Sulit Juara, Matthias Walkner Ingin Bersenang-senang di Dakar 2021

Matthias Walkner lempar handuk dalam Reli Dakar 2021. Tahu dirinya tak mungkin juara, pembalap KTM tersebut kini tanpa target dan hanya ingin bersenang-senang di sisa kompetisi.

Sulit Juara, Matthias Walkner Ingin Bersenang-senang di Dakar 2021

Problem pada kopling yang dialami pada stage kedua, Senin (4/1/2021), membuatnya kehilangan waktu lebih dari 2,5 jam. Sebab proses perbaikan butuh waktu cukup lama.

Ia sempat finis di urutan ketiga pada etape ketiga, setelah itu mengakhiri lomba di posisi ke-23 keesokan hari.

Walkner berupaya mengikis selisih waktu dengan pemuncak klasemen Toby Price, yang mencatatkan waktu 24 jam 8 menit 43 detik. Pada dua etape terakhir, ia menjadi pembalap kedelapan dan kelima yang masuk garis finis.

Hingga awal etape ketujuh, juara Reli Dakar 2018 itu terpaut 2 jam 11 menit 37 detik. “Tak ada lagi yang perlu dianalisis,” ujarnya.

“Pada hari kedua, saya hanya kurang beruntung dan sedikit banyak kalah dalam balapan. Sekarang saya hanya mau bersenang-senang dan tetap sehat. Momen terbaik saya adalah etape keenam pada pekan pertama, ketika saya berkendara dengan Ross Branch.”

Baca Juga:

Walkner mengutarakan kekaguman kepada rider Monster Energy Yamaha tersebut. Branch berhasil mendahuluinya dan menciptakan selisih waktu hingga tiga menit pada etape keenam.

“Setelah pengisian ulang bahan bakar, saya mengemudi bareng Ross Branch, yang memulai etape di belakang saya. Dia dapat mengikuti saya. Fakta bahwa dia dapat membuat selisih waktu hingga tiga menit, mengejutkan karena saya juga mengemudi dalam kecepatan yang layak,” ia melanjutkan.

“Saya kira dia lebih dipandu oleh trek. Dua hari sebelumnya, ketika saya berkendara dengan Skyler Howes, saya berpikir, ‘Kecepatannya luar biasa’. Tapi kecepatan Ross Branch meningkat.

“Kami mengejar Skyler hingga tiga menit dari garis finis. Ross punya kecepatan sulit dipercaya. Saya merasa di lap kualifikasi dalam balap motocross, di mana Anda berada dalam batas di setiap tikungan.

Walkner belajar banyak dari Branch selama perjalanan melintasi bukit-bukit pasir. Area seperti itu salah satu kelemahannya.

“Saya hanya melihat Branch, bagaimana bukit pasir dilalu, ketika sudut spoiler datang. Setiap dune setinggi 2 atau 3 meter, dia melompat di punggungan dengan datar. Masalahnya, saya harus melompat dan mencoba bertahan,” katanya.

“Kalau saya tidak mengimbangi kecepatannya, saya akan robek dan kehilangan dua atau tiga menit. Kadang kami mengendara di dunes dengan sangat cepat sehingga kami lepas landar dalam tekanan dan mendarat di lereng curam.

#52 Red Bull KTM Factory Team: Matthias Walkner

#52 Red Bull KTM Factory Team: Matthias Walkner

Foto oleh: KTM Images

“Itu cara baru berkendara di bukit pasir. Mungkin karena saya terlalu tua atau tak terbiasa melaju kencang lagi, saya pikir itu etape tercepat yang pernah saya lakukan. Branch berasal dari Botswana dan Anda menyadari bahwa dia pembalap yang sangat andal di pasir.

“Dia juga membalap di Motocross World Championship, yang berkendara mengandalkan kekuatan teknik, kurang dari sisi risiko dan keberanian. Di bukit pasir, Anda harus bisa mengemudikan motor, membawanya bersama Anda, membuatnya ringan, melayang menyeberangi dune.

“Pada akhirnya, saya bisa mengejar beberapa menit dan sangat puas dengan posisi kelima dan tertinggal tiga menit. Itu hari yang sangat keren! Tapi saya juga sangat lelah.”

dibagikan
komentar
Loeb: Dakar 2021 Pertarungan Para Navigator, Bukan Pembalap
Artikel sebelumnya

Loeb: Dakar 2021 Pertarungan Para Navigator, Bukan Pembalap

Artikel berikutnya

Peterhansel Sempat Berpikir Terlalu Tua untuk Menangi Dakar

Peterhansel Sempat Berpikir Terlalu Tua untuk Menangi Dakar
Muat komentar