Steiner: Mesin F1 Ferrari bisa lebih bagus dibandingkan Mercedes

Team principal Haas, Gunther Steiner, menilai mesin F1 Ferrari yang baru dapat tampil lebih bagus dibandingkan Mercedes.

Steiner: Mesin F1 Ferrari bisa lebih bagus dibandingkan Mercedes
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, leads Sebastian Vettel, Ferrari SF70H
Guenther Steiner, Team Principal, Haas F1 Team, Gene Haas F1 Team, Team Owner, Haas F1 Team, Maurizi
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-17
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, leads Sebastian Vettel, Ferrari SF70H
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-17
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-17
Felipe Massa, Williams FW40, leads Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-17

Setelah Sebastian Vettel berhasil mengalahkan Lewis Hamilton untuk juara di GP Australia, beberapa tim rival telah melihat – melalui data GPS – bahwa kekuatan utama Ferrari terletak di aspek tenaga mesin.

Bagi tim Haas, yang juga memakai mesin Ferrari dan berhasil meraih hasil kualifikasi terbaik mereka di posisi keenam, yakin Mercedes sudah tidak lagi unggul dan bahkan sedikit tertinggal di belakang Ferrari.

"Agar mesin bisa tampil lebih bagus dibandingkan tahun lalu, maka peningkatan tersebut harus meliputi semua paket dan bukan area-area tertentu saja.

"Ferrari juara di Australia, tapi semuanya tidak akan tinggal diam. Ini akan menjadi pertarungan pengembangan mobil. Ferrari telah meraih kemajuan, karena jika tidak, maka kami tidak bisa berada di posisi kami saat ini."

Perbaikan reliabilitas

Haas gagal memanfaatkan hasil bagus kualifikasi mereka saat balapan. Romain Grosjean tersingkir setelah mengalami masalah kebocoran air. Kendati demikian, Steiner tidak terlalu khawatir dengan situasi yang timnya alami saat ini.

"Jika kita bisa tampil cepat, maka reliabilitas juga akan ikut datang," imbuhnya. "Memang cukup disayangkan kami tidak bisa tampil reliabel di balapan perdana. Tapi itu jauh lebih mudah untuk diperbaiki ketimbang mobil yang melaju lambat."

Ia menambahkan: "Kami optimistis, tapi juga sedikit berhati-hati. Karena kami ingin membuktikan bahwa performa kami bukan kebetulan saja. Persaingan papan tengah akan berjalan sengit. Karena mungkin suatu saat kami bisa tampil di depan lagi, tapi di pekan berikutnya kami malah bisa di belakang.

"Kami bahkan sedikit terkejut dengan perfoma kami, terutama ketika Romain meraih hasil kualifikasi di posisi keenam. Ia unggul 0,4 detik lebih cepat dibandingkan (Felipe) Massa. Itu hasil yang cukup bagus."

Global Fan Survey 2017 - Indonesia

dibagikan
komentar
FIA dan pabrikan bertemu bahas regulasi mesin 2021

Artikel sebelumnya

FIA dan pabrikan bertemu bahas regulasi mesin 2021

Artikel berikutnya

Analisis teknis: Mobil F2008 jadi inspirasi desain Ferrari di F1 2017

Analisis teknis: Mobil F2008 jadi inspirasi desain Ferrari di F1 2017
Muat komentar