Red Bull: FIA Seharusnya Tak Ubah Aturan di Putaran Final F1

Red Bull menilai langkah Race Director FIA, Michael Masi, tidak tepat yang memperketat regulasi di GP Abu Dhabi, hanya lantaran itu adalah seri penentuan juara dunia Formula 1.

Red Bull: FIA Seharusnya Tak Ubah Aturan di Putaran Final F1

Panasnya rivalitas Max Verstappen dan Lewis Hamilton, ditambah keduanya sama-sama mengantongi 369,5 poin - muncul spekulasi kuat gelar juara bakal diputuskan dalam insiden kontroversial.

Sepekan usai kekacauan di GP Arab Saudi, Masi memperingatkan tim-tim F1 bahwa pihaknya akan mengurangi poin kejuaraan jika terjadi perilaku tak sportif yang ekstrem. Hal ini didukung oleh Kode Olahraga Internasional FIA.

Di tengah ketidakpastian dari para pembalap menyangkut sikap Masi dalam aturan balap, terutama kurangnya konsistensi dalam memutuskan penalti, beberapa menyarankan FIA harus jelas tentang apa yang dianggap adil.

Kendati demikian, Christian Horner selaku Team Principal Red Bull, berpikir bahwa setiap perubahan pendekatan dari FIA sekarang bakal salah.

Sebaliknya, dia beranggapan, jika FIA ingin menerapkan beberapa pedoman ketat, hal itu seharusnya dilakukan setelah tabrakan antara Hamilton dan Verstappen di Grand Prix Inggris.

Insiden tabrakan Lewis Hamilton, Mercedes, dengan Max Verstappen, Red Bull Racing di F1 GP Arab Saudi 2021.

Insiden tabrakan Lewis Hamilton, Mercedes, dengan Max Verstappen, Red Bull Racing di F1 GP Arab Saudi 2021.

Foto oleh: Getty Images / Red Bull Content Pool

Ditanya apakah bakal ada manfaat jika Masi duduk bersama Verstappen dan Hamilton menjelang GP Abu Dhabi, Horner pun menjawab: “Saya rasa itu tidak perlu.

“Tidak ada perbedaan antara balapan ini dan 21 event sebelumnya. Mungkin Anda seharusnya duduk setelah Silverstone.

“Saya pikir harapannya adalah semua event, aturan yang sama berlaku untuk semuanya. Anda tidak bisa tiba-tiba mengubah aturan untuk satu event versus yang lain.

“Pembalap kami sangat menyadari apa aturannya. Saya yakin FIA akan menerapkannya secara merata dan setara dengan apa yang telah mereka lakukan di balapan sebelumnya.”

Sementara itu, Toto Wolff menyambut baik soal ancaman pengurangan poin kejuaraan dari Masi. Sang bos Mercedes merasa Kode Olahraga Internasional FIA bakal menjadi pencegah yang baik.

“Saya kira dengan semua kontroversi yang kami alami dalam beberapa balapan terakhir dan lagi, ini mungkin masalah persepsi, persepsi yang berbeda dari kubu yang berbeda, sangat bagus bahwa Michael dan FIA telah mengingatkan tentang Kode Olahraga Internasional FIA,” tuturnya.

“Menurut saya, mungkin merupakan pencegah yang baik untuk semua orang, hanya untuk menjaga balapan tetap bersih, apa yang ada dan apa yang tidak.

“Dan tidak hanya hasil balapan yang sebenarnya akan penting untuk kejuaraan, tetapi juga standar mengemudi.”

Baca Juga:
dibagikan
komentar
Oscar Piastri Bakal Kecewa jika Tak Dapat Kursi F1 2023
Artikel sebelumnya

Oscar Piastri Bakal Kecewa jika Tak Dapat Kursi F1 2023

Artikel berikutnya

Pole Max Verstappen Bukan karena Bantuan Sergio Perez

Pole Max Verstappen Bukan karena Bantuan Sergio Perez
Muat komentar