Franco Morbidelli Tahu Problem Terbesarnya Musim Ini

Grand Prix Belanda jadi akhir pekan buruk bagi tim pabrikan Yamaha. Fabio Quartararo dua kali crash, sementara Franco Morbidelli juga gagal finis karena kecelakaan di Tikungan 5 TT Circuit Assen.

Franco Morbidelli Tahu Problem Terbesarnya Musim Ini

Bagi pembalap Monster Energy Yamaha Franco Morbidelli, race MotoGP di Assen sudah tidak ideal sejak awal. Akbiat berulang kali menghambat laju rider lain dalam latihan bebas kedua (FP2), ia diganjar long lap penalty.

Dalam perlombaan Franky, sapaan Morbidelli, sanksi itu meningkat menjadi double long lap penalty. Itu karena pria asal Italia tersebut tidak menjalani hukuman pertama sesuai dengan waktu yang ditentukan.     

“Saya tidak menyelesaikan penalti pertama karena saaya tidak mendapatkan pesan yang ditampilkan. Baru ketika saya harus menyelesaikan dua penalti, saya melihatnya. Sulit untuk memperhatikan board di lap-lap awal balapan saat Anda tengah bertarung dalam grup,” Morbidelli menjelaskan.   

Setelah menunaikan hukumannya, Morbidelli tercecer di urutan ke-23. Tak lama kemudian, tepatnya di lap kedelapan, sang rider jatuh di Tikungan 5 Sirkuit Assen. Balapannya pun berakhir lebih cepat.

Baca Juga:

Insiden Franky terjadi hanya berselang tiga lap usai rekan setimnya, sekaligus pemimpin MotoGP 2022, Fabio Quartararo kecelakaan di tempat yang sama. Singkat kata, Yamaha pulang dari Assen tanpa poin.

“Saya kehilangan (grip) pada bagian depan di Tikungan 5 dan sebagai akibatnya saya pun terjatuh,” tutur runner-up MotoGP 2020, yang mengalami masa sulit pasca-cedera lutut tahun lalu.

Kendati demikian, Franco Morbidelli tidak terlalu terganggu dengan kecelakaan di Assen dibandingkan dengan situasinya secara keseluruhan musim ini. Dibandingkan Quartararo, raihannya jelas kalah jauh.

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Dalam 11 balapan pertama MotoGP 2022, pembalap keturunan Brasil tersebut hanya mampu mencetak 25 poin, nyaris 150 angka di belakang El Diablo. Itu menempatkannya terpuruk di urutan 19 klasemen.

“Kecelakaan (GP Belanda) bukan masalah terbesar kami saat ini. Kami perlu lebih cepat, tetapi untuk itu saya harus sangat agresif. Sekarang gaya berkendara saya tidak cukup agresif untul melaju kencang dengan motor,” kata Franky menyadari problemnya.

Karena itu Morbidelli punya tujuan yang jelas selama jeda musim panas ini. Ia tidak akan menghabiskan lima minggu hanya untuk berlibur. Ia ingin memanfaatkan waktu beradaptasi lebih baik dengan motor.   

“Kami bakal menggunakan waktu jeda nanti untuk berkumpul lagi dan menyesuaikan gaya berkendara saya dengan M1 tahun ini,” ucap Morbidelli, yang tentu ingin bangkit saat paruh kedua musim dimulai di Silverstone, Inggris, pada awal Agustus mendatang.

 

dibagikan
komentar
Dapat Hukuman, Fabio Quartararo Sentil MotoGP Steward
Artikel sebelumnya

Dapat Hukuman, Fabio Quartararo Sentil MotoGP Steward

Artikel berikutnya

Ubah Filosofi, LCR Honda Prioritaskan Pembalap Berpengalaman

Ubah Filosofi, LCR Honda Prioritaskan Pembalap Berpengalaman