Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Sirkuit Jakarta E-Prix Diklaim Sulit Ditiru Negara Lain

Penyelenggara Formula E Jakarta mengklaim desain sirkuit yang terletak di Ancol unik dan sulit ditiru negara lain.

Progres pembangunan sirkuit Formula E Jakarta di Ancol

Gelaran ajang Jakarta E-Prix kurang dari satu bulan lagi. Saat ini, trek tersebut sudah hampir rampung tinggal membangun beberapa fasilitas penunjang, termasuk paddock dan grandstand.

Organizing Committee (OC) Jakarta EPrix 2022 menjanjikan balapan mobil listrik yang menguji kepiawaian para pembalap. Aksi saling salip bisa tersaji di beberapa titik Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) tapi prosesnya tidak mudah.

“Ada yang namanya Attack Mode, di mana tenaga mobil balap akan diperbesar secara elektronik,” ujar Irawan Sucahyono, Vice President Infrastructure & General Affairs OC Jakarta EPrix 2022, di acara diskusi ‘Worlds First Net Zero Sport Emission Race: Season 8 - Jakarta E-Prix : Sustainability Perspective’ pada Senin (9/5/2022).

 “Kalau pembalap masuk ke Attack Mode, dia akan dapat tenaga tambahan sehingga akan terjadi overtaking…Tapi, overtake tak bisa terjadi jika mobil di depannya berada di racing line yang benar.”

Baca Juga:

Irawan menambahkan faktor itu yang membuat sirkuit Formula E di Ancol menjadi andalan dan tak dimiliki negara lain.

“Balapan ini untuk tontonan. Bagaimana agar tontonan ini menarik? Harus ada banyak overtake, perlu ada banyak kompetisi di antara para pembalap,” katanya.

“Karena bentuk sirkuit di Ancol memungkinkan itu terjadi, maka dipastikan event ini akan menarik. Mungkin ini menjadi inspirasi bentuk sirkuit Formula E yang lain.

“Kenapa desain sirkuit Jakarta E-Prix unik? Karena geometri jalan yang mereka (negara lain) pakai, tidak memungkinkan membuat dimensi yang lebih besar pada saat mau masuk tikungan.

“Biasanya kalau menyalip dapatnya selalu di trek lurus agak panjang. Sementara, di sini, kita melibatkan banyak sekali posisi-posisi itu.”

JIEC memiliki panjang lintasan sejauh 2,4 km, dengan lebar badan jalan 12 meter dan panjang trek lurus 600 meter. Trek searah jarum jam tersebut memiliki 18 tikungan.

Formula E Jakarta akan dilangsungkan pada 4 Juni mendatang. Ibu kota Indonesia menjadi tuan rumah untuk putaran kesembilan, setelah Berlin E-Prix dan sebelum New York City E-Prix.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Real Racing 3 Hadirkan Mobil Gen2 Formula E di Update 10.4
Artikel berikutnya Formula E Jakarta: Momentum Green Motorsport di Indonesia

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia