Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Romain Grosjean Jadi Musuh Bersama di IndyCar

Gaya balap agresif Romain Grosjean di Formula 1 rupanya masih dibawa ke IndyCar. Itu menjadikan pembalap Andretti Autosport sebagai musuh bersama dalam kategori tersebut.

Graham Rahal, Rahal Letterman Lanigan Racing Honda

Dalam Grand Prix of Alabama, Barber Motorsports Park, ia terlibat duel perebutan peringkat ketujuh dengan Graham Rahal. Grosjean berusaha menyalip dari Tikungan 5 Lap 87.

Rahal bertahan dari luar, saat Grosjean keluar dari tikungan dan sulit. Alhasil, mereka bertubrukan. Ban depan kanan eks pilot Haas F1 menabrak sidepod pembalap Amerika Serikat.

Sentuhan kedua, tampaknya bisa dihindari, tapi pembalap Rahal Letterman Lanigan sudah terlanjur jengkel. Ia pun meluapkan kemarahan lewat radio komunikasi kepada tim. “Dia tidak berguna! Dia menabrak saya dengan sengaja,” ucapnya.

Dalam jumpa pers, setelah menonton video, pemenang IndyCar enam kali melontarkan komentar, “Lihat, kami hampir lurus lagi. Kenapa Anda menerima (tenaga kuat) saya?

Baca Juga:

“Saya frustrasi karena ini bukan pertama kali. Di St. Petersburg, dia menabrak setiap orang, seorang bisa menabrak. Sekarang di sini, ia menabrak Alexander Rossi, Colton Hertha dan saya. Pada satu titik, itu harus diakhiri.”

Rahal kian marah ketika mengetahui Grosjean tak dijatuhi sanksi apa pun karena hanya dianggap insiden biasa. Pembalap 33 tahun tersebut ingin balas dendam.

“Pembalap lain berada di kelas ini mengatakan bahwa seorang rubah kehilangan rambutnya, tapi bukan triknya. Dia punya reputasi melalui kariernya di Eropa dan sekarang, kami dengan cepat mengenalnya di sini juga,” ucapnya.

“Jika manajemen balapan tidak melakukan apa pun, maka kami tidak akan melakukan apa pun. Tapi, jika kami menjual pohon beech, mereka seharusnya tidak melakukan apa pun dengannya. Saya dihukum lebih sedikit di masa lalu.”

 

Sementara itu, Grosjean tidak merasa manuvernya adalah sebuah kesalahan. Wajar kalau ada senggolan dalam balapan.

“Saya kira ini sangat keras tapi balapan yang adil. Ini IndyCar, aksi wheel-to-wheel. Kami saling menabrak beberapa kali, tapi itu balapan bagus,” tutur pilot Prancis tersebut.

“Itu berat. Barber adalah trek sangat bagus, tapi sangat sulit menyalip di sini. Memang benar jika Anda berada dalam rangkaian. Jika tidak ada siapa-siapa di depan pembalap yang ada di depan Anda, dia bisa menggunakan jalur lain, tapi kami semua berada di rangkaian yang membuat itu sulit.”

Rekan setimnya, Herta, menjadi korban Grosjean dan menabrak dinding. Pembalap muda yang diproyeksikan ke F1, kurang suka dengan manuvernya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Alexander Rossi Ingatkan IndyCar soal Potensi Ancaman F1
Artikel berikutnya Alfa Romeo Panggil Callum Ilott untuk Cadangan di GP Miami

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia