Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Max Verstappen Buka Peluang Gabung Mercedes atau Ferrari

Juara dunia bertahan F1 Max Verstappen belum lama ini meneken kontrak baru dengan Red Bull Racing hingga 2028. Namun, pembalap Belanda itu tak menutup kans untuk membela tim lain di masa depan.

Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing and Max Verstappen, Red Bull Racing, 1st position, celebrate

Max Verstappen memenangkan gelar juara dunia Formula 1 pertamanya secara dramatis bersama Red Bull tahun lalu. Musim ini, ia memulai upaya mempertahankan gelar dengan baik, meski ada masalah reliabilitas mobil.

Pilot 24 tahun tersebut menyelesaikan tiga dari lima balapan F1 2022, ditambah Sprint di Imola, dan berhasil memenangi tiga di antaranya (Grand Prix Arab Saudi, GP Italia serta GP Miami).

Walau saat ini masih berada di peringkat kedua dalam klasemen poin, di belakang pembalap Scuderia Ferrari Charles Leclerc, penampilan Verstappen menunjukkan peluang untuk jadi juara lagi sangat besar.

Baca Juga:

Jelas sang pembalap sangat nyaman berada di Red Bull. Apalagi ia mendapatkan kontrak 50 juta dolar AS per tahun di bawah kontraknya. Hal ini disampaikannya ketika menjawab pertanyaan Motorsport-magazine.com.

Namun, kendati, kontraknya masih sangat panjang, Verstappen tidak mengesampingkan peluang dirinya untuk memperkuat tim Formula 1 lain di masa depan, saat masa baktinya bersama Red Bull berakhir.  

“Tidak ada alasan bagi saya untuk pergi karena saya berhubungan baik dengan tim dan kami memiliki paket yang kompetitif. Tentu saja, saya akan berusia 31 tahun ketika kontrak saya berakhir,” ujarnya.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB18

Max Verstappen, Red Bull Racing RB18

Foto oleh: Red Bull Content Pool

“Jadi, saya akan punya kesempatan memutuskan apakah saya ingin melanjutkan atau tidak. Saya belum terlalu tua (saat itu), saya masih bisa melihat tim seperti Mercedes atau Ferrari,” tambah Verstappen.

Beberapa ahli percaya bahwa usai menjadi juara dunia tahun lalu, Max Verstappen tidak terlalu agresif lagi di trek dan melakukan manuver berbahaya yang dilakukannya saat melawan Lewis Hamilton dalam duel dengan Leclerc.

“Tentu saja setiap pembalap sedikit berbeda. Kami berbeda dalam cara kami bertahan dan menyeran. Jadi, kami harus melakukan pendekatan pada setiap rival dengan cara berbeda,” jelas sang pembalap.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pengelola Sirkuit Baku Ubah Area Paling Berbahaya
Artikel berikutnya Alfa Romeo Harapkan Akhir Pekan yang Mudah

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia