Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Analisis
MotoGP Tes MotoGP Mandalika

Honda Matangkan Tes Pengatur Aliran Udara di Mandalika

Honda RC213V mulai mencoba mengejar Ducati Desmosedici GP22 yang kini diyakini sebagai motor terbaik di grid Kejuaraan Dunia MotoGP.

Repsol Honda Team bike

Tim pabrikan Repsol Honda mencatat hasil bagus pada hari pertama dan kedua tes pramusim MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika Circuit. Pol Espargaro menjadi pembalap tercepat pada Jumat (11/2/2022) sedangkan Marc Marquez finis P2 sehari kemudian.

Hasil waktu kombinasi dari dua hari tes menempatkan juara dunia delapan kali – 125cc 2010, Moto2 2012, dan MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019 – itu di P2 sedangkan Espargaro kedelapan. Semua waktu terbaik tes ini diraih pembalap pada hari kedua.

Selain mencari data dan setelan, Honda juga memanfaatkan tes di Mandalika ini untuk menguji lagi peranti aerodinamika anyar mereka untuk mengurangi efek wheelie (ban depan terangkat saat akselerasi).

Dengan fungsi tersebut, komponen aerodinamika ini diharapkan mampu mengurangi kerja berat sistem anti-wheelie yang sudah dipasang pada mesin Honda RC213V.

Cuaca buruk yang melanda Mandalika pada hari pertama tes, sehingga cipratan lumpur banyak menempel di motor, justru memungkinkan publik melihat arah aluran udara yang dihasilkan dari komponen baru ini.

Honda memang terus memperbaiki sederet peranti aerodinamika mereka pada RC213V terbaru. Setelah diuji Espargaro, mereka juga akan meminta Marquez untuk mencobanya.

Pada tes pramusim sebelumnya di Sepang, Malaysia, Honda sejatinya juga sudah sempat menguji peranti ini, juga oleh Pol Espargaro. Honda juga sudah sempat memasang komponen ini pada RC213V milik Marquez di Sepang.

Marc Marquez, Repsol Honda Team, sudah sempat memakai komponen pengatur aliran udara di sisi fairing ini pada hari terakhir tes pramusim Sepang, Malaysia, Minggu (6/2/2022) lalu.

Marc Marquez, Repsol Honda Team, sudah sempat memakai komponen pengatur aliran udara di sisi fairing ini pada hari terakhir tes pramusim Sepang, Malaysia, Minggu (6/2/2022) lalu.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Dari editor, baca juga:

Pada foto utama terlihat bagaimana percikan lumpur menunjukkan bagaimana komponen pengatur aliran udara ini bekerja. Untuk menambah bobot bagian depan, Honda mendesain alat ini agar mampu memecah aliran udara dari depan.

Dari foto utama terlihat bagaimana peranti aerodinamika ini mendorong udara ke atas. Sementara, udara panas dari radiator keluar dari dua celah vertikal di bawah peranti tersebut. Itulah mengapa ventilasi tersebut terlihat lebih bersih.

Teknik ini sudah banyak terlihat di Formula 1. Dengan alat ini, sebagian besar efek negatif dari bagian depan justru bisa dimanfaatkan untuk mengurangi dampak buruk wheelie.

“Motor kami telah banyak berkembang sepanjang hari, lebih banyak daripada yang kami perkirakan saat mengawali tes,” tutur Pol Espargaro setelah mencatat waktu tercepat.

Pol Espargaro, Repsol Honda Team, kembali terlihat memakai peranti aerodinamika baru pengatur aliran udara, pada hari kedua tes MotoGP Mandalika, Sabtu (12/2/2022).

Pol Espargaro, Repsol Honda Team, kembali terlihat memakai peranti aerodinamika baru pengatur aliran udara, pada hari kedua tes MotoGP Mandalika, Sabtu (12/2/2022).

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Waktu Lap Tes Pramusim MotoGP Mandalika Bisa Lebih Tajam di Hari Terakhir
Artikel berikutnya Raul Fernandez Rasakan Nyeri Usai Kecelakaan di Tes MotoGP Mandalika

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia