Honda tambah tim, siapa pembalap Asia berikutnya di F1?

Tim Sauber akan menjadi mitra baru Honda di Formula 1 2018 dan sekarang muncul satu pertanyaan besar: Siapakah pembalap F1 dari Asia berikutnya?

Merujuk ke musim-musim sebelumnya, Honda (dan juga Toyota) senang menempatkan pembalap asal Jepang jika memungkinkan - entah itu sebagai test/development driver maupun pembalap utama. Dengan bergabungnya Honda ke Sauber untuk musim depan, pintu untuk pembalap asal Jepang semakin terbuka.

Meski demikian, sejarah mencatat bahwa mayoritas pembalap F1 yang berafiliasi dengan Honda justru berasal dari luar Jepang. Adapun prestasi terbaik pembalap Jepang mereka dicetak oleh Takuma Sato yang naik podium di GP Amerika Serikat 2004 sedangkan titel juara dunia Honda paling sering dikaitkan dengan era Alain Prost-Ayrton Senna.

Tahun ini, Nobuharu Matsushita masih berperan sebagai pembalap tes dan pengembangan dari tim McLaren yang bermesin Honda. Sebelumnya, McLaren tidak memiliki banyak lowongan karena mereka sudah memiliki dua juara dunia (Fernando Alonso dan Jenson Button) sedangkan Stoffel Vandoorne sudah "mengantri" - menunggu dipanggil setelah menguasai GP2 Series 2015 sebagai pembalap junior McLaren.

Honda memiki program Honda Formula Dream Project yang banyak diisi oleh pembalap Jepang. Di sisi lain, Ferrari dan Renault sudah memiliki pembalap binaan yang berasal dari Asia di luar Jepang sedangkan Toro Rosso menurunkan Sean Gelael untuk beberapa sesi tes tahun ini.

Sekarang, mari kita telusuri daftar pembalap F1 yang didukung Honda dan siapakah kira-kira pembalap Asia berikutnya yang menyusul jejak Rio Haryanto mewakili benua dengan populasi paling banyak di dunia? Atau mungkin Rio yang akan kembali ke F1 musim depan?

Daftar asal negara pembalap Honda

Sebagai konstruktor

1964: Amerika Serikat (Ronnie Bucknum)
1965: Amerika Serikat (Richie Ginther dan Ronnie Bucknum)
1966: Amerika Serikat (Richie Ginther dan Ronnie Bucknum)
1967: Inggris (John Surtees)
1968: Inggris (John Surtees) & Perancis (Jo Schlesser)
2006-2008: Inggris (Jenson Button) dan Brasil (Rubens Barrichello)

Non-pabrikan

1968: Swedia (Joakim Bonnier)

Non-kejuaraan

1967: Inggris (John Surtess)

Supplier mesin

1983 Williams: Finlandia (Keke Rosberg) Perancis (Jacques Laffite), Spirit: Swedia (Stefan Johansson)
1984 Williams: Finlandia (Keke Rosberg) Perancis (Jacques Laffite)
1985 Williams: Finlandia (Keke Rosberg) Inggris (Nigel Mansell)
1986 Williams: Inggris (Nigel Mansell) Brasil (Nelson Piquet)
1987 Williams: Inggris (Nigel Mansell) Brasil (Nelson Piquet) Italia (Ricardo Patrese), Lotus: Brasil (Ayrton Senna) Jepang (Satoru Nakajima)
1988 McLaren: Perancis (Alain Prost) Brasil (Ayrton Senna), Lotus: Brasil (Nelson Piquet) Jepang (Satoru Nakajima)
1989 McLaren: Perancis (Alain Prost) Brasil (Ayrton Senna)
1990 McLaren: Brasil (Ayrton Senna) Austria (Gerhard Berger)
1991 McLaren: Brasil (Ayrton Senna) Austria (Gerhard Berger), Tyrrell: Jepang (Satoru Nakajima) Italia (Stefano Modena)
1992 McLaren: Brasil (Ayrton Senna) Austria (Gerhard Berger)
2000 BAR: Kanada (Jacques Villeneuve) Brasil (Ricardo Zonta)
2001 BAR: Kanada (Jacques Villeneuve) Perancis (Olivier Panis), Jordan: Jerman (Heinz-Harlad Frentzen) Brasil (Ricardo Zonta) Perancis (Jean Alesi) Italia (Jarno Trulli)
2002 BAR: Kanada (Jacques Villeneuve) Perancis (Olivier Panis), Jordan: Italia (Giancarlo Fisichella) Jepang (Takuma Sato)
2003 BAR: Kanada (Jacques Villeneuve) Inggris (Jenson Button) Jepang (Takuma Sato)
2004 BAR: Inggris (Jenson Button) Jepang (Takuma Sato)
2005 BAR: Inggris (Jenson Button, Anthony Davidson) Jepang (Takuma Sato)
2006 Super Aguri: Jepang (Takuma Sato, Yuji Ide, Sakon Yamamoto) Perancis (Frank Montagny)
2007 Super Aguri: Jepang (Takuma Sato) Inggris (Anthony Davidson)
2008 Super Aguri: Jepang (Takuma Sato) Inggris (Anthony Davidson)
2015 McLaren: Spanyol (Fernando Alonso) Inggris (Jenson Button) Denmark (Kevin Magnussen)
2016 McLaren: Spanyol (Fernando Alonso) Inggris (Jenson Button) Belgia (Stoffel Vandoorne)
2017 McLaren: Spanyol (Fernando Alonso) Belgia (Stoffel Vandoorne)

Negara penyumbang pembalap Honda

Negara Jumlah pembalap Honda
Perancis 5
Brasil 4
Inggris 4
Italia 4
Jepang 4
Amerika Serikat 2
Swedia 2
Austria 1
Belgia 1
Finlandia 1
Jerman 1
Kanada 1
Spanyol 1

Siapakah pembalap Asia berikutnya yang akan membalap F1? Tentu ada banyak faktor yang dapat menentukan, termasuk sisi bisnis. Misalnya, afiliasi dengan pabrikan rival dapat membuat Honda menjauh. Berikut adalah daftar pembalap dari Asia yang perlu Anda pantau dalam beberapa tahun ke depan...

Calon debutan F1 dari Asia

Nobuharu Matsushita

Nobuharu Matsushita, ART Grand Prix

Saat ini Matsushita menjalani musim ketiganya di GP2/F2 dan masih harus membuktikan konsistensi performa terbaiknya. Lihat saja bagaimana ia membuat kekacauan di Baku tahun lalu.

Nirei Fukuzumi

Nirei Fukuzumi, ART Grand Prix

Sebagai pembalap binaan Honda, Fukuzumi pada musim lalu berlaga di GP3 bersama tim ART dan menempati posisi ketujuh klasemen akhir. Musim ini, ia kembali membalap di GP3 bersama ART.

Tadasuke Makino

Tadasuke Makino, Hitech Grand Prix, Dallara F317 - Mercedes-Benz

Makino adalah peraih posisi runner-up F4 Jepang 2015. Pada musim ini, ia menghadapi tantangan berat Formula 3 Eropa bersama tim Hitech GP.

Naoki Yamamoto

Naoki Yamamoto

Yamamoto meraih gelar juara Super Formula musim 2013. Kini ia mengemudikan Honda NSX-GT di Super GT dan juga tampil di Super Formula bersama tim Mugen.

Yuji Kunimoto

Yuji Kunimoto, Toyota Gazoo Racing

Yuji Kunimoto yang berafiliasi dengan Toyota adalah juara umum Super Formula 2016 yang juga membalap di Super GT.

Kenta Yamashita

Kenta Yamashita, ThreeBond with T-Sport Dallara Tomei

Yamashita adalah peraih gelar juara Formula 3 Jepang 2016 yang saat ini berkompetisi di Super GT dan Super Formula.

Ukyo Sasahara

Ukyo Sasahara

Sasahara menempati posisi klasemen ketiga Formula 2.0 Northern European Cup 2015 dan sekarang menjadi pembalap papan atas Formula 4 Jepang.

Iori Kimura

Iori Kimura bersama Rio Haryanto

Musim ini Kimura membalap di Formula Renault Asia bersama tim PS Racing dan selalu tampil cepat di Class B yang memakai mobil lebih lambat dan lebih kuno dari Class A. Pembalap Jepang ini dimentori oleh Rio Haryanto di ajang tersebut.

Alexander Albon

Alexander Albon, ART Grand Prix

Albon adalah pembalap berdarah campuran Thailand-Inggris. Penampilannya  di GP3 musim lalu cukup impresif, meraih empat kemenangan dan berada di posisi kedua klasemen akhir pembalap. Saat ini ia membalap di F2 bersama tim ART Grand Prix.

Marlon Stockinger

 

Marlon Stockinger, Status Grand Prix

Stockinger menjadi pembalap development tim Lotus F1 pada 2013 dan sempat mengendarai mobil F1 mereka dalam acara eksibisi. Musim lalu ia mengikuti Blancpain GT Series bersama tim ISR.

Sun Yue Yang

Sun Yue Yang, Renault Sport Academy Driver

Pembalap asal Tiongkok ini tampil mengesankan di karting kelas KFJ. Saat ini, Yue Yang membalap di Formula Renault 2.0 Eurocup 2017 dan merupakan anggota Renault Sport Academy.

Ye Yifei

Ye Yifei di podium

Yifei mendominasi Formula 4 Perancis musim lalu dengan mencetak 14 kemenangan dari 23 balapan. Saat ini, ia membalap di Formula Renault 2.0 Eurocup.

Guanyu Zhou

Guanyu Zhou, Motopark Dallara F312 – Volkswagen

Sebagai salah satu anggota Ferrari Driver Academy, Zhou menjadi salah satu pembalap asal Tiongkok yang meraih prestasi bagus di Eropa. Ia pernah menempati di posisi kedua klasemen akhir kejuaraan F4 Italia bersama Prema dan sekarang menjalani musim keduanya di Formula 3 Eropa.

Jazeman Jaafar

#84 HTP Motorsport, Mercedes-AMG GT3: Jazeman Jaafar

Sempat digadang-gadang sebagai pembalap F1 Malaysia berikutnya setelah Alex Yoong, namun saat ini Jafaar lebih fokus membalap di ajang balap GT bersama Mercedes. Ketika berlaga di Formula Renault 3.5, ia memegang rekor selalu naik podium di Monako dalam tiga kesempatan termasuk satu kemenangan di tahun 2015.

Nabil Jeffri

Nabil Jeffri

Jeffri sempat membuat sensasi dengan menjadi pembalap tes termuda F1 setelah mencoba mobil Lotus T127 di lapangan terbang Imperial War Museum Duxford pada usia 17 tahun. Saat ini, Jeffri memasuki musim kedua di F2 dan musim lalu ia hanya bisa meraih 2 poin di GP2.

Najiy Ayyad Razak

Najiy Ayyad Razak bergabung dengan Fortec Motorsport di Formula Renault 2.0 Eurocup

Razak saat ini membalap bersama Fortec Motorsport di Formula Renault 2.0 Eurocup. Pada musim sebelumnya, ia membalap di Formula Renault Asia dan mengamankan posisi ketiga klasemen akhir.

Arjun Maini

Arjun Maini, Jenzer Motorsport

Maini menjadi salah satu pembalap India yang sedang berjuang menuju F1 mengikuti jejak Narain Karthikeyan. Saat ini, Maini menjalani musim keduanya bersama Jenzer Motorsport di GP3 dan tahun lalu ia berada di posisi 10 klasemen akhir.

Jehan Daruvala

Jehan Daruvala, Carlin, Dallara F317 - Volkswagen

Daruvala adalah salah satu pemenang program pencarian pembalap muda Force India dan sekarang membalap bersama tim Carlin di Formula 3 Eropa 2017.

Akash Gowda

Akash Gowda

Gowda pada musim lalu mengikuti Formula 4 South East Asia dan menjuarai beberapa balapan termasuk menjadi overall event champion. Saat ini, ia berkompetisi di F4 Jepang.

Danial Frost

Danial Frost

Tampi di F4/SEA musim lalu, Frost meraih tujuh kemenangan yang mengantar ia meraih posisi kelima klasemen akhir pembalap. Pembalap asal Singapura ini sekarang mengikuti Formula Masters Series bersama tim Eurasia Motorsport milik Piers Hunnisett.

Sean Gelael

Sean Gelael, Pertamina Arden

Toro Rosso mengejutkan banyak pihak dengan memilih Sean karena ia baru menempati posisi ke-15 klasemen akhir GP2/F2 tahun lalu. Memasuki musim penuh keduanya di F2, Sean masih harus membuktikan ia bisa terus bersaing untuk posisi podium dan mengurangi kesalahan sekecil apapun.

Presley Martono

Presley Martono, Mark Burdett Motorsport

Salah satu rising star dari Indonesia dengan 12 poin FIA Super Licence, Presley meraih gelar juara F4/SEA musim lalu dan saat ini mencicipi kerasnya kompetisi di Eropa dengan mengikuti Formula Renault 2.0 Eurocup. Presley dikabarkan sempat dipertimbangkan masuk ke akademi pembalap Renault tapi kemudian Yue Yang yang dipilih - salah satu alasannya karena pasar Tiongkok lebih menjanjikan untuk manufaktur asal Perancis tersebut.

Keanon Santoso

Keanon Santoso

Pembalap berusia 16 tahun yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Rio ini adalah juara gokart nasional kelas Senior ROK 2016. Sekarang ia sudah memiliki pengalaman single-seater dari F4/SEA dan FMS serta sempat mencoba mobil touring di International Sentul Series of Motorsport (ISSOM).

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Pembalap Rio Haryanto , Sean Gelael , Presley Martono , Keanon Santoso
Tim Sauber , Honda Racing F1 Team
Tipe artikel Special feature