Wilco Zeelenberg Tak Tertarik dengan Kursi Manajer Suzuki

Wilco Zeelenberg membantah rumor bahwa dia akan jadi pengganti Davide Brivio, sebagai manajer tim Suzuki Ecstar MotoGP.

Wilco Zeelenberg Tak Tertarik dengan Kursi Manajer Suzuki

Hengkangnya perusahaan minyak Malaysia, Petronas, dari ajang balap motor elite tersebut memaksa terjadinya restrukturisasi dalam skuad Sepang Racing Team.

Situasi itu merembet pada timbulnya kembali spekulasi terkait pengganti Brivio, yang pindah ke Alpine F1. Hingga kini, posisi tersebut dalam tim Suzuki masih kosong.

Tanggung jawab sebagai manajer untuk sementara digantikan beberapa tokoh sentral pabrikan Jepang tersebut. Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa bahwa kehadiran seorang manajer tim sangat penting.

Musim ini, Suzuki tak mampu bersaing untuk juara dunia. Joan Mir terancam kehilangan mahkota juara dunia karena sering diasapi Fabio Quartararo.

Pencapaian lebih mengecewakan didapatkan Alex Rins. Penghuni peringkat ketiga musim lalu tersebut, sekarang terpuruk pada posisi ke-12.

Mungkin ke depannya, Suzuki akan mempertimbangkan untuk merekrut manajer tim. Syaratnya, ia memiliki kemampuan manajerial, bisa bekerja sama dengan kru di paddock dan mengatur para pembalap.

Ada beberapa nama digadang-gadang cocok mengambil tanggung jawab tersebut. Mereka adalah Livio Suppo, Paolo Ciabatti, Kevin Schwantz dan Zeelenberg. Mereka memiliki profil yang sangat meyakinkan.

Zeelenberg, yang memimpin paddock Petronas Yamaha SRT, punya pengalaman panjang dalam menangani sebuah tim balap. Pria Belanda tersebut memulai dari tim Yamaha di ajang World Superport (WSSP) 2007. Ia membawahi Cal Crutchlow muda.

Baca Juga:

Melihat kinerja luar biasa, pabrikan berlogo garpu tala lantas menawarkan jabatan di tim MotoGP. Gayung pun bersambut. Ia menjadi pelatih Jorge Lorenzo.

Keduanya berhasil menaklukkan gelar juara dunia 2010, 2012 dan 2015. Setelah Lorenzo hengkang, Zeelenberg sempat membantu Maverick Vinales.

Petronas SRT lantas memintanya bergabung pada 2019. Tangan dinginnya berhasil membentuk Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli jadi pembalap muda andal.

Morbidelli bahkan sukses jadi runner-up MotoGP 2021. Sedangkan, pembalap Prancis mengumpulkan tiga kemenangan meski lebih sering tampil tak konsisten.

Pria 55 tahun tersebut menanggapi isu tersebut dengan pernyataan loyalitas terhadap tim yang dipimpin Razlan Razali. Ia ingin melanjutkan proyek MotoGP 2022 dengan skuad rebranding.

Menurut Speedweek.com, di Misano, pelatih balap Torleif Hartelman, mengonfirmasi tetap bertahan bersama Zeelenberg. Mereka akan mengelola Andrea Dovizioso dan debutan Darryn Binder.

dibagikan
komentar
Toprak Razgatlioglu Perlu Ubah Gaya Balap jika Ingin Bersaing di MotoGP

Artikel sebelumnya

Toprak Razgatlioglu Perlu Ubah Gaya Balap jika Ingin Bersaing di MotoGP

Artikel berikutnya

Luca Marini Akui Kebugarannya Belum Penuhi Standar MotoGP

Luca Marini Akui Kebugarannya Belum Penuhi Standar MotoGP
Muat komentar