Sebastian Vettel Bakal Kesulitan Beradaptasi di IndyCar

Pembalap Rahal Letterman Lanigan, Christian Lundgaard, menilai bahwa pembalap Aston Martin F1, Sebastian Vettel, akan menemukan kesulitan jika memutuskan balapan di IndyCar.

Sebastian Vettel Bakal Kesulitan Beradaptasi di IndyCar

Pensiunnya juara dunia F1 empat kali, Sebastian Vettel, membuka segala kemungkinan di industri balap. Ia bisa saja balapan di ajang Formula E atau ke IndyCar.

Pada saat spekulasi bermunculan, pendiri RLL dan co-owner tim, Bobby Rahal, menyatakan bahwa dirinya akan senang mempersiapkan mobil untuk pembalap asal Jerman itu.

Melihat hal tersebut, mantan pembalap Formula 2 dan test driver F1, Christian Lundgaard, menilai bahwa ia bisa saja menemukan kesulitan saat beradaptasi di IndyCar.

Pernyataan tersebut ia buat sesaat setelah mengonfirmasi perpanjangan kontrak multi-tahun dengan Rahal Letterman Lanigan.

"Saya pikir akan keren jika Sebastian (Vettel) balapan di IndyCar. Saya sudah mengendarai mobil Formula 1, saya juga beberapa kali tes bersama Renault," tutur pembalap asal Denmark tersebut.

"Jadi, saya bisa katakan satu hal. Bagi saya, itu (mobil F1) adalah mobil yang paling mudah dikendarai. Mudah bagi saya untuk beradaptasi dengan mobil itu.

"Ada beberapa batasan atau titik di mana mobil Formula 1 mudah dikendarai. Itu sebabnya ada perbedaan besar antara barisan depan dan barisan tengah. Kemudian, menemukan performa terbaik detik demi detik itu yang berat. Karena mobilnya memiliki downforce yang tinggi kan?

"Jadi, saya pikir jika Sebastian datang ke sini dan mencoba mobilnya, dia perlu berusaha lebih keras. Anda harus bekerja karena mobilnya tidak mengemudikan Anda, tapi Anda yang mengemudikan mobilnya.

"Itulah yang saya pikir akan membuat transisi dari Formula 1 ke IndyCar berat. Tapi, saya yakin akan ada banyak pembalap F1 yang berharap bisa mencoba IndyCar."

Lundgaard, yang mencetak podium perdananya di IndyCar bulan lalu dalam gelaran Indianapolis road-course, menilai ada pembalap F2 yang akan cocok balapan di IndyCar.

Ia pun menyebut nama pembalap MP Motorsport, Felipe Drugovich, serta Marcus Armstrong (HitechGP).

"Saya pikir, jika melihat Felipe (Drugovich), dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik tahun ini," ujar Lundgaard, yang menghabiskan dua musim penuh bersama ART Grand Prix di Formula 2.

"Dia mengawali musim dengan baik, di mana dia bisa berada di posisi ini berkat selalu finis di zona poin. Ia juga masih memimpin klasemen.

"Saya juga pernah menjadi rekan setim Marcus (Armstrong) F2 2020. Saya tahu saat itu menjadi tahun yang berat baginya, tapi saya kenal Marcus dan dia adalah pembalap hebat.

"Saya tahu dia bisa bekerja keras. Saya tidak tahu banyak mengenai Felipe, tapi Marcus pastinya bisa melaju cepat.

"Intinya di IndyCar Anda perlu melaju cepat di setiap waktu. Itu berat, ditambah dengan adaptasi dan transisi di sirkuit oval."

Di saat yang bersamaan, Lundgaard juga menilai performa sesama bekas pembalap F2 saat ini, Callum Ilott, yang cukup mengesankan di musim 2022.

Baca Juga:

"Saya bisa katakan, keterkaitan dengan Dallara jadi faktor utama (pembalap-pembalap feeder series cepat beradaptasi). Tapi saya pikir keuntungan besar yang dimiliki Callum (Ilott) adalah perubahan ban dari Pirelli ke Firestone, karena kami sama-sama memiliki pengalaman dalam menjaga kondisi ban, mengingat ban Pirelli itu sulit dijaga. Mereka juga sulit dipelajari," kata Lundgaard.

"Sementara di sini, bersama Firestone, mereka bisa lebih awet, jadi Anda bisa memaksimalkan bannya. Tetapi pada saat yang sama, kami tahu bagaimana melaju cepat, kami juga tahu bagaimana menghemat ban.

"Kami telah membuktikan bahwa kami dapat melakukan pekerjaan dengan baik, menjadi cepat, tetapi sekarang saya pikir itu membantu keahlian balap kami lebih banyak lagi. Tetapi, ketika Anda melihatnya, saya pikir kami juga telah memenuhi syarat dengan cukup baik.

“Saya pikir mobil tidak berbeda jauh. Saya pikir IndyCar bisa lebih cepat. Ada slide lembut untuk itu. Perbedaan terbesar bagi saya, saya pikir, adalah dari ban, tetapi menangani mobilnya hampir sama. Ini sedikit berbeda."

Lundgaard juga mengatakan bahwa dia mendapatkan banyak kepuasan dari balapan yang keras tetapi suasana yang cukup bersahabat di dalam paddock IndyCar.

“Saya tidak berpikir ada banyak yang tidak saya suka di IndyCar sejauh ini,” ia melanjutkan. “Akan selalu ada keputusan yang Anda harapkan akan berbeda dari beberapa orang, apakah itu stewards atau race director, dan lain-lain, mengubah trek dan hal-hal seperti ini.

“Tapi saya pikir secara keseluruhan, seperti yang telah saya katakan berkali-kali sekarang ketika saya pindah ke sini dan saya memiliki pertanyaan, 'Apa perbedaan tentang Eropa dan Amerika?', bagi saya ini tentang balap. Ini lebih tentang balap daripada tentang politik, dan lain-lain.

"Yang saya suka dari IndyCar adalah perasaan yang saya rasakan di sini adalah perasaan yang saya dapatkan ketika saya jatuh cinta dengan go-kart.

"Anda meletakkan mobil di tanah, Anda balapan, dan Anda bersenang-senang. Tapi Anda bersaing, dan begitu helm dilepas, semua orang adalah teman terbaik: Anda tidak melihatnya di Eropa.

“Kehidupan saya baik di Amerika, saya lebih suka di sini. Jelas saya merindukan keluarga dan teman-teman dan lain-lain, tetapi saya yakin suatu saat akan tiba bagi mereka untuk mengunjungi saya.

“Hanya segala sesuatu tentang olahraga di sini lebih saya suka.”

dibagikan
komentar
O'Ward Kurang Suka dengan Pergerakan McLaren di Bursa Pembalap
Artikel sebelumnya

O'Ward Kurang Suka dengan Pergerakan McLaren di Bursa Pembalap

Artikel berikutnya

Pato O’Ward Enggan Berkhayal soal Kans Formula 1

Pato O’Ward Enggan Berkhayal soal Kans Formula 1