=18; 3=15; 4=12; 5=10; 6=8; 7=6; 8=4; 9=2; 10=1).

Misal pada lomba terakhir musim 2020, GP Abu Dhabi, 13 Desember lalu. Verstappen membuat pit stop tercepat pada lomba di Sirkuit Yas Marina dengan 2,36 detik dan berhak atas 25 poin.

Pembalap Williams, Nicholas Latifi, berada di posisi kedua (18 poin) setelah melakukan pit stop hanya selama 2,48 detik. Peringkat ketiga (15 poin) direbut Renault setelah Esteban Ocon cuma 2,49 detik untuk mengganti ban.

Red Bull Racing akhirnya berhak memboyong DHL Fastest Pit Stop Award untuk kali ketiga secara beruntun setelah musim ini mengoleksi total 555 poin (504 di 2019). Williams mempertahankan posisi, kedua, usai mengoleksi 264 poin (439 di 2019).

Peraih gelar juara dunia pembalap (Lewis Hamilton) dan konstruktor di F1 2020, Mercedes-AMG Petronas, harus puas di posisi ketiga dengan 253 poin. Mercedes menggeser Ferrari (ketiga di 2019, 315 poin).

Baca Juga:

Peringkat keempat sampai 10 masing-masing diisi oleh Alfa Romeo (158 poin), Renault (123), AlphaTauri (107), McLaren (101), Ferrari (79), Racing Point (74), dan Haas (3).  

Namun begitu, catatan waktu fantastis pit stop Red Bull pada F1 musim ini di Rusia dan Portugal (1,86 detik) masih kalah dengan rekor tercepat yang juga masih mereka pegang. Pada GP Brasil 2019, kru pit Verstappen hanya butuh 1,82 detik untuk pit stop.  

Hebatnya lagi, tiga besar pit stop tercepat F1 2019 juga dipegang Red Bull. Setelah 1,82 detik di Brasil, posisi kedua 1,88 detik di Jerman dan 1,91 detik di Inggris.

Sejak pengisian bahan bakar dilarang dilakukan saat pit stop mulai 2010, pekerjaan utama kru pit saat pit stop hanyalah mengganti ban.

Mereka juga bisa melakukan perbaikan kecil atau menyetel ulang atau mengganti sayap depan-belakang, serta mengganti hidung mobil. Dengan pekerjaan seperti itu, waktu pit stop saat ini biasanya ada di kisaran 2 sampai 3 detik.

dibagikan
komentar
FIA Perbarui Regulasi Ban Formula 1

Artikel sebelumnya

FIA Perbarui Regulasi Ban Formula 1

Artikel berikutnya

Red Bull Sudah Lama Abaikan Program Pembalap Muda

Red Bull Sudah Lama Abaikan Program Pembalap Muda
Muat komentar